KPAI: Siswi Pembuat Video TikTok Palestina Tak Dikeluarkan dari Sekolah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPAI: Siswi Pembuat Video TikTok Palestina Tak Dikeluarkan dari Sekolah

Senin, 24 Mei 2021 | 15:21 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan siswi pembuat video TikTok yang menghina Palestina ternyata bukan dikeluarkan dari sekolah, melainkan hanya diberikan sanksi diskors atau dikembalikan sementara kepada orang tuanya.

Hal itu terungkap dari hasil komunikasi Komisioner KPAI Retno Listyarti dengan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, terkait sanksi terhadap siswi berinisial MS (18 tahun) tersebut.

“KPAI mendapatkan penjelasan bahwa keputusan mengeluarkan dengan istilah mengembalikan ke orangtua, ternyata kemudian diralat juga dengan istilah ‘mengembalikan sementara ke orangtua’,” kata Retno dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (24/5/2021).

Retno menjelaskan MS yang mengunggah konten video TikTok yang menghina Palestina telah menghapus videonya setelah viral. Namun, atas perbuatannya, MS diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah, namun informasi itu diralat oleh Kacabdin Adang Parlindungan, yang juga Kepala SMAN 1 Bengkulu Tengah tempat MS bersekolah.

“Mungkin sanksi MS dikembalikan ke orang tua mirip dengan istilah skors,” kata Retno.

Menurut Retno, selama proses dikembalikan sementara kepada orang tua, maka MS dijamin akan tetap mendapatkan pembelajaran dan ujian kenaikan kelas secara daring. Pasalnya, Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“MS disebut hanya dikembalikan ke orang tua. Itupun atas permintaan orang tua MS sendiri melalui surat pengunduran diri yang ditandatangani orangtua MS,” ujar Retno.

Retno mengatakan pernyataan “dikembalikan kepada orang tua” adalah bagian dari sanksi bahwa orang tua harus membina anaknya agar menyadari kesalahannya serta tidak mengulangi perbuatan sama di kemudian hari. Orang tua wajib mendidik karakter putrinya agar dapat memperbaiki diri.

Ditambahkan, KPAI juga sudah memastikan MS masih tercatat di sekolahnya saat ini SMAN 1 Kabupaten Bengkulu Tengah, dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Namun, jika MS ingin mutasi karena tidak nyaman di sekolah asal, maka mutasi MS akan dibantu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu,” kata Retno.

Menurutnya, pernyataan jaminan pemenuhan hak yang disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu diperkuat oleh pernyataan Gubernur Bengkulu. Hal itu patut diapresiasi karena pemenuhan hak atas pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah khususnya pemerintah daerah.

KPAI juga sudah memperhatikan ketentuan mutasi peserta didik bahwa Dapodik mutasi dapat dilakukan jika sudah mendapatkan sekolah baru, sehingga jika belum belum mendapatkan sekolah baru, MS tetap tercatat di Dapodik sebagai siswa di sekolah saat ini.

“Selain itu, mutasi ada waktunya, yaitu pada bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, karena ini bulan Mei maka seharusnya tidak diperkenankan adanya mutasi peserta didik,” kata Retno.

MS, yang sebelumnya dilaporkan berusia 19 tahun, adalah pelajar putri salah satu SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah. Dia dikembalikan ke orang tuanya setelah mengunggah video dengan durasi sekitar 8 detik yang berisikan kata-kata tidak pantas. Kasus itu mencuat ke publik karena MS disebut dikeluarkan dari sekolah sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Nadiem: Pelaku Usaha Juga Bertanggung Jawab Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah dan masyarakat harus saling melengkapi dan menguatkan agar kedua elemen bisa bergerak bersama mewujudkan Merdeka Belajar.

NASIONAL | 24 Mei 2021

Polemik Ganjar Pranowo Ingatkan Lagi Kisah Saat Dulu Jokowi Ditolak

Polemik Ganjar Pranowo ingatkan banyak orang mengenai Jokowi ditolak PDIP.

NASIONAL | 24 Mei 2021

Selalu Unggul dalam Survei, Mungkinkah Ganjar Digaet Parpol Lain?

Fakta hasil survei sejumlah lembaga sejak tahun 2021 menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar memang jauh di atas Puan Maharani.

NASIONAL | 24 Mei 2021

SMRC: Hubungan Puan dan Ganjar Belum Tentu Retak

Ini hanya mengkonfirmasi adanya keretakan hubungan antara Ganjar Pranowo dengan pengurus PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah.

NASIONAL | 24 Mei 2021

SMRC: Jangan Baper jika Ganjar Pranowo Tenar di Media dan Medsos

Menurut Sirajuddin, tenar di media bukan berarti seseorang memiliki ambisi politik.

NASIONAL | 24 Mei 2021

Gubernut NTT: Kopi Manggarai Harus Jadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Kopi Manggarai harus menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri dan tidak kalah dengan kopi-kopi dari luar Manggarai, khususnya NTT.

NASIONAL | 24 Mei 2021

Unhan Buka Politeknik Pertahanan di NTT

Politeknik Pertahanan Unhan di NTT akan membuka 7 program studi (prodi) D3.

NASIONAL | 24 Mei 2021

BPPT: Industri Kendaraan Listrik Butuh Pengolahan Limbah Baterai

Kepala BPPT Hammam Riza Limbah mengatakan baterai kendaraan listrik termasuk dalam limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

NASIONAL | 24 Mei 2021

Kasus Korupsi Bansos, Ini Tanggapan Kubu Juliari Soal Kesaksian Sopir Matheus Joko Santoso

Menurut kuasa hukum, fakta persidangan sejauh ini belum ada keterangan yang mengungkapkan kalau perkara dugaan suap itu sampai ke tangan Juliari Batubara.

NASIONAL | 24 Mei 2021

Saudi Izinkan Ibadah Haji Terbatas, Kemag: Kita Tunggu Pengumuman Resminya

Meski kuotanya terbatas, tentu ini harus kita syukuri. Karena jemaah Indonesia juga sudah menunggu lama, apalagi tahun lalu juga tertunda

NASIONAL | 24 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS