Hendropriyono: Negara Sedang Diserang Pemikiran Ideologi Khilafah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hendropriyono: Negara Sedang Diserang Pemikiran Ideologi Khilafah

Selasa, 18 Mei 2021 | 23:53 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menegaskan, saat ini banyak orang sudah terbawa arus pengkhianatan mendukung ideologi khilafah, liberalisme, kapitalisme, komunisme, atau ideologi asing apapun. Ada juga oknum aparat militer dan polisi, apalagi ASN (aparat sipil negara), juga politikus.

“Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” kata Hendropriyono, terkait dengan maraknya pro-kontra dukung-mendukung perang Israel-Palestina.

Ia menyampaikan keprihatinannya yang disampaikan kepada teman-temannya sesama anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967, Selasa (18/5/2021).

“Kalau ada yang melecehkan saya karena saya membela filsafat dasar bangsa kita, Pancasila, tolong merapatkan barisan dengan saya untuk membela diri, bangsa kita sendiri. Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ujar Hendropriyono.

Pernyataan Hendropriyono ini sekaligus menanggapi informasi tentang adanya mantan politikus yang tidak senang terhadap sepak terjangnya yang gigih membela Pancasila, melawan ideologi asing.

“Palestina dan Israel bukan urusan kita (Indonesia), melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi. Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita. Lihatlah negara mereka kini sangat di bawah standar keamanan dan ekonomi. Mengerikan. Nah, penyesalan bukan datang di depan,” kata Hendropriyono mengingatkan.

Hendropriyono mempertanyakan, Apakah Indonesia mau mendaftar seperti negeri lain yang hancur akibat propaganda oleh kaum yang ingin menghancurkan NKRI ini dengan mengatasnamakan agama yang kita lihat di NKRI ini.

“Saya mohon para sobatku yang tercinta bergandengan tangan dengan saya melawan pikiran penganut ideologi-ideologi asing yang sesat itu. Mereka orang yang terbawa arus sampai lupa diri, lupa anak, lupa cucu, untuk hari depan mereka,” kata Hendropriyono.

Mereka, kata Hendropriyono, malah mengurus orang lain yang belum tentu akan membalas budi jika mereka menang melawan musuhmya. Malah mungkin mereka akan mengebom anak cucu kita sampai mati dan cacat. Tidak ada dalil balas budi dalam politik. Tidak pernah ada.

“Jadi para sahabatku yang tercinta, kalau ada yang mengkritik saya atau kita dalam berbicara melawan khilafah atau ideologi apapun, mohon di-counter. Lawan. Jangan takut. Jangan juga diam saja. Karena diam berarti melakukan pembiaran. Dan, itu adalah kejahatan juga. Disebut sebagai crime of omission, yakni kejahatan karena membiarkan orang melawan negara, bangsa kita sendiri,” papar Hendropriyono.

Hendropriyono mengajak dan berharap, sebelum akhir hayat, bangsa dan Negara Indonesia harus tetap berdiri dengan ideologi Pancasila. Juga belajar dari Libya, Suriah, Afghanistan, Yaman, yang hancur.

“Kita harus tetap berdiri di atas Tanah Air bangsa kita sendiri. Bukan di atas tanah Palestina, bukan Israel, bukan Arab,” kata Hendropriyono.

AM Hendropriyono juga mengingatkan tentang kehancuran Libya – dan Muammar Khadaffi. Pemimpin Libya yang dicintai oleh 90% rakyatnya, dan Libya yang hancur akibat pengkhianat yang jumlahnya hanya 10% dari penduduk.

Akibat provokasi Barat dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), rakyat Libya membunuh Khadafi yang memberikan kesejahteraan. Khadafi dihajar secara membabi-buta oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri.

Orang-orang yang telah di antarnya sebagai pemilik produk domestik bruto (GDP) tertinggi per kapita di dunia. Libya memiliki angka harapan hidup terpanjang dan angka kemiskinan yang bahkan lebih rendah dibanding Kerajaan Belanda.

Akibat provokasi dan pemberontak propaganda barbar Barat dan NATO, rakyat rela membunuh yang mengantarkannya untuk menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, listrik gratis, pinjaman tanpa bunga, hingga apartemen gratis saat mereka menikah.

Lebih jauh, Hendropriyono mempertanyakan, apakah pengkritiknya tahu tentang siapa Palestina dan Israel itu? “Apakah pengkhianat itu kenal dengan Mahmoud Abbas, atau kenal dengan Ismail Haniyeh, atau kenal sama Reuven Rivlin, atau Benjamin Netanyahu? Saya yakin tidak kenal. Yang dia kenal adalah anak, istri, mantu, dan cucu sendiri. Kenapa yang dibela orang-orang yang tidak dikenal?” tanya Hendropriyono.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Banjir Setinggi 3 Meter Kepung 17 Desa di Aceh Singkil

BMKG telah menyatakan status waspada bagi wilayah Aceh terkait adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir hingga banjir bandang.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Pemprov NTB Raih WTP Kesepuluh, Tunjukkan Komitmen Pengelolaan Keuangan Daerah

Pemprov NTB kembali membuktikan komitmennya dalam pengelolaan keuangan daerah, dengan capaian opini WTP terhadap LKPD Tahun 2020 dari BPK.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Menteri Risma: Spirit RUU PB Harus Mencakup Bencana Sosial dan Kemanusiaan

Tri Rismaharini mengatakan, spirit dalam Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana harus mencakup penanganan korban bencana sosial dan kemanusiaan.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Polri Sebut Lokasi Kelompok MIT Poso Sudah Terdeteksi

Polri menyebutkan lokasi kelompok Kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso sudah diketahui

NASIONAL | 18 Mei 2021

Halalbihalal Lintas Iman, Menag: Toleransi Jangan Terbatas pada Simbolik Perayaan

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak tokoh dan umat beragama untuk merawat dan meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama

NASIONAL | 18 Mei 2021

Moeldoko Jenguk Wimar Witoelar di RS Pondok Indah

Moeldoko menjenguk Wimar Witoelar, Juru Bicara Istana era Presiden Abdurahman Wahid yang sedang terbaring sakit di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)

NASIONAL | 18 Mei 2021

Jokowi Sebut Baru 10 Provinsi yang Alami Pertumbuhan Ekonomi Positif di Kuartal I

Adapun 24 provinsi lainnya, masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Ziarah ke Makam Sunan Ampel, "Wanita Emas" Alami Pengalaman Spiritual

Hasnaeni mengakui bahwa dirinya mengalami pengalaman spiritual saat berada di makam Sunan Ampel.

NASIONAL | 18 Mei 2021

Operasi Ketupat, 264 Pelaku Perjalanan Positif Covid-19

Ditemukan 264 positif Covid-19 atau 0, 34% dari pelaku perjalanan berdasarkan hasil pelaksanaan Operasi Ketupat hingga Sabtu (15/5/2021).

NASIONAL | 18 Mei 2021

Kepatuhan Jaga Jarak Terendah di Tempat Wisata, DKI Jakarta Nomor Satu

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kepatuhan protokol kesehatan jaga jarak terendah di tempat wisata dari 24 provinsi pada libur Idulfitri 1442 H.

NASIONAL | 18 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS