Logo BeritaSatu

KPAI: Anak Perempuan Alami Bullying karena Harus Berjilbab di Sekolah

Senin, 10 Mei 2021 | 15:32 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan hak untuk memakai seragam atribut keagamaan seperti jilbab adalah ranah individual siswa atau anak perempuan. KPAI menemukan sejumlah kasus bullying akibat munculnya aturan seragam atribut keagamaan baik oleh pemerintah daerah maupun sekolah.

Itulah sebabnya, KPAI mendorong negara dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri untuk mencari jalan keluar setelah Mahkamah Agung membatalkan SKB 3 Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan.

“Contohnya kasus seorang siswi di SMAN 1 Sragen, Jawa Tengah yang mengalami bullying oleh kakak kelasnya lantaran tak berjilbab, baik kekerasan verbal secara langsung maupun cyber bullying melalui media sosial. Korban akhirnya memilih pindah sekolah karena mengalami trauma,” kata Retno kepada Beritasatu.com, Senin (10/5/2021).

Retno menegaskan, KPAI mendukung SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah tersebut karena secara prinsip mengatur bahwa peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara seragam dan atribut tanpa kekhususan agama, atau seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

“Dengan kata lain, hak untuk memakai atribut keagamaan merupakan wilayah individual. Individu yang dimaksud adalah guru, murid, dan orang tua, bukan keputusan sekolah negeri tersebut,” ujarnya.

Retno mengatakan, anak perempuan seharusnya diberikan kebebasan dalam menentukan apa yang dipakainya. Hasil pengawasan KPAI terhadap anak-anak korban menunjukkan beberapa kasus anak perempuan yang mengalami bullying dalam bentuk kekerasan verbal dan psikis karena tidak menggunakan jilbab.

KPAI juga menemukan puluhan kasus anak perempuan yang mengalami gangguan kesehatan mental dan mendapatkan dukungan pemulihan dari psikolog pada program Jabar Masagi. Retno menyebut anak-anak perempuan tersebut menjadi tidak percaya diri, bahkan depresi dan hendak melakukan percobaan bunuh diri.

“Puluhan anak tersebut juga mengalami bullying dari lingkungannya akibat tidak berjilbab, bahkan menjadi cemas karena ada ancaman kalau dia tidak berjilbab akan menyeret ayahnya dan saudara laki-lakinya ke neraka,” katanya.

“Mereka juga tertekan karena dinilai belum dapat hidayah dalam berpakaian dan dianggap bukan wanita baik-baik,” lanjut Retno.

MA telah mengabulkan permohonan uji materi SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Agama (Menag) terkait penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang diselenggarakan Pemda pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Putusan pengabulan itu terkait perkara nomor 17 P/HUM/2021 yang diajukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022

Soal Mobil Dinas Listrik, Pemprov DKI Punya 2 Pilihan

Pemprov DKI akan melakukan 2 pilihan terkait mobil dinas listrik. Dua pilihan itu, adalah memodifikasi kendaraan dinas lama dan membeli mobil listrik.

NEWS | 29 September 2022

Pengacara Lukas Enembe Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening dilaporkan oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings