Soal Perseteruan Edy vs Bobby, M Qodari: Bakal Berlangsung Lama
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Perseteruan Edy vs Bobby, M Qodari: Bakal Berlangsung Lama

Minggu, 9 Mei 2021 | 14:48 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari ikut mengomentari perseteruan antara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Setidaknya, Qodari melihat 3 hal yang memiliki potensi konflik antara kedua kepala daerah itu akan berlangsung panjang dan besar.

Pertama, perbedaan basis konstituen. Edy datang dari kelompok konstituen yang berbeda dengan Bobby. Hal itu tercermin dari arahnya lebih kepada konstituen yang sama dengan Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Edy dulu kampanye Pilgub dengan dukungan Ustadz Abdul Somad, seperti halnya UAS dukung Akhyar Nasution dalam Pilwako Kota Medan, di Desember 2020 yang lalu. Bedanya, Edy berhasil mengalahkan Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan Akhyar dikalahkan Bobby Nasution. Jadi konstituennya itu memang kira-kira beda lah,” kata Qodari, Minggu (09/05/2021).

Kedua, perbedaan latar belakang. Adanya perbedaan latar belakang antara Edy dan Bobby sehingga mempengaruhi konsep, cara atau gaya kepemimpinan dan pendekatan berbeda dalam menjalankan pemerintahan. Edy sebagaimana diketahui memiliki latar belakang militer, mantan Pangkostrad, sementara Bobby dari kalangan sipil.

Seperti Joko Widodo
Lanjut Qodari, konflik Edy dengan Bobby mengingatkan dirinya dengan konflik pada pertengahan tahun 2011 antara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyu dengan Wali Kota Solo Joko Widodo. Menurutnya, kala itu Bibit menyebut Jokowi ‘bodoh’ karena menolak rencana pembangunan mal di atas lahan bangunan kuno bekas Pabrik Es Saripetojo yang berlokasi di Purwosari, Laweyan, Surakarta.

“Terus terang saya lihat Pak Edy ini perseteruan dengan Mas Bobby itu teringat dengan Pak Bibit Waluyo. Dulu Gubernur Jawa Tengah yang pernah berseteru dan menyebut Pak Jokowi bodoh ketika itu, Pak Jokowi adalah Wali Kota Solo, kebetulan memang latar belakang Pak Edy ini mirip banget dengan Pak Bibit, sama-sama militer, sama-sama pernah menjadi Panglima Kostrad. Bibit berseteru dengan Jokowi. Mirip Edy vs Bobby sekarang ini,” beber Qodari.

Ketiga, ada nuansa kompetisi terselubung. Qodari memprediksi perseteruan akan panjang, karena selain beda konstituen, Edy bisa saja melihat Bobby sebagai lawan potensial untuk masa jabatan kedua di Pilgub Sumut 2024.

“Jadi memang dalam konteks ini keputusan-keputusan kebijakan publik itu menjadi lebih rumit karena bisa jadi bersinggungan dengan analisa atau kalkulasi politik lah katakanlah begitu, ke depan, perseteruan akan panjang karena selain beda konstituen, Edy bisa saja melihat Bobby sebagai lawan potensial untuk masa jabatan kedua di Pilgub Sumut 2024,” terangnya.

Selain itu, menurut Qodari fenomena perselisihan antara kepala daerah bukan hal yang baru. Contoh wilayah lain yang bersitegang yaitu Provinsi Lampung, yakni Gubernur Ridho Ficardo berselisih dengan Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi.

Qodari berharap, nuansa kompetisi Pilkada jangan sampai mengganggu kebijakan publik. Untuk itu pihak Edy maupun Bobby harus menurunkan ego masing-masing dan berpikir untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Justru kepentingan masyarakat itu hemat saya harus menjadi titik temu antara keduanya,’’ pungkas Qodari.

Diketahui, hubungan Edy dan Bobby merenggang diawali dari persoalan kawasan Kesawan City Walk yang terletak di pusat Kota Medan. Ada sejumlah bangunan bersejarah, seperti Rumah Tjong A Fie hingga Gedung London Sumatera, yang ada di sekitar Kesawan City Walk, Jalan Ahmad Yani, Medan.

Keberadaan kawasan wisata kuliner di Kesawan ini menjadi salah satu program andalan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan selalu ramai sejak mulai diluncurkan. Keramaian, batasan jam tutup serta pemberlakuan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat pandemi Covid-19 menjadi pemicu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi geram.

Setelah Kesawan City Walk, perseteruan kembali mencuat. Hal itu bermula saat Bobby memprotes Edy karena menganggap Pemerintah Sumatera Utara tidak melakukan koordinasi dengan pihak Kota Medan soal lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri di Medan.

Bobby menyebut lokasi karantina WNI itu tersebar di lima hotel dan beberapa kantor milik Pemprov Sumut yang ada di Medan. Dia menilai harusnya Pemprov Sumut memberi tahu Pemko Medan soal lokasi karantina itu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Terapkan Teknologi Lapisan Ferosemen untuk Program Bedah Rumah

Kempupera menggunakan teknologi lapisan ferosemen untuk menguatkan struktur rumah masyarakat yang mendapatkan bantuan Program BSPS atau Bedah Rumah.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Gubernur Jatim: Tenang Mak-mak Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Gubernur Khofifah mengapresiasi pengelola pasar yang menerapkan sistem digitalisasi terhadap pantauan harga kebutuhan pokok dan dipasang di pintu masuk.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Rombongan Masyarakat Nekat Mudik dengan Kapal Laut, Digagalkan Patroli Kemhub

Sekelompok masyarakat yang melakukan upaya mudik menggunakan kapal service boat dari wilayah pesisir Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Kasus Sate Beracun, Praktisi Hukum Sebut Pasal Pembunuhan Berencana Tak Bisa Digunakan

Pasal 340, pelaku sangat mengenal korban, bahkan bisa saja teman dekat atau orang terdekat dan merencanakan untuk melakukan perbuatannya.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Longsor di Jalan Sumbar-Riau, Pasokan Listrik di 15 Desa Terputus

Akses jalan terputus akibat tanah longsor menjadi kendala kami dalam upaya perbaikan gangguan jaringan listrik.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Puan Pantau Larangan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

Ketua DPR Puan Maharani memantau pelaksanaan pelarangan mudik di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (9/5/2021).

NASIONAL | 9 Mei 2021

Kemhub Tegaskan Larangan Mudik Lokal Sudah Sesuai Permenhub

Di wilayah aglomerasi pun mudik dilarang, yang diperbolehkan adalah aktivitas yang esensial, dan transportasi masih akan melayani dengan pembatasan.

NASIONAL | 9 Mei 2021

KY: Permintaan THR ke Calon Hakim Agung Adalah Penipuan

KY tidak pernah meminta apapun, kepada siapapun, dan dalam rangka apapun.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Tangkap KKB, Komnas HAM Papua: Jangan Timbulkan Masalah HAM

Komnas HAM Papua terus melakukan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara aparat dengan kelompok-kelompok yang berseberangan di Papua.

NASIONAL | 9 Mei 2021

Waspada! Ada Penipu Mengatasnamakan KPK Minta Sumbangan Lailatulqadar

Ali menegaskan, pihak yang mengatasnamakan KPK itu hanya memanfaatkan nama lembaga antikorupsi.

NASIONAL | 9 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS