BPK: Kasus Asabri Rugikan Negara Rp 22,78 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPK: Kasus Asabri Rugikan Negara Rp 22,78 Triliun

Senin, 31 Mei 2021 | 17:18 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan adanya penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero. Nilai kerugian negara mencapai Rp 22,78 triliun.

Hal itu, disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dalam konferensi pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, di Gedung Kejaksaan Agung, hari ini.

"Nilai kerugian negara yang timbul sebagai akibat adanya penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri, selama tahun 2012 sampai dengan 2019 adalah sebesar Rp 22,78 triliun," ujar Agung, Senin (31/5/2021).

Dikatakan Agung, penyimpangan yang diduga mengakibatkan kerugian negara itu merupakan nilai dana investasi perusahaan yang ditempatkan pada saham dan reksa dana secara tidak sesuai ketentuan, dan belum kembali sampai dengan 31 Maret 2021.

BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif tentang Penghitungan Kerugian Negara atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT Asabri periode Tahun 2012 sampai dengan 2019, kepada Kejaksaan Agung, pada tanggal 27 Mei 2021 kemarin. Pemeriksaan ini, katanya, merupakan tindak lanjut permintaan pengitungan kerugian negara yang disampaikan Kejaksaan Agung kepada BPK, pada tanggal 15 Januari 2021 lalu.

"Pemeriksaan itu merupakan salah satu bentuk dukungan BPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh instansi penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung," ungkapnya.

Dalam hal ini, Agung menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu BPK sehingga bisa menyelesaikan pemeriksaan.

"BPK mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung, OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Industri Keuangan serta pihak-pihak lain yang telah membantu BPK dalam pelaksanaan pemeriksaan ini," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dewas Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK Terkait TWK

Dewas KPK mengaku telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Pimpinan KPK terkait asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK)

NASIONAL | 31 Mei 2021

Tatap Muka Terbatas, Nadiem: Sekolah Wajib Siapkan Skema Hybrid

Sekolah wajib menyiapkan model pembelajaran hybrid learninga tau pembelajaran campuran antara tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Dewas KPK Segera Panggil Lili Pintauli Atas Dugaan Komunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai

Dewas KPK dalami dugaan adanya komunikasi antara Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Dewas KPK: Penyidik Stepanus Robin Terima Uang Rp 1,6 Miliar

Dalam pertimbangan putusannya, Majelis Etik Dewas KPK menyatakan Stepanus telah menikmati uang suap Rp 1,6 miliar.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Menag Yaqut Bertekad Revitalisasi Layanan KUA Seluruh Indonesia

Revitalisasi akan dilanjutkan pada 2022 yang menyasar 1.000 KUA hingga diharapkan tuntas seluruhnya pada 2024 mendatang.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Kubu Juliari Ungkap Cerita Cinta Istri Muda dalam Pusaran Perkara Suap Bansos

Kuasa hukum mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menyebut akan mendalami mengenai aliran uang suap dari dua mantan pejabat Kementerian Sosial.

NASIONAL | 31 Mei 2021

KPK Akan Usut Uang Suap yang Diterima Penyidik

KPK berjanji bakal mengembangkan dan mengusut uang suap yang diterima penyidiknya Stepanus Robin Pattuju.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Mendikbudristek: 30% Sekolah di Indonesia Sudah Lakukan Tatap Muka Terbatas

Mendikbudristek mengatakan bahwa 30% sekolah di Indonesia telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Mendagri Minta Bupati Supiori Rangkul Semua Pihak Agar Stabilitas Keamanan Terjaga

Mendagri meminta bupati dan wakil bupati Supiori untuk merangkul semua pihak agar situasi dan stabilitas keamanan terjaga.

NASIONAL | 31 Mei 2021

LTMPT: Daftar SMA dengan Nilai Tertinggi Tak Wakili Kondisi Keseluruhan

Menurut Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo, daftar 1.000 sekolah terbaik itu tidak dapat dijadikan gambaran prestasi sekolah secara keseluruhan.

NASIONAL | 31 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS