Kembangkan Pariwisata NTB dengan Melestarikan Warige dan Jangger Sasak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kembangkan Pariwisata NTB dengan Melestarikan Warige dan Jangger Sasak

Sabtu, 15 Mei 2021 | 09:21 WIB
Oleh : Awal Ahmad / EHD

Mataram,Beritasatu.com - Budaya Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat beragam. Mulai dari seni tari, pewayangan, alat musik tradisional hingga sistem penanggalan atau kalender.

Namun, dari banyaknya budaya Sasak, cukup jarang orang mengulas literasi khusus kebudayaan Sasak maupun mempromosikan secara aktif jenis-jenis kesenian tradisional tersebut.

Ancaman kepunahan pun menjadi semakin nyata seiring perubahan zaman. Milenial semakin melupakan kebudayaan asal. Era teknologi menyeret khazanah Sasak tergerus di ambang pintu kepunahan.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik, Mi6 dan Publik Institut NTB , menyoroti tanggalan Sasak Warige yang sudah hampir tidak dikenal. Padahal, sistem penanggalan leluhur tersebut cukup berjaya tempo dulu.

Sistem kalender Sasak Warige merupakan penanggalan yang berdasarkan pengamatan peredaran bintang. Identik dengan bintang pleiades atau dalam bahasa Sasak disebut Bintang Rowot.

Bintang Pleiades atau Gugus Kartika adalah sebuah gugus bintang terbuka di rasi bintang Taurus. Gugus bintang tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang karena dekat dengan bumi.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah, Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah dan Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH mengatakan Warige adalah penanggalan oleh masyarakat Sasak digunakan untuk menentukan hari baik dan buruk. Sehingga, untuk beraktivitas bertani, melaut maupun kegiatan kebudayaan dan keagamaan mengacu pada Warige.

"Warige itu menjadi rujukan oleh masyarakat Sasak dalam menentukan waktu yang baik atau waktu yang tidak baik," ujar pria yang akrab disapa didu, Sabtu Dini Hari, 15 Mei 2021 di Mataram

Didu mengatakan, dulunya setiap aktivitas masyarakat Sasak berpaku pada penanggalan Warige. Mulai dari bertani, melaut, acara budaya, acara hajatan atau yang berkaitan dengan keagamaan. "Itu dulu. Tapi sekarang justru Warige mulai terlupakan. Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan akan punah," tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari menambahkan, tanggalan Warige saat ini justru hanya digunakan pada acara Bau Nyale. Itu karena sudah banyak orang mulai lupa dan tidak mengetahui menggunakan Warige. "Dari generasi ke generasi, kebudayaan Sasak mulai dilupakan. Warige salah satunya," ujarnya.

NTB sebagai daerah pariwisata membutuhkan kesenian dan budaya sebagai bagian dari atraksi pariwisata. Untuk itu, campur tangan pemerintah diharapkan mampu mempertahankan budaya dan kesenian Sasak.

"Jika pemerintah hanya fokus pada pariwisata semata, tanpa merawat penunjang pariwisata yang menjadi bagian atraksi seperti seni dan budaya, itu sama saja bohong. Seharusnya, mengembangkan pariwisata NTB dengan tetap melestarikan seni dan budaya Sasak dan lainnya,” tandas Lalu Athari.

Jangger Sasak, Simbol Perlawanan Perempuan

Sementara itu baik Mi6 maupun Publik Institut NTB melihat Seni tari Jangger Sasak juga mulai terlupakan. Padahal, seni tari tersebut pada masanya selalu ramai digunakan saat acara hajatan baik pernikahan maupun sunatan.

Namun era saat ini, Jangger sudah mulai sepi peminat. Padahal, banyak nyawa bergantung hidup pada seni tari tersebut.

Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH menuturkan, saat ini generasi milenial yang tidak paham arti sesungguhnya Jangger. Banyak orang yang hanya melihat Jangger adalah sebuah hiburan erotis yang menampilkan perempuan dengan lekuk tubuh seksi menari di hadapan banyak pria.

"Padahal tarian Jangger Sasak ini memiliki filosofis yang justru sebagai bukti perempuan Sasak mempertahankan kehormatan mereka," tambahnya.

Setiap gerakan Jangger memiliki filosofis yang menandakan perjuangan perempuan menjaga kehormatannya.

Biasanya, saat perempuan menari, akan datang seorang laki-laki yang ikut menari. Terkadang tangan nakal lelaki itu berusaha menjamah tubuh si penari perempuan. Dari sanalah Jangger akan mengeluarkan gerak tari mempertahankan kehormatannya. Dia memiliki gerakan menangkis tangan nakal lelaki.

Baju penari juga cukup tebal untuk melindungi dirinya. Sementara di kepala si penari terdapat perhiasan yang berbentuk tajam, yang akan mengarahkan kepada si penyawer pria saat posisi si Jangger tertekan.

Gerakan Jangger seperti silat yang bersiap menangkis serangan. Di tangannya juga memiliki kipas yang akan menghalau penyawer nakal.

"Bahkan, gerakan kaki si penari berbentuk kuda-kuda dalam posisi siap siaga. Itu semua memiliki filosofis bentuk perlawanan perempuan menjaga kehormatan," tambah Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah.

Mi6 menyadari seni tari Jangger sudah mulai memasuki fase kepunahan. Itu karena peran pemerintah dinilai masih minim untuk terus mempertahankan budaya-budaya Sasak ini.

"Pemerintah kadang lupa, era modern yang membawa banyak teknologi dan industrialisasi, konsekuensinya tentu ada yang akan terlupakan. Yaitu seni-budaya tradisional kita. Itu juga akan tenggelam bersama kemajuan zaman jika tak terurus," urai Hendra Kesumah.

Terkait adanya perubahan penari yang kerap kali berpenampilan seksi dalam seni tari tradisional maupun kontemporer Sasak, Ahmad melihat itu hanya soal kedewasaan masyarakat dalam menikmati seni.

"Tidak perlu dikaitkan dengan religi. Seni itu murni ekspresi, bicara soal estetika. Religi itu ranah etik, sementara seni ranah estetik dan tidak berurusan dengan moral," jelasnya.

Kesenian memang bukan kitab suci yang akan kekal sepanjang masa. Sudah menjadi hukum alam bahwa seni punya hak untuk lahir, berkembang dan mati. Namun, menjadi kewajiban kehadiran pemerintah untuk mempertahankan seni dan budaya tetap terus hidup.

"Jadi jangan hanya dibuat mabuk dengan modernisasi dan industrialisasi, tapi seni budaya sendiri dilakukan. Itu ibarat anak kota yang tak tahu kampung asal jika seni dan budaya dilupakan," pungkas Ahmad yang juga aktivis Lingkungan dan mantan pengurus teras di Walhi Nasional Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KM Bandar Nelayan 188 Alami Kecelakaan di Samudera Hindia

Kapal yang membawa 26 awak kapal warga negara Indonesia (WNI) itu berada dalam posisi setengah tenggelam.

NASIONAL | 15 Mei 2021

Gempa Nias Barat Terasa hingga Sibolga

Gempa itu biasa-biasa saja, sedangkan warga tidak ada yang keluar rumah.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Bupati Minahasa: Idulfitri Perkuat Ketakwaan Umat Muslim

Bupati Minahasa, Royke Roring menyatakan momen Idulfitri 1442 H memperkuat ketakwaan umat muslim di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Saat Mahfud MD Minta Aktivis Antikorupsi Berhenti "Marah-marah"

Mahfud MD membagikan cerita saat bermaaf-maafan di momen Idulfitri 1422 Hijriah bersama pegiat antikorupsi, Zainal Arifin Mochtar.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Wali Kota Bitung: Jadikan Momen Idulfitri untuk Bangkit Lawan Covid-19

Wali Kota Bitung Maurits Mantiri berharap seluruh umat muslim menjadikan momen Idulfitri untuk bangkit melawan Covid-19.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka Tidak Dicek Surat Bebas Covid-19

Pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka tidak dicek surat bebas Covid-19, baik tes cepat antigen maupun GeNose.

NASIONAL | 14 Mei 2021

BMKG: Kecepatan Informasi Jadi Nomor 1, Bukan Akurasi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kecepatan informasi gempa bumi menjadi nomor satu, bila dibandingkan dengan tingkat akurasinya

NASIONAL | 14 Mei 2021

KAI: Stasiun Bogor Jadi Stasiun Teramai pada Libur Lebaran

Stasiun Bogor menjadi stasiun teramai dan tersibuk bagi pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pada hari libur Lebaran 2021.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Satgas: Ruang Karantina Pasien Covid-19 di Gedung LPMP Kepri Penuh

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan puluhan kamar tidur di Gedung LPMP Kepri sudah penuh terpapar virus corona.

NASIONAL | 14 Mei 2021

Ali Mochtar Ngabalin Sebut Pengkritik TWK Pegawai KPK Berotak Sungsang

Ali Mochtar Ngabalin menyebut para pengkritik asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK berotak sungsang.

NASIONAL | 14 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS