Logo BeritaSatu

Dewas: Keputusan Pimpinan KPK Tidak Melanggar Hukum

Rabu, 12 Mei 2021 | 18:50 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji menilai, pembebastugasan 75 pegawai lembaga antirasuah tidak melanggar hukum. Pimpinan KPK dianggap mengambil langkah yang wajar.

"Ini prosedur hukum yang wajar atau layak, yang sama ditempuh oleh kementerian atau lembaga lainnya. Demikian juga halnya dengan KPK," kata Indriyanto, Rabu, (12/5/2021).

Indriyanto menyatakan, keputusan KPK ini harus dilihat dari antara tugas pokok dan wewenang dengan hukum pidana (terkait fungsi lembaga penegak hukum).

“Bahwa keputusan Pimpinan KPK itu dipastikan kolektif kolegial, sama sekali bukan individual dari Ketua KPK, bahkan Dewas termasuk saya turut serta hadir dan paham pada rapat tersebut, walau selanjutnya substansi keputusan menjadi domain pimpinan kolektif kolegian KPK,” katanya.

Guru besar hukum pidana Universitas Krisnadwipayana itu memaparkan, keputusan KPK dan diktum kedua tentang penyerahan tugas dan tanggungjawab kepada atasan langsung itu (tidak ada istilah penonaktifan) haruslah diartikan secara hukum yang terbatas dan memiliki kekuatan mengikat yang memang hanya terhadap pegawai TMS (tidak memenuhi syarat) yang memegang jabatan struktural atau yang disamakan saja.

Jadi, penyerahan tugas 75 pegawai KPK yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) bukan bagian dari penonaktifan. Pembebastugasan 75 pegawai itu demi kepastian hukum.

“Dan keputusan Pimpinan KPK masih dalam batas-batas kewenangan terikat yang dimiliki Pimpinan KPK. Ini prosedur hukum yang wajar dan layak yang juga sama ditempuh oleh kementerian atau lembaga lainnya, demikian juga halnya dengan KPK . Keputusan ini juga masih dalam tataran proper legal administrative procedures, karenanya memang harus ada penyerahan sementara kepada atasan langsung. Walau misalnya saja terjadi arahan atasan berupa keputusan dilakukan secara lisan atau mondelinge beschikking sebagai penguasan keputusan tertulis yang ada, tapi tetap sah sebagai keputusan lisan (dalam hal akibat yang tidak berdurasi sementara sifatnya dan tidak lama, juga menghendaki suatu akibat yang timbul dengan segera, seperti penyerahan tugas/tanggungjawab kepada atasan langsung dan diangkat Plh/Plt, dll),” katanya.

Indriyanto menegaskan, keputusan ini walaupun tidak disebutkan tentang jabatan struktural atau yang dipersamakan, tetap sebagai keputusan tertulis (schriftelijke) yang sah (rechtgedige), karena makna isi dan tujuan keputusan tidak bertentangan dengan isi dan tujuan peraturan perundang-undangan, baik karena tidak terjadi kesalahan sebab maupun tidak terjadi dasar yang dijadikan sebabnya .

“Keputusan aparatur negara, termasuk Pimpinan KPK ini harus selalu dianggap dan selaras dengan prinsip Presumptio Iustae Causa bahwa setiap keputusan aparatur negara, termasuk polemik keputusan Pimpinan KPK yang dikeluarkan tersebut harus atau selayaknya dianggap benar menurut hukum dan perundang-undangan yang berlaku, karenanya dapat dilaksanakan lebih dahulu selama belum dibuktikan sebaliknya,” kata Indriyanto.

Jadi, lanjut Indriyanto, keputusan tersebut tidak bermasalah secara hukum, walau selalu disadari bahwa kalau terkait produk apapun dikelembagaan KPK akan selalu bisa menjadi polemik yang dipermasalahkan.

“Ruang publik melalui peradilan TUN, misalnya, sebagai sarana dalam makna legal solution menjadi basis kita semua yang menghargai prinsip negara hukum,” katanya.

Dikatakan, dari sisi hukum, KPK hanya sebagai executioner maker, tidak menjadi dan tidak memiliki wewenang untuk melakukan kajian ulang terhadap hasil asesmen BKN sebagai decision maker-nya.

“Karenanya keberatan tidaknya terhadap keputusan Pimpinan KPK tersebut diserahkan lembaga yang dapat menilai, sepanjang keputusan sudah dianggap konkret dan final. Ini menjadi hak penuh dari siapapun yang merasa dirugikan terhadap penerbitan keputusan tersebut . Semua pelaksana organ KPK sebaiknya taat dan patuh hukum, dan bila ada keberatan atas keputusan, ada mekanisme atau proses hukum untuk menguji keberatan tersebut,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

NEWS | 5 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings