BNPT Ungkap Milenial Jadi Sasaran Radikalisasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNPT Ungkap Milenial Jadi Sasaran Radikalisasi

Sabtu, 22 Mei 2021 | 20:28 WIB
Oleh : YUD

Ambon, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengatakan, kaum milenial menjadi sasaran utama radikalisasi karena mereka sangat sensitif terhadap nilai keagamaan.

"Kaum milenial menjadi sasaran utama radikalisasi karena generasi muda itu punya masa depan yang panjang," kata Brigjen Pol Nurwakhid.

Penegasan Direktur Pencegahan BNPT secara virtual itu disampaikan pada acara webinar nasional "Membangun Spirit Pemuda Maluku di Tengah Fenomena Radikalisme" yang diselenggarakan AMGPM Daerah Kota Ambon Cabang Imanuel Karpan di Ambon, Sabtu (22/5/2021), yang dibuka Ketua Majelis Jemaat Pendeta Jonathan Siwalete, Sth.

Menurut dia, kaum milenial diklasifikasi menjadi tiga yaitu umur 14-19 tahun, 20-40 tahun dan 40 tahun sampai 55 tahun.

"Khusus untuk generasi milenial 20-40 tahun ini adalah generasi yang luar biasa dan potensial menjadi sasaran radikalisasi sebab mereka sangat sensitif nilai keagamaannya, kemudian masih dalam fase pertumbuhan yang emosional sehingga terkadang dia labil.

Wawasan pengetahuan dan penghayatan mereka terhadap nilai-nilai hidup masih dalam fase pertumbuhan menuju pematangan, sehingga mereka rentan untuk digiring dalam konteks memperjuangkan sistem pemerintahan yang berdasarkan agama atau khilafah atau Daulah Islamiyah.

Radikalisme dan terorisme menjadi musuh negara karena ideologi yang dibawa bertentangan dengan perjanjian yang sudah menjadi konsensus bersama bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta NKRI.

Kalau terus dibiarkan maka akan berkembang ke arah konflik sosial dan konflik bangsa, karena semua negeri-negeri konflik, terutama di dunia Islam, selalu didahului oleh fenomena maraknya radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama terutama Islam di Timur Tengah dan beberapa negara Asia Tengah, atau di Afrika.

"Wilayah ini selalu didahului maraknya terorisme dan radikalisme mengatas-namakan agama dalam konteks Islam," ucap Nurwakhid.

Kemudian berkolaborasi dengan oposisi yang destruktif atau pun mengundang intervensi asing, sehingga terjadilah konflik seperti di Afganistan, Somalia, Libya, Sudan, Irak, atau Yaman.

Hal ini perlu diwaspadai. "Pengalaman konflik di Ambon misalnya merupakan bagian dari desain besar yang ingin menghancurkan NKRI dan mengadu-domba masyarakat dengan mengatasnamakan agama," tegasnya.

Untuk itu, Pancasila yang merupakan ideologi pemersatu bangsa, serta gotong royong, yang digali dari kearifan lokal budaya dan nilai-nilai agama harus terus dipupuk dan dikuatkan.

Ia menambahkan Densus 88 atau pun BNPT meyakini tidak ada konflik agama, tetapi yang ada adalah konflik kepentingan yang memanipulasi dan mengatasnamakan agama.

Webinar nasional sehari yang dimoderatori Dr Sherly Adam itu juga menampilkan pembicara lainnya seperti mantan komandan NII Ken Setiawan, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, mantan Kepala Pusat Kajian Strategi TNI-AD Brigjen TNI (Purn) Junias M Tobing.

Dalam webinar nasional secara virtual ini, mantan komandan NII Ken Setiawan menjelaskan kalau radikalisme dan terorisme ini bisa menyasar semua lini masyarakat dan berkembang, merajalela b‎ila dibiarkan, dianggap benar bila tidak ditindak aparat keamanan, dan menjadi bom waktu.

Menurut dia, ketertarikan terhadap ideologi tersebut karena kondisi di masyarakat, Pancasila dianggap tidak menarik, belajar dengan guru yang salah, dan adanya provokasi media sosial.

"Diimbau kepada masyarakat pelajari agama pada ahlinya, kenali modusnya, tolak seperti narkoba, kritis terhadap fenomena di sekitar kita," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Muhammadiyah Kumpulkan Donasi Rp 7 Miliar Bantu Palestina

Dana sebesar Rp 7 Miliar ini terkumpul melalui jejaring Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah).

NASIONAL | 22 Mei 2021

Cak Imin: Singkirkan Ego, Ayo Produksi Vaksin Dalam Negeri

Muhaimin menegaskan peluang sekecil apapun atas produksi vaksin dalam negeri harus diambil.

NASIONAL | 22 Mei 2021

KSP: Aktivitas Sipil dan Data Pribadi Harus Dilindungi

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menegaskan, aktivitas masyarakat sipil dan data pribadi harus dilindungi dari upaya peretasan

NASIONAL | 22 Mei 2021

Soal Tax Amnesty Jilid II, Parlemen Belum Satu Suara

Kalangan parlemen belum satu suara terkait program tax amnesty jilid II yang diusulkan Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 22 Mei 2021

Kejagung Tak Bahas Kerugian Asabri dalam Pertemuan dengan BPK

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) bertemu dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Jumat (21/5/2021)

NASIONAL | 22 Mei 2021

Kemdikbudristek Siapkan Beasiswa untuk Guru dan Dosen Vokasi

beasiswa hanya dialokasikan bagi guru dan dosen vokasi yang berada di bawah naungan Kemdikbudristek.

NASIONAL | 22 Mei 2021

Polri Keluarkan Telegram Sosialisasi Pelat Khusus DPR

Polri mengeluarkan surat telegram bernomor STR/164/III/YAN/1.2./2021 tertanggal 15 Maret 2021 terkait pelat khusus anggota DPR RI

NASIONAL | 22 Mei 2021

Polda Sumut Kembangkan Kasus Vaksinasi Ilegal

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra berjanji akan memgusut tuntas kasus vaksinasi Covid-19 ilegal di Sumut.

NASIONAL | 22 Mei 2021

Status RJ Lino Tak Menentu setelah Ditetapkan sebagai Tersangka

Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, belum lama ini.

NASIONAL | 22 Mei 2021

Seret Pihak Luar Negeri yang Curi dan Jual Data Peserta BPJS Kesehatan

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena meminta Kepolisian mengungkap otak pelaku kebocoran data ratusan juta peserta BPJS Ketenagakerjaan.

NASIONAL | 22 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS