Polemik Ganjar Pranowo Ingatkan Lagi Kisah Saat Dulu Jokowi Ditolak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polemik Ganjar Pranowo Ingatkan Lagi Kisah Saat Dulu Jokowi Ditolak

Senin, 24 Mei 2021 | 14:09 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Polemik menyangkut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang ditolak hadir dalam rapat PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah yang dihadiri Puan Maharani mengingatkan kembali para kader serta simpatisan partai itu dengan kisah Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkap oleh Ari Junaedi, doktor politik yang juga Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Senin (24/5/2021). Ari pernah sangat dekat dan terlibat langsung dengan dinamika di internal PDIP.

Menurutnya, bagi simpatisan dan “die hard” Ganjar Pranowo yang datang dari lintas partai dan nonpartai, kejadian di Jawa Tengah itu adalah serangan terhadap Ganjar. Dan ini dianggap mengingkari aspirasi masyarakat.

Sebab mereka beranggapan PDIP telah terlanjur dinobatkan sebagai partai fenomenal yang melahirkan pemimpin-pemimpin dari arus bawah.

Pemimpin-pemimpin yang yang sukses memimpin dari “bawah” seperti Joko Widodo di Solo, Basuki Purnama di Jakarta, Djarot Saeful Hidayat di Blitar, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Tri Rismaharini di Surabaya.

Lalu ada lagi Indah Putri Indriani di Luwu Utara, Mardani Maming di Tanah Bumbu, Muchamad Nur Arifin di Trenggalek, Matias Mairuma di Kaimana, Tja Tju Mie di Singkawang, Karoline Margret Natasha di Landak, Paulus Hadi di Sanggau atau Tjokorda Alit Ngurah di Badung. "Semuanya melalui proses pengkaderan di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu," kata Ari.

Kejadian menyangkut Ganjar ini akan mengingatkan lagi kisah lama ketika Wali Kota Solo Joko Widodo akan dimajukan untuk menantang gubernur petahana DKI Jakarta yang cukup kuat, Fauzi Bowo di tahun 2014. Saat itu, kata Ari, sebagian elite PDIP tidak rela jika Jokowi yang dimajukan.

Tetapi yang paham dengan kerja tulus Jokowi dalam melayani masyarakat, tetap kekeuh berjuang mengegolkan Jokowi harus mendapat rekomendasi dari PDIP. Kader-kader seperti TB Hassanudin dan Effendi Simbolon rela "bertempur” membela Jokowi.

Padahal saat itu, arus besar di PDIP lebih memilih Fauzi Bowo. Semua hasil survei yang digelar beberapa lembaga survei menempatkan Fauzi Bowo sebagai pemenang dan Jokowi akan sia-sia maju di hajatan Pilkada DKI.

"Ternyata hasil di Pilgub DKI justru Fauzi babak belur dan Jokowi menggapai Balaikota DKI," kata Ari.

Baginya, satu hal yang menjadi faktor penting adalah banyak pihak abai dengan kualitas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki kharisma serta ketegasan. Saat itu, Megawati yang akhirnya mampu mengambil keputusan yang menyolidkan dengan menandatangani rekomendasi untuk Jokowi.

"Sama seperti halnya ketika Bu Mega merekomendasi Ganjar Pranowo di Jawa Tengah dan puluhan raising star kepala daerah yang sukses di kepemimpinan lokal," kata Ari.

Baginya, Megawati adalah sosok yang memiliki ketajaman feeling politik akibat pengalaman hidupnya yang luar biasa sejak masa Orde Baru.

Harus diingat, kata Ari, jika parpol lain kerap mentakdirkan hanya keluarga dekat pemimpin partai yang jadi calon, Megawati dan PDIP berhasil menjadi pelopor hadirnya wajah-wajah baru dalam kepemimpinan milenial.

Ari mengatakan bahwa di berbagai media massa, bertabur pernyataan Megawati bahwa untuk siapa pun kader yang akan diberi rekomendasi, agar pemimpin itu memang harus bersama rakyat.

"Pada saatnya nanti Megawati selaku ketua umum akan mengeluarkan rekomendasi dan siapa pun kader PDI perjuangan yang diusung, haruslah tegak lurus dengan keputusan partai dan ketua umum," pungkas Ari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

IDI menyatakan bahwa serangan terhadap tenaga kesehatan di Kiwirok, Papua, merupakan kejahatan kemanusiaan serius.

NASIONAL | 17 September 2021

Kasus Asusila di Pringsewu, Pelaku Diganjar 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Febri Wijaya alias Protol (29) diganjar hukuman penjara 7 Tahun 6 Bulan karena terbukti telah melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur

NASIONAL | 16 September 2021

LAN Serahkan Sertifikat Akreditasi kepada Lembaga Pelatihan, Ini Daftarnya

LAN pada tahun 2021, kembali melakukan akreditasi tahap I terhadap 24 Lembaga Pelatihan

NASIONAL | 15 September 2021

Forum Rektor: Siapkan Perkuliahan Bauran dengan Melihat Kondisi Setempat

Forum Rektor Indonesia menyatakan para rektor menyambut baik persiapan perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas yang dilaksanakan secara bertahap dan bersyarat.

NASIONAL | 15 September 2021

Kesalahan Pemkot Palu Laporkan Data BOR Berdampak Fatal

Rizal meminta Pemerintah Kota Palu betul-betul menjadikan kesalahan itu sebagai pembelajaran berharga agar tidak kembali terulang.

NASIONAL | 16 September 2021

Jenazah Gabriela Belum Berhasil Dievakuasi dari Jurang di Kiwirok

Jenazah Gabriella belum bisa dievakuasi karena sejak pagi kawasan itu dilanda hujan dan berkabut sehingga menyulitkan untuk melakukan evakuasi.

NASIONAL | 16 September 2021

Dukung PTM, Pemda Diminta Percepat Penuntasan Vaksinasi Pendidik

Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan.

NASIONAL | 16 September 2021

Pemerintah Mulai Longgarkan Larangan Orang Asing Masuk Indonesia

Pemerintah mulai melonggarkan larangan orang asing masuk ke Indonesia dengan diterbitkannya Permenkumham 34/2021

NASIONAL | 16 September 2021

Tinjau PTM Terbatas di Banten, Wapres Sampaikan Pembelajaran Jarak Jauh Tak Optimal

Wapres menyatakan, PTM terbatas sangat penting dilakukan karena tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh (PJJ)

NASIONAL | 16 September 2021

Dampingi Wapres Tinjau PTM Terbatas, Mendikbudristek Minta Sekolah Terapkan Prokes Ketat

Dalam kunjungan tersebut, Nadiem meminta agar pelaksanaan PTM terbatas menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

NASIONAL | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings