Pengacara Juliari Sebut Kesaksian Dirjen Linjamsos Tak Miliki Bukti Kuat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengacara Juliari Sebut Kesaksian Dirjen Linjamsos Tak Miliki Bukti Kuat

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:56 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara melalui tim kuasa hukumnya menyebut kesaksian Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Pepen Nazaruddin tak memiliki bukti yang kuat.

Pernyataan ini disampaikan terkait kesaksian Pepen dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/5/2021). Saat itu, Pepen menyebut adanya perintah dari Juliari untuk memotong Rp 10.000 per paket bantuan sosial (bansos) sembako.

"Dalam keterangannya sebagai saksi, Pepen Nazaruddin, menyatakan bahwa secara sekilas Adi Wahyono menyatakan mendapat arahan dari Menteri Sosial meminta fee sebesar Rp 10.000 untuk setiap paket," kata Maqdir Ismail, kuasa hukum Juliari dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Maqdir mengatakan, kesaksian Pepen kemarin tak memiliki kekuatan menjadi alat bukti lantaran merupakan kesaksian tidak langsung dan berdiri sendiri. Dalam sidang, Pepen menyatakan mendengar adanya perintah Juliari itu dari kuasa pengguna anggaran Adi Wahyono.

"Keterangan ini bukan hanya berdiri sendiri, tetapi juga keterangan yang bersifat de auditu. Keterangan saksi de auditu tidak mempunyai kekuatan sebagai alat bukti saksi," kata Maqdir.

Menurut Maqdir, kesaksian yang bersifat de auditu atau kesaksian karena mendengar keterangan dari pihak lain tak bisa diterima sebagai alat bukti. Apalagi, dalam kesaksiannya juga Pepen menyebut tak pernah mengonfirmasi langsung kepada Juliari soal adanya perintah memotong Rp 10.000 per paket bansos.

"Selain itu, mengenai kebenaran arahan ini, dikatakan pula bahwa dia (Pepen) tidak pernah meminta konfirmasi kepada Menteri mengenai kebenaran cerita yang disampaikan secara sekilas oleh Adi Wahyono tersebut," kata Maqdir.

Tak hanya itu, dalam kesaksiannya juga Pepen menyebut jika dirinya bukan pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek ini. Melainkan tanggung jawab ada pada Mensos Juliari.

Menanggapi hal itu, Maqdir justru menyebut Pepen yang sepatutnya berperan sebagai penanggung jawab dalam pengadaan bansos ini.

"Berdasarkan fakta surat keputusan Dirjen Nomor:10/3/BS.01.02/4/2020, tanggal 30 April 2020, yang dia (Pepen) tanda tangani, dia adalah penanggung jawab dari pelaksanaan kegiatan," kata Maqdir.

Di sisi lain, Maqdir meminta agar jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh Pepen, yakni sepeda Brompton dan pembelian cincin senilai Rp 50 juta dari Adi Wahyono.

"Hal yang perlu juga dicatat dan ditindaklanjuti adanya penerimaan gratifikasi oleh Pepen Nazaruddin berupa sepeda Brompton dan pembayan cincin dengan akik seharga Rp 50 juta oleh Adi Wahyono yang tidak dilaporkan kepada KPK," kata Maqdir.

Diketahui, dalam persidangan kemarin, Pepen Nazaruddin menyebut adanya perintah dari Juliari Batubara soal pemotongan Rp 10.000 per paket bansos. Mulanya, Pepen masih menutupi soal adanya perintah Juliari untuk memotong Rp 10.000 per paket bansos.

Pepen hanya menyebut yang melakukan pemotongan Rp 10.000 adalah Adi Wahyono selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK).

Hakim kemudian bertanya apakah pemotongan Rp 10.000 merupakan inisiatif KPA dan PPK atau ada perintah dari pihak lain. Pepen menyebut pemotongan Rp 10.000 merupakan inisiatif kedua orang tersebut.

"Setahu saya inisiatif mereka," kata Pepen di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/5/2021).

Mendengar jawaban Pepen, hakim terdengar kesal. Sebab menurut hakim, keterangan Pepen berbeda dengan keterangan sebelumnya.

"Tolong keterangan saudara jangan bergeser. Ini saya catat waktu hari Rabu yang lalu, saudara bisa ditahan nanti setelah ini, kalau saudara ketahuan bohong. Saya akan perintahkan saudara ditahan selanjutnya diproses. Saya yakin, ini jangan main-main gitu," kata hakim.

"Saya ingatkan saudara apakah saudara mengetahui siapa yang memerintahkan melakukan pemotongan Rp 10.000 per paket?" tanya hakim.

Mendengar ancaman hakim, Pepen mengakui mengetahui adanya perintah pemotongan Rp 10.000. Menurut Pepen, perintah itu datang langsung dari Juliari Batubara. "Mengetahui, Bapak Juliari," kata Pepen.

Pepen mengetahui adanya perintah pemotongan Rp 10.000 oleh Juliari berdasarkan cerita dari Adi Wahyono. "Dari KPA (Adi). KPA di akhir-akhir menyampaikan ada perintah untuk pemotongan seperti itu," kata Pepen.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari Batubara menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jelang Lebaran, Jokowi Tinjau Situasi Ibu Kota Sekaligus Bagi Sembako di Cideng

Menjelang perayaan Hari Lebaran, Presiden Jokowi melakukan peninjauan langsung untuk melihat situasi dan kondisi di wilayah Ibu Kota.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Rizieq Syihab Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain

Penceramah ini meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.‎

NASIONAL | 11 Mei 2021

Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

Istana menyebut, kegiatan Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dalam merayakan Hari RayaLebaran hanya diisi dengan salat Idulfitri saja.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Nasib 75 Pegawai Tak Lolos TWK, BKN Sebut Tergantung Pimpinan KPK

Dalam melakukan asesmen TWK, yang diukur mencakup tiga aspek yaitu integritas, netralitas ASN, dan antiradikalisme.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Ketua MPR Minta Komnas KIPI Investigasi Pemuda Meninggal Setelah Divaksin Astrazeneca

Bamsoet minta Komnas KIPI lakukan investigasi mendalam mengenai meninggalnya seorang pemuda setelah memperoleh vaksin Covid-19 Astrazeneca.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

Menurut Gibran, dari 12 pemudik yang dikarantina tersebut kebanyakan kiriman dari Satgas Jogo Tonggo.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Bulog Lebak-Pandeglang Bantah Tudingan Tak Layani Konsumen

Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang membantah jika pihaknya menolak untuk menjual daging ke masyarakat.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Pegawai KPK yang Lolos TWK Akan Dilantik pada Hari Pancasila

Dari hasil asesmen tes wawasan kebangsaan yang dinyatakan memenuhi syarat sejumlah 1.274 peserta, dan yang tidak memenuhi syarat sejumlah 75 orang.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Nadiem Makarim Luncurkan Program Pertukaran Mahasiswa ke Luar Negeri

Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pembelajaran selama 1-2 semester di perguruan tinggi seluruh dunia.

NASIONAL | 11 Mei 2021

Hary Tanoe: La Nyalla Tegas dan Cocok Jadi Pemimpin

Hary Tanoe mengatakan La Nyalla orangnya bisa dipercaya, apa yang dikatakan bisa dipegang. Jadi cocok sebagai seorang pemimpin.

NASIONAL | 11 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS