Romli Atmasasmita: Keputusan Penonaktifan 75 Orang Pegawai KPK Sudah Tepat secara Hukum
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Romli Atmasasmita: Keputusan Penonaktifan 75 Orang Pegawai KPK Sudah Tepat secara Hukum

Minggu, 16 Mei 2021 | 13:20 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Model komunikasi politik ala Pilpres 2014 dan 2019 dinilai coba dipertontonkan dalam konteks keputusan penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, keputusan penonaktifan itu sudah tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penilaian itu disampaikan Guru Besar Hukum Pidana Unpad, Romli Atmasasmita dalam keterangannya diterima Minggu (16/5/2021).

Romli memotret adanya arogansi dan keinginan nafsu yang semena-mena berlandaskan kepentingan diri sendiri dalam keberatan terhadap penonaktifan itu. Baginya, sikap inilah yang sebenarnya harus dikritik dan dihujat. Jadi bukan sebaliknya.

Romli juga menyindir pernyataan seorang pakar hukum tata negara yang sekarang sedang sibuk jadi Youtuber. Si pakar menghujat keputusan KPK dalam perekrutan ASN ini. Menurut Romli, pernyataan si pakar cenderung berlandaskan subjektivitas dan condong berpihak kepada pihak tertentu. Bahkan dia menduga memang berniat sengaja agar sensasional dan vlog yang dihasilkannya menimbulkan keramaian.

“Kalau tidak tampil beda, tidak banyak yang mau nonton. Siapa pun yang melawan dan mau protes, silakan lewat jalur hukum. Kalau hanya bikin panas lewat narasi, bisa dipastikan kalau mereka punya niat lain di balik semua ini,” kata Romli.

“Ini agak mirip dengan kondisi pilpres lalu dimana mereka merasa sebagai pemenang dan pihak lawan melakukan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif. Ini namanya penggiringan opini sesat tanpa data, hanya berlandaskan klaim pribadi untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Bagi Romli sendiri, tak ada yang salah dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap calon aparatur sipil negara (ASN). Termasuk untuk pegawai KPK.

“Setelah apa yang terjadi pada HTI dan FPI akhir-akhir ini. Kita tidak boleh mentolerir lagi terhadap calon ASN atau ASN dengan landasan paradigma yang masih ragu terhadap persatuan bangsa, tanpa ada perkecualian siapa pun dia,” urai Romli.

Lebih jauh, Romli menyatakan ada dua yang memainkan drama ini. Yakni yang tak rela tergusur, dan kelompok yang menikmati manfaat dari mereka.

“Pasca Putusan MK.RI Nomor 70/ PUU- XVII/2019 telah mengembalikan marwah KPK sebagai lembaga independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai Pasal 6 UU Nomor 19 Tahun 2019 termasuk penyadapan, penggeledahan dan penyitaan. Tidak ada alasan lagi bagi siapa pun mengklaim KPK di bawah Firli adalah lemah,” ungkapnya.

Romli pun mengatakan negara tidak mentolerir siapa pun yang memiliki landasan paradigma yang masih ragu terhadap persatuan bangsa.

Dan menurutnya, siapa pun yang tidak lolos tes, sudah tepat dinonaktifkan. Logikanya sesederhana siswa yang tak lulus ujian pasti akan tinggal kelas. Atau saat ujian masuk perguruan tinggi, calon mahasiswa tak bisa kuliah di universitas dan jurusan yang dipilih.

“Tak lolos uji kriteria dari calon mertua, tak bisa melamar kekasih,” katanya,

“Jadi, yang membolak-balikkan logika ini apalagi dengan tanpa malu menyatakan diri sebagai sosok berintegritas atau hebat, adalah sikap pengecut yang sangat memalukan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ngabalin Sebut Penolak TWK KPK Berotak Sungsang, Ketua Fraksi PAN: Jangan Berlebihan

Saleh meminta Ngabalin tidak berlebihan dalam mengeluarkan pernyataan.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1 Km

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika

Ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas dapat terjadi.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Rekor: Lebaran, Angka Kasus Baru Covid-19 Kota Bogor di Bawah 5

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor pada Lebaran turun drastis di bawah 10 kasus baru.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Kapal Terbakar, TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas

KM Sinar Mas yang mengalami kebakaran di Laut Natuna Utara.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Enam Korban Meninggal Perahu Tenggelam di Kedung Ombo Sudah Teridentifikasi

Keenam korban setelah dievakuasi dari lokasi kejadian langsung dibawa ke RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.

NASIONAL | 16 Mei 2021

BI Papua Optimistis Konsumsi Masyarakat Terus Pulih

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua optimistis konsumsi masyarakat di wilayah itu terus pulih seiring penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Waspada, Cuaca Ekstrem Terjadi di 27 Wilayah Hari Ini

Perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir serta angin kencang.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Kasad Terima Laporan Kenaikan Pangkat 25 Pati TNI AD

Pada mutasi pati TNI AD, Mayjen TNI Gabriel Lema yang akan menjabat sebagai Irkodiklatad.

NASIONAL | 16 Mei 2021

Wisatawan Terjebak Macet di Jalur Wisata Pantai Kabupaten Garut

Sejumlah wisatawan di Garut yang hendak pulang maupun menuju objek wisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat terjebak macet sampai berjam-jam.

NASIONAL | 16 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS