Logo BeritaSatu

Data Pribadi Bocor, Ini Risiko yang Mengintai

Senin, 24 Mei 2021 | 16:23 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Kasus kebocoran data penduduk dalam skala besar kembali terjadi. Kali ini bersumber dari sistem yang ada di BPJS Kesehatan. Lantas, apa dampak dari kebocoran data ini bagi pemilik data?

Pakar keamanan siber yang juga Chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) Pratama Persadha menyampaikan, saat ini penduduk yang datanya bocor tengah dalam ancaman bahaya. Data dari file yang bocor dapat digunakan oleh pelaku kejahatan dengan melakukan phishing yang ditargetkan atau jenis serangan rekayasa sosial (social engineering).

Walaupun di dalam file yang bocor tidak ditemukan data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit namun dengan beberapa data pribadi yang ada, maka bagi pelaku penjahat dunia maya sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan dan ancaman nyata.

Dijelaskan Pratama, pelaku kejahatan dapat menggabungkan informasi yang ditemukan dalam file CSV yang bocor dengan pelanggaran data lain untuk membuat profil terperinci dari calon korban mereka seperti data dari kebocoran Tokopedia, Bhinneka, Bukalapak, dan lainnya. Dengan informasi seperti itu, pelaku kejahatan dapat melakukan serangan phising dan social engineering yang jauh lebih meyakinkan bagi para korbannya.

“Ancaman paling nyata adalah praktek phising. Bisa menyasar email, Whatsapp, Telegram, dan SMS. Risikonya bertambah besar selain karena diketahui nomor seluler adalah adanya nama lengkap. Para pelaku bisa membuat pesan yang lebih meyakinkan, bahkan mereka bisa saja mengaku sebagai pihak dari perbankan atau institusi pemerintah. Dan juga kemungkinan pengambilalihan akun sangat tinggi. Tidak hanya akun media sosial, namun juga akun email dan platform yang dipunya lainnya,” kata Pratama kepada Beritasatu.com, Senin (24/5/2021).

Pratama menambahkan, kejadian semacam ini harusnya tidak terjadi pada data yang dihimpun oleh negara. Sebaiknya mulai saat ini seluruh instansi pemerintah wajib bekerja sama dengan BSSN untuk melakukan audit digital forensic dan mengetahui lubang-lubang keamanan mana saja yang ada. Langkah ini sangat perlu dilakukan untuk menghindari pencurian data di masa yang akan datang.

“Pemerintah juga wajib melakukan pengujian sistem atau penetration test (pentest) secara berkala kepada seluruh sistem lembaga pemerintahan. Ini sebagai langkah preventif sehingga dari awal dapat ditemukan kelemahan yang harus diperbaiki segera,” jelasnya.

Selain itu, penguatan sistem dan SDM harus ditingkatkan. Adopsi teknologi utamanya untuk pengamanan data juga perlu dilakukan. Indonesia sendiri masih dianggap rawan peretasan karena memang kesadaran keamanan siber masih rendah. Yang terpenting dibutuhkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang isinya tegas dan ketat seperti di Eropa.

“Prinsipnya, memang data pribadi ini menjadi incaran banyak orang. Karena datanya valid dan bisa digunakan sebagai bahan baku kejahatan digital, terutama kejahatan perbankan. Dari data ini bisa digunakan pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu dan kemudian menjebol rekening korban,” ujar Pratama.

Untuk meminimalisasi dampak yang bisa saja timbul jika data pribadi sudah terlanjur bocor, Pratama menyarankan untuk segera mengamankan berbagai akun dengan mengganti password atau kata sandi secara rutin. Selain itu, aktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication dan jangan menggunakan WiFi publik atau gratisan.

Pratama juga menyarankan untuk memasang AntiVirus yang terkini untuk berjaga-jaga jika terdapat malware. Selain itu, gunakan password yang berbeda untuk setiap akun online kita, termasuk e-commerce dan media sosial.

“Yang juga penting, jangan mengklik link asing secara sembarangan karena ditakutkan adanya phising. Kemudian, jangan share kode OTP yang kita dapatkan kepada siapapun,” pesan Pratama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ahmad Sahroni: Nasdem Umumkan Capres pada 10 November 2022

Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni mengungkap nama calon presiden (capres) dari Nasdem akan diumumkan pada 10 November 2022.

NEWS | 26 September 2022

Epidemiolog: Vaksinasi Booster Modal Cegah Long Covid-19

Vaksinasi booster Covid-19 (vaksin penguat) menjadi salah satu modal untuk mencegah terjadinya reinfeksi yang dapat menyebabkan long Covid-19.

NEWS | 26 September 2022

Komisi I DPR Pastikan TNI Solid Usai Panglima TNI dan Kasad Hadir Rapat

TB Hasanuddin memastikan TNI solid usai Jenderal TNI Andika Perkasa dan Jenderal TNI Dudung Abdurachman hadir bersama dalam rapat kerja dengan Komisi I.

NEWS | 26 September 2022

Peringati HUT Ke-34, GP Tibta Tabur Bunga di TMP Kalibata

GP Tibta menggelar tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-34 GP Tibta.

NEWS | 26 September 2022

Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

Mantan petinggi OPM, Alex Ruyawri Yessi Makabori mengimbau Gubernur Papua Lukas Enembe agar mematuhi proses penegakan hukum di KPK.

NEWS | 26 September 2022

ISESS Belum Lihat Kapolri Bersih-bersih di Tubuh Polri

ISESS belum melihat langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi sejumlah jabatan di lingkungan Polri sebagai upaya bersih-bersih Polri.

NEWS | 26 September 2022

KPK Koordinasi ke IDI untuk Cek Kesehatan Lukas Enembe

KPK berkoordinasi dengan IDI untuk mengungkap kebenaran kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.  

NEWS | 26 September 2022

ISESS: Reformasi di Tubuh Polri Perlu Didukung Semua Pihak

Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menyatakan reformasi di tubuh Polri perlu didukung oleh semua pihak

NEWS | 26 September 2022

Pengamat: Anies Penuhi Janji Sediakan Sarana Transportasi

Pengamat transportasi AKBP (Purn) Budiyanto menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janjinya yakni menyediakan sarana transportasi

NEWS | 26 September 2022

Kinerja Anies Baswedan Jadi Promosi Para Relawan di Daerah

Kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama 5 tahun menjabat, menjadi promosi para relawan dalam menggalang massa di daerah

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings