Komnas Perempuan Investigasi Materi TWK Pegawai KPK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komnas Perempuan Investigasi Materi TWK Pegawai KPK

Selasa, 18 Mei 2021 | 16:27 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan materi asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang berbau seksisme ke Komnas Perempuan. Diduga, dalam pertanyaan TWK yang ditujukan kepada pegawai perempuan KPK terindikasi adanya pelecehan seksual.

Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Internal KPK Hotman Tambunan menyebut, pelaporan tersebut sedang didalami Komnas Perempuan dengan melakukan investigasi.

"Terkait wawancara yang berbasis indikasi pelecehan seksual, bias gender, sekarang lagi dalam investigasi dari Komnas Perempuan," kata Hotman, di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Hotman menyatakan, pihaknya tengah menunggu hasil invetigasi Komnas Perempuan terkait dugaan pertanyaan seksisme tersebut. Nantinya, hasil dari investigasi Komnas Perempuan akan diberikan kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk ditindaklanjuti.

"Kita tunggu bagaimana nanti hasil investigasi dari Komnas, dan mungkin nanti hasil investigasi Komnas bisa digunakan oleh Dewas untuk memperkuat pemeriksaannya," katanya.

Diketahui, sebanyak 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat dalam asesmen TWK melaporkan lima pimpinan lembaga antikorupsi ke Dewan Pengawas KPK, Selasa (18/5/2021). Kelima pimpinan, yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron dilaporkan ke Dewas lantaran diduga melanggar kode etik bahkan bertindak sewenang-wenang dalam proses alih status pegawai menjadi ASN.

Perwakilan ke-75 pegawai tersebut, Hotman Tambunan mengatakan terdapat tiga hal yang dilaporkan ke Dewas. Pertama, mengenai kejujuran para pimpinan KPK. Hotman mengatakan dalam berbagai sosialisasi pimpinan KPK mengatakan tidak ada konsekuensi terkait TWK. Namun, pada kenyatannya, hasil asesmen menjadi dasar pimpinan KPK menerbitkan SK 652/2021 yang salah satu poinnya meminta para pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab mereka kepada atasan masing-masing.

Kedua, para pegawai melaporkan pimpinan kepada Dewas lantaran diduga terjadi pelecehan seksual terhadap pegawai perempuan di lembaga antirasuah dalam proses asesmen TWK. Hal ini lantaran terdapat sejumlah pertanyaan dalam TWK yang melecehkan perempuan.

"Kita tidak menginginkan lembaga negara digunakan untuk melakukan suatu hal yang diindikasikan bersifat pelecehan seksual dalam rangka tes wawancara seperti ini. Jika bapak ibu melihat, bahwa untuk lembaga seperti KPK dilakukan seperti ini, apa yang terjadi terhadap tes-tes yang lain yang notabene nilai tawar mereka tidak sekuat KPK," kata Hotman.

Ketiga, lanjut Hotman pihaknya melaporkan pimpinan kepada Dewas atas dugaan kesewenang-wenangan. Hotman mengatakan pada 4 Mei 2021 Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa TWK tidak akan memiliki konsekuensi terhadap pegawai. Namun, pada 7 Mei 2021 pimpinan mengeluarkan SK 652/2021 tentang Hasil TWK. Dalam SK itu disebutkan pegawai yang tidak memenuhi syarat diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab mereka ke atasan masing-masing. SK itu, kata Hotman, merugikan para pegawai.

"Menjadi tanda tanya pada kita apa yang terjadi dengan pimpinan? Bukankah salah satu azas KPK itu adalah kepastian hukum, bukanlah putusan MK itu merupakan suatu keputusan yang bersifat final dan mengikat kata. Kenapa pimpinan justru tidak mengindahkan putusan ini, bahkan mengeluarkan keputusan 652 yang sangat merugikan kami," tegasnya.

Dengan pelaporan ini, Hotman dan 74 pegawai lainnya berharap Dewas memeriksa alasan pimpinan tidak mengindahkan putusan MK.

"Karena kami sebagai lembaga hukum sangat menyadari bahwa di dalam Pasal 5 huruf a UU KPK 2019, kepastian hukum adalah suatu azas yang harus dipegang oleh lembaga penegak hukum seperti KPK. Apa yang akan terjadi pada kepastian hukum kita, kalau putusan MK tidak dilaksanakan secara konsisten," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas, Novel Baswedan Mengaku Sedih

Penyidik KPK Novel Baswedan mengaku sedih dengan pelaporan Pimpinan KPK ke Dewas

NASIONAL | 18 Mei 2021

Warga Aceh Kumpulkan Rp 1,8 Miliar Beli Ambulans untuk Palestina

Ambulans untuk Palestina tersebut, nantinya diserahkan melalui lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

NASIONAL | 18 Mei 2021

75 Pegawai KPK Laporkan Lima Pimpinan ke Dewas

Kelima pimpinan yang dilaporkan yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Lelang Aset Asabri Dinilai Tak Tepat

Yenti berpendapat aset yang masih berstatus utang dan tak terkait kasus korupsi seharusnya tidak dipermasalahkan kejaksaan.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Jokowi Pastikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Uji Coba Akhir 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan rampung pada akhir tahun ini.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Jambi dan Sumsel

"Masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Jambi," demikian BMKG.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Putra Pedangdut Rita Sugiarto Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkotika

Polisi tangkap Raffi Zimah alias RZ, putra pedangdut Rita Sugiarto terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, di Jaktim.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Mensos Gelar Sidak, Cek Pegawai yang Nekat Mudik

Sebagai langkah lanjutan, kemarin sudah digelar tes antigen bagi seluruh pegawai di lingkungan Kemsos, baik ASN, PPNPN, maupun para penjaga kantin.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong Perdana dan Proyek Kereta Cepat

Presiden akan meninjau vaksinasi Gotong Royong perdana sekaligus proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hari ini.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Waspada Cuaca Ekstrem di 23 Wilayah Indonesia

BMKG juga memberikan peringatan dini gelombang tinggi wilayah perairan Indonesia.

NASIONAL | 18 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS