Siswi Dikeluarkan karena Hina Palestina, Kementerian PPPA: Itu Merampas Hak Pendidikan Anak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Siswi Dikeluarkan karena Hina Palestina, Kementerian PPPA: Itu Merampas Hak Pendidikan Anak

Jumat, 21 Mei 2021 | 15:12 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) angkat bicara terkait aksi sekolah dan otoritas Bengkulu yang mengeluarkan siswi SMA, MS (19) karena membuat video TikTok yang menghina Palestina. Kementerian PPPA menyatakan tindakan kepada siswi tersebut adalah perlakuan salah.

“Tindakan mengeluarkan pelaku, dalam hal ini anak korban, adalah bentuk perlakuan salah kepada anak karena sama saja dengan merampas hak anak untuk mendapat pendidikan yang layak,” kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar, lewat siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (21/5/2021).

Nahar mendesak sekolah dan otoritas setempat agar memenuhi hak pendidikan dan pendampingan kepada MS. Dia menjelaskan anak yang mendapatkan perlakuan salah merupakan salah satu kategori anak yang membutuhkan perlindungan khusus (AMPK) sesuai Pasal 59 Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kementerian PPPA memiliki mandat untuk memberikan perlindungan kepada seluruh kategori AMPK ini, tidak terkecuali anak yang mendapatkan perlakuan salah.

“Hak anak atas pendidikan merupakan hak dasar dan kesalahan yang diperbuat anak, tidak boleh sedikit pun mengurangi haknya. Mengeluarkan anak dari sekolah adalah salah satu bentuk pelepasan tanggungjawab sekolah atas kesalahan anak,” kata Nahar.

Menurut Nahar, seharusnya jika anak melakukan kesalahan, maka tugas sekolah dan orang tua membinanya secara lebih intensif, bukan malah melepaskan tanggung jawab.

Menindaklanjuti kasus itu, Nahar mengatakan Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu untuk mengetahui perkembangan kasus dan memantau informasi terkini kondisi MS.

Nahar menyebut, Kementerian PPPA juga meminta DP3APPKB agar melakukan peninjauan dan pendampingan kepada anak yang bersangkutan. Dari hasil peninjauan, pihak aparat penegak hukum (APH) telah memfasilitasi MS untuk meminta maaf lewat video.

“Namun sanksi dari pihak sekolah tetap ditetapkan bahwa anak yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibina,” kata Nahar.

Kasus MS menjadi perhatian publik setelah sekolah mengeluarkan MS (19), pelajar putri salah satu SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah, karena mengunggah video terkait Palestina dengan durasi sekitar 8 detik di Tiktok yang berisikan kata-kata tidak pantas.

Menurut Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, kasus hukum terhadap MS tidak dilanjutkan dan dianggap selesai.

“Keputusan ini kita ambil karena memang pihak sekolah sudah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS. Dari data poin tata tertib tersebut diketahui kalau MS sudah melampaui dari ketentuan yang ada,” kata Adang Parlindungan, Selasa (18/5/2021).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil rapat internal yang telah dilakukan oleh Dinas Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah dengan pihak sekolah pelajar tersebut maka MS dikembalikan ke orang tuanya untuk dibina.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Momen Harkitnas, Ribuan Pemuda Papua Daftar Jadi Petani Milenial

Ribuan pemuda Papua mendaftar menjadi petani milenial pada peluncuran Program Gerakan Petani Milenial, di Manokwari, Papua Barat, Kamis (20/5/2021).

NASIONAL | 20 Mei 2021

Korban Banjir di Kapuas Hulu Salat Jumat di Lapangan Terbuka

Banjir di Desa Semerantau terjadi sejak Kamis (20/5/2021) dengan kedalaman air rata-rata 2,7 meter.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Cegah Penyebaran Covid-19, Pihak Pelabuhan di Malut Mulai Terapkan Tes GeNose Pertama

Pelindo 4 Cabang Ternate, Maluku Utara, mulai berlakukan tes genose C19 alat pendeteksi Covid-19.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Idulfitri, KPK Terima 86 Laporan Penerimaan Gratifikasi

"Terdiri dari 81 laporan berupa laporan penerimaan gratifikasi dan lima laporan lainnya adalah penolakan," kata Plt Jubir KPK Ipi Maryati.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Polda NTB Terapkan Wajib Lapor pada Pemuda Hina Palestina

Jadi penahanannya sudah ditangguhkan, sekarang kepada yang bersangkutan kita terapkan wajib lapor.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Polemik TWK Pegawai KPK, Ini Saran dari Ketua Setara Institute

Hendardi menilai, terdapat tiga jalan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan polemik yang jika berlarut-larut, akan berdampak pada upaya pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 21 Mei 2021

KKB Papua, Pengamat Militer: Dialog Tak Akan Berhasil Tanpa Propaganda Kuat Pemerintah

Apalagi, tidak ada tenggat waktu dalam penanganan gangguan keamanan tersebut.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Ini Hasil Investigasi Kemkominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi

Juru Bicara Kemkominfo,Dedy Permadi, menyampaikan, sampel data pribadi yang beredar telah diinvestigasi sejak 20 Mei 2021.

NASIONAL | 21 Mei 2021

KPK Jadwalkan Periksa Senior Litigasi Bank China Construction Bank Indonesia

Handoko dan Melia merupakan dua dari 10 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait empat proyek jalan di Kabupaten Bengkalis.

NASIONAL | 21 Mei 2021

Misbakhun Meyakini Tax Amnesty Jilid II Punya Efek Ganda

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meyakini tax amnesty jilid II dapat menutup kekurangan penerimaan pajak dan membantu dunia usaha akibat pandemi.

NASIONAL | 21 Mei 2021


TAG POPULER

# Ahmad Riza Patria


# Vaksin Pfizer


# Vaksin Nusantara


# Greysia Polii


# Lion Air



TERKINI

Kakek di Makassar Kayuh Sepeda 15 KM untuk Divaksin, Ivan Gunawan Beri Sepeda Motor

HIBURAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS