Kuasa Hukum Nilai Belum Ada Saksi yang Menyebut Juliari Terima Suap
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuasa Hukum Nilai Belum Ada Saksi yang Menyebut Juliari Terima Suap

Rabu, 19 Mei 2021 | 22:28 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Maqdir Ismail, salah seorang kuasa hukum mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, menilai hingga kini belum ada saksi yang menyebut kliennya menerima uang terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Maqdir menyatakan, tak hanya dalam persidangan dengan terdakwa Juliari, bahkan dalam sidang dengan terdakwa pemberi suap, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, belum ada saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Juliari terima suap.

"Kalau saya lihat ya, belum ada satu saksi pun yang mengatakan Pak Juliari menerima uang, meskipun dalam perkaranya Harry dan Ardian, itu kan sudah terbukti mereka memberikan dugaan suap," kata Maqdir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja diketahui telah dihukum 4 tahun pidana penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Menurut Maqdir, selama proses persidangan sejauh ini, aliran uang yang diduga berasal dari pengadaan bansos hanya mengalir kepada dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemsos, yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Matheus dan Adi diketahui menjadi terdakwa penerima suap bersama-sama dengan Juliari.

"Tetapi itu yang diakui (saksi) selama ini (uang suap diberikan) kepada Pak Joko dan Pak Adi Wahyono. Karena yang menjadi persoalan apakah betul ada uang itu yang sampai ke Pak Juliari, sampai sekarang kan enggak ada saksi yang mengatakan itu," kata Maqdir.

Maqdir menyebut, berdasarkan keterangan dari para saksi, kliennya tak pernah menerima uang dari pengadaan bansos. Pernyataan itu diperkuat dengan keterangan Sekretaris Pribadi Juliari bernama Selvy Nurbaity.

"Tadi kan sudah dengar Sekretaris Pribadi beliau itu (mengatakan) uang yang dia kelola adalah uang-uang DOM (dana operasional menteri) atau juga uang-uang yang diperoleh dari sisa biaya perjalanan," kata Maqdir.

Atas dasar keterangan para saksi tersebut, Maqdir meminta tim jaksa penuntut KPK membuktikan dakwaannya soal penerimaan suap yang diterima Juliari. Hal ini lantaran, sejauh ini tak ada keterangan saksi yang menyebut Juliari menerima suap.

"Jadi kalau kita bicara soal surat dakwaan penerimaan uang suap soal pengadaan itu, enggak ada satu pun bukti," kata Maqdir.

Terkait dengan penerimaan uang yang diduga masuk ke rekening Selvy Nurbaity melalui empat office boy Kemsos, Maqdir menegaskan kliennya tak tahu menahu.

"Enggak tahu, itu enggak mungkin juga seorang menteri sampai tahu siapa yang menyetor uang itu ya kan," kata Maqdir.

Dalam persidangan hari ini, Jaksa KPK mencecar Selvy Nurbaity soal adanya penerimaan uang di rekening miliknya yang disalurkan dari empat orang office boy (OB) Kemsos. Proses transfer uang dari empat OB tersebut nominalnya variatif, dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Mulanya, jaksa mengonfirmasi ke Selvy mengenai sosok bernama Fitra Yusuf Safrizal. Selvy pun menjawab dirinya mengenal Fitra sebagai OB di Kemsos. kemudian jaksa mencecar Selvy mengenai uang yang diterimanya melalui rekening.

"Ini ada saudara terima transfer dari Fitra Yusuf ke rekening saudara?" tanya jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/5/2021).

"Oh itu biasanya untuk DOM pak, dana operasi manajer...menteri," jawab Selvy.
Jawaban Selvy membuat jaksa heran. Jaksa pun mencecar Selvy mengenai hubungan OB dengan Dana Operasional Menteri.

"Loh kok hubungan sama OB?" tanya jaksa lagi.

Selvy menyebut OB memang tidak berhubungan dengan DOM Juliari. Selvy mengklaim hanya meminta untuk menyetorkan DOM yang berbentuk tunai.

"Oh nggak, jadi saya suka titip. Kan ada uang tunai, uang tunai itu saya titip disetorkan. Jadi kalau ada keperluan pak menteri jadi saya bisa langsung transfer dan saya tidak perlu ke bank," klaim Selvy.

Namun, Jaksa mengungkap kejanggalan lainnya. Salah satunya, tidak ada bukti transfer dari Selvy kepada Juliari.

"Di sini nggak ada bukti transfer saudara ke Menteri," cecar jaksa.

Namun, Selvy kukuh menyebut uang tersebut untuk keperluan Juliari.

"Ya emang rata-rata untuk keperluan pak Menteri," jawab Selvy.

Jaksa mengungkapkan, Selvy memiliki tiga rekening bank. Dalam catatan masuk uang di rekening bank itu, tercatat, kata Jaksa, Fitra Yusuf mengirim uang ke rekening Selvy dengan rentang waktu berdekatan. Bahkan, terdapat tiga kali pengiriman yang hanya dalam tempo sekitar sepekan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

"BB 393, ini ada Fitra Yusuf (kirim) Rp 100 juta, terus ada lagi tanggal 13 Rp 50 juta, ada lagi tanggal 21 Rp 45 juta," ungkap jaksa.

Tak hanya Fitra Yusuf, Selvy juga kerap menerima uang dari dua tiga OB Kemsos lainnya, yakni Agus Gunawan, Arifin dan Risnawati. Berdasarkan barang bukti yang dimiliki Jaksa KPK, ketiga OB tersebut mengirim uang ke rekening Selvy dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Ini Agus Gunawan juga (transfer) jumlah 95 juta, Arifin ini ada Rp 60 juta, Fitra Yusuf Safrizal Rp 80 juta, Muhammad Arifin Rp 120 juta, Agus Gunawan Rp 67 juta, Fitra Yusuf Rp 30 juta. Risnawati ini ada Rp 30 juta, Rp 50 juta, Fitra Yusuf Safrizal Oktober Rp 50 juta, 11 November Rp 40 juta, M arifin 17 November Rp 40 juta, Fitra Yusuf ada lagi 25 November Rp 30 juta, dan 1 Desember Rp 96 juta," beber Jaksa.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P Batubara menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Persiapan G20 2022, Sandiaga Uno Pesan 120 Kain Tenun Gringsing

Sandiaga Uno memesan 120 kain tenun Gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan G20 di Bali tahun depan.

NASIONAL | 24 September 2021

Azis Syamsuddin Dijemput Paksa, Golkar Hargai Proses Hukum di KPK

Golkar menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Hal ini disampaikan Ketua DPP Golkar, Supriansa menanggapi langkah KPK menjemput paksa Azis Syamsuddin.

NASIONAL | 24 September 2021

Firli Bahuri: KPK Junjung Tinggi HAM dalam Penangkapan Azis Syamsuddin

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, tim KPK sejak pukul 16.00 WIB tadi mencari keberadaan Azis Syamsuddin dan menangkap yang bersangkutan pada pukul 19.10 WIB.

NASIONAL | 24 September 2021

UPH Tutup Festival "Go Beyond Celebration 2021"

UPH resmi menutup rangkaian UPH Festival "Go Beyond Celebration 2021" dengan menampilkan berbagai pertunjukan menarik.

NASIONAL | 24 September 2021

Ketua KPK: Tes Covid-19 Azis Syamsuddin Negatif

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, berdasarkan hasil tes, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin negatif Covid-19. Atas dasar itu, KPK pun membawa Azis ke Gedung KPK

NASIONAL | 24 September 2021

Juliari Batubara Resmi Menghuni Lapas Kelas I Tangerang

Mantan Mensos Juliari Batubara resmi menghuni Lapas Kelas 1 Tangerang sejak Rabu, 22 September 2021.

NASIONAL | 24 September 2021

Dijemput Paksa, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung KPK

KPK menemukan keberadaan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Tim penyidik pun membawa Azis ke Gedung KPK.

NASIONAL | 24 September 2021

Labuan Bajo Terus Bersiap Sambut KTT G-20 2022

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menjadi tempat penyelenggaraan KTT G-20 2022 terus bersiap diri dan bersinergi dengan pihak terkait.

NASIONAL | 24 September 2021

KPK Cari Keberadaan Azis Syamsuddin

KPK mencari keberadaan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah

NASIONAL | 24 September 2021

Hilang Enam Hari di Gunung Guntur, Gibran Berhasil Ditemukan Selamat

Pendaki remaja Muhammad Gibran Arrasyid (14) yang hilang di Gunung Guntur selama enam hari berhasil ditemukan selamat, Jumat (24/9/2021) sore.

NASIONAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Azis Syamsuddin Dijemput Paksa, Golkar Hargai Proses Hukum di KPK

Azis Syamsuddin Dijemput Paksa, Golkar Hargai Proses Hukum di KPK

NASIONAL | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings