Kemiskinan Membuat Rendahnya Literasi di Manggarai
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemiskinan Membuat Rendahnya Literasi di Manggarai

Sabtu, 29 Mei 2021 | 19:54 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Peradaban yang baik merupakan cermin literasi yang baik. Tetapi ketika banyak orang putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memadai, maka literasi yang baik menjadi utopis.

Di Manggarai pada tahun 2020, jumlah angka stunting berada pada angka 5.322 kasus. Angka kemiskinan 20,83%. Sementara IPM Manggarai 63, urutan ke-11 di NTT.

Rantai kebodohan pun menjadi tidak berujung. Kerena rendahnya budaya literasi menjadi sebab ketidaktahuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sehingga sulit menjadikan masyarakat untuk sadar dan paham tentang peradaban.

Demikian intisari webinar soal pendidikan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/5/2021). Acara itu dilaksanakan oleh Lima Pilar Foundation. Webinar tersebut menghadirkan 150 peserta dan empat narasumber, yakni dosen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, NTT, Mantovany Tapung; dosen Fakultas Sastra UI, Frans Asisi Datang; Pegiat literasi di Jabodetabek , Tarsi Gantura; dan pengelola Taman Baca Jari-Jari Kasih, Ruteng, Mikael Ambong.

Sedangkan penduduk kategori miskin di Manggarai 58.667 jiwa (22, 91%) pada 2010. Indeks kedalaman kemiskinan Manggarai 3,57 dan indeks keparahan kemiskinan 0,85. Pengangguran di Manggarai berjumlah 5.104.

"Data-data ini paling tidak mengatakan kepada kita bahwa kondisi ekonomi yang baik memberikan sumbangan positif terhadap kemajuan budaya literasi. Sebaliknya, akan menjadi tugas dan kewajiban banyak pihak untuk melakukan peran yang signfikan menghadirkan literasi yang baik," kata Manto Tapung.

Karena itu, kata Manto, webinar ini merekomendasikan kepada pemerintah daerah setempat agar memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat jika literasi menjadi tujuan bersama. Kemiskinan harus ditekan, pengangguran dikurangi, inovasi ditingkatkan dan pemberdayaan masyarakat tidak boleh menjadi slogan.

"Hanya pemerintah yang bisa diandalkan untuk berada di depan dalam menghadirkan literasi yang memadai. Tetapi sekali lagi, bukan demi popularitas lalu melupakan kerja substansial," kata dia.

Menurut Manto, jangan mengharapkan literasi yang baik di tengah kemiskinan. Masyarakat miskin hanya berpikiran soal makan dan minum, bukan soal litetasi. "Omong kosong pemerintah itu mengharapkan literasi kalau membiarkan kemiskinan lestari," kata dia.

Manto memaparkan, peta literasi Indonesia Indonesia berdasarkan penelitian Programme for International Student Assesment (PISA), penetrasi teknologi dan kondisi kemiskinan di Indonesia.

Disebutkan laporan PISA pada desember 2019 bahwa Indonesia merosot di bidang membaca, sains, matematika. Skor membaca Indonesia (371) berada diperingkat 72 dari 77 negara. Skor matematika (379) ada di peringkat 72 dari 78 negara. Skor sains (396) ada di peringkat 70 dari 78 negara.

Sedangkan riset Central Connecticut State University 2016, lietasi Indonesia berada di tingkat ke-2 terbawah dari 61 negara. Hanya satu tingkat di atas Bostwana. Indonesia menduduki urutan ke 60 dari 61 negara dalam hal kemampuan literasi.

Berdasarkan hasil penelitian Perpustakaan Nasional 2017, re-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3- 4 kali per minggu dengan durasi waktu membaca per hari re-rata 30-59 menit.

Sedangkan jumlah buku yang diselesaikan per tahun re-rata hanya 5-9 buku. Beda jauh dengan Singapura yang masyarakatnya bisa menghabiskan waktu 2-3 jam per hari untuk membaca dan pertahun membaca 20-30 buku.

Menurut Manto berbagai kondisi ini disebabkan oleh kebiasaan membaca yang belum mulai dari rumah, perkembangan teknologi yang makin canggih, sarana membaca yang minim, ketiadaan motivasi untuk membaca, dan sikap malas untuk mengembangkan gagasan, ide dan wacana.

Akibatnya, tambah Manto, berbagai ujaran kebencian, berita hoax, radikalisme, dan intoleransi merupakan ancaman besar yang tengah melanda masyarakat Indonesia. Survey dari CIGI-Ipsos 2016 memaparkan sebanyak 65% dari 132 juta pengguna internet di Indonesia percaya dengan kebenaran informasi di dunia maya tanpa cek dan richek.

Kondisi tanpa check dan rechek ini, menurut Tarsisius diperparah oleh kemampuan orang Indonesia untuk mengolah informasi. Tidak ada pertanyaan terhadap informasi.

Semua informasi dianggap benar, tepat dan layak untuk dikonsumsi. Ini terjadi, lanjut Tarsi, karena kita sering dan suka dianggap intelek, update, keren/hits. "Kita menilai kebenaran informasi berdasarkan kecepatan, bukan ketepatan. Hanya karena pingin dinilai seperti itu," Tarsi.

Karena itu, menurut Tarsi, setiap informasi yang kita baca harus diolah melalui pertanyaan. Sehingga ketika disajikan, informasi tersebut menjadi informasi yang jelas, logis, lengkap dan beragam.

Tetapi lagi-lagi kembali kepada rendahnya budaya literasi orang Indonesia. Pemerintah dinilai belum mampu mengembangkan program literasi berbasis gerakan. Sekalipun ada, kata Tarsisius, hanya dianggap lebih ke arah seremonial dan insidentil yang cenderung mengarah ke sesuatu yang artifisial. Pemerintah kita masih sangat suka membuat yang populer demi popularitas bukan substansial.

Akibatnya, menurut Manto, angka putus sekolah tidak dijadikan sebagai statistik untuk merumuskan program kebijakan yang tepat buat masyarakat. Padahal tingginya angka putus sekolah memberikan dampak yang negatif terhadap iklim literasi.

Karena tanpa budaya literasi yang memadai, lanjut Manto, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi lemah, terlalu mudah untuk berhenti sekolah akibat ketidakmampuan ekonomi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

KPK Segel Sejumlah Ruangan Pemkab Kolaka Timur

Salah satu ruangan yang disegel KPK, yakni ruangan Bupati Kolaka Timur termasuk rumah jabatan.

NASIONAL | 22 September 2021

Tiba di Gedung KPK, Bupati Kolaka Timur Bungkam

Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur memilih bungkam saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Andi Merya diketahui ditangkap KPK dalam OTT kemarin.

NASIONAL | 22 September 2021

Jika Muncul Klaster Covid-19, Gibran Akan Tutup Sekolah

Gibran Rakabuming Raka memastikan akan langsung menutup sekolah jika muncul klaster Covid-19 akibat kegiatan pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 22 September 2021

Nadiem Belajar dan Dengar Curhat Orang Rimba

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mendengarkan curhat dari anak-anak Orang Rimba Suku Anak Dalam, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 22 September 2021

Tinjau Vaksinasi Merdeka, Jokowi Minta Mahasiswa Gerakkan Masyarakat Ikut Vaksinasi

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Kampus IPB. Jokowi meminta mahasiswa turut menggerakan masyarakat agar mau divaksin.

NASIONAL | 22 September 2021

Tangkap Bupati Kolaka Timur, KPK Juga Sita Uang

KPK menangkap Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur dan sejumlah pihak dalam OTT Selasa (21/9/2021). Tak hanya menangkap Andi Merya, KPK juga menyita uang.

NASIONAL | 22 September 2021

Jokowi Tegaskan Keseriusan Berantas Mafia Tanah

Jokowi menyatakan keseriusannya untuk memberantas mafia tanah di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 22 September 2021

Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional Tahun 2022

Penetapan libur nasional dan cuti bersama berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2021

Standardisasi Penting bagi Penjaminan Mutu Sistem Pendidikan Nasional

Pengelolaan pendidikan nasional sejatinya tetap membutuhkan standar yang jelas dan terukur, tidak hanya tertib administrasi, melainkan juga pada perbaikan mutu.

NASIONAL | 22 September 2021

Gelar Workshop, BPK Samakan Pemahaman Konsep Foresight

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang dalam proses finalisasi untuk menyelesaikan Foresight BPK pertama.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 22 September 2021

Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 22 September 2021

BERITA GRAFIK | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings