Sektor Kehutanan Berkontribusi Besar Terhadap Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca
Logo BeritaSatu

Sektor Kehutanan Berkontribusi Besar Terhadap Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Senin, 31 Mei 2021 | 17:50 WIB
Oleh : Ridho Syukro / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia terus berkomitmen untuk mencapai net zero emission paling lama pada tahun 2060. Guna mencapai target tersebut perlu dilakukan langkah pengendalian perubahan iklim yang konsisten dan berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan untuk sektor kehutanan sendiri pada tahun 2030 sudah bisa netral dan berkontribusi besar terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Tetapi Indonesia sekarang punya pekerjaan berat yang terletak di sektor energi dan sektor energi ini merupakan tantangan paling rumit.

Presiden Joko Widodo juga memerintahkan untuk dibuatkan roadmap agar energi terbarukan bisa dipercepat. Selain itu, penerapan secara luas pengelolaan sampah juga harus diperhatikan. sehingga upaya pengendalian perubahan iklim yang dilakukan ini membuahkan hasil manis bagi Indonesia.

Hingga saat ini, beberapa negara aktif melakukan gerakan untuk menuju zero emisi, Jepang berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 46%, Amerika Serikat sebesar 50% dan Uni Eropa sebesar 55%, dan semua target penurunan emisi tersebut diharapkan tercapai pada 2030.

“Dengan upaya yang terus dilakukan Indonesia, maka Indonesia disebut sebagai negara super power di bidang penanggulangan iklim, pujian tersebut diberikan langsung oleh UN Climate Change Conference of the Parties (COP26),” ujar dia dalam acara Konferensi Pers Menuju COP-26 UNFCCC, di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Pertemuan COP-26 UNFCCC akan dilaksanakan di Inggris pada 1-12 November 2021, pertemuan tersebut akan membahas beberapa hal terkait COP26 dan langkah pengendalian perubahan iklim yang telah dilakukan Indonesia dan Inggris.

Kerja sama yang telah lama terjalin antara Inggris dan Indonesia antara lain dalam pengembangan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dalam kerangka Forest Law Enforcement, Governance and Trade.

Indonesia juga mengapresiasi tawaran Inggris melalui Program Investment in Nature and Forest dalam kerangka natured based solutions untuk mendukung dan menjaga kesuksesan Indonesia dalam menurunkan emisi dari deforestasi dan lahan gambut.

Siti menjelaskan persiapan Indonesia menuju COP26 terus berjalan hingga saat ini, Indonesia telah menyerahkan beberapa dokumen ke United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) yang disusun dari serangkaian pertemuan nasional yang melibatkan Kementerian dan lembaga terkait serta aktor non pemerintah pusat.

“Sampai saat ini,Indonesia telah melakukan submisi 8 dokumen mulai dari yang terkait dengan adaptasi hingga pembayaran solusi berbasis alam dan Indonesia berharap akan dapat melakukan submisi Nationally Determined Contribution yang kedua,” ujar dia.

Dalam NDC yang kedua Indonesia mempertahankan target awal yang tercantum dalam NDC pertama yaitu pengurangan emisi 29% dengan upaya sendiri dan dapat meningkat 41% dengan dukungan internasional pada 2030.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Beralasan Sakit, Plh Sekda DKI Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Korupsi Tanah Munjul

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Sri Haryati tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (31/5/2021).

NASIONAL | 31 Mei 2021

PSI Kecam Tindakan Mengikat Leher Anak di Aceh yang Mengambil Kotak Amal

PSI mengecam insiden seorang anak laki-laki diikat di leher dan kedua tangan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

NASIONAL | 31 Mei 2021

BPK: Kasus Asabri Rugikan Negara Rp 22,78 Triliun

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan nilai kerugian negara akibat korupsi Asabri mencapai Rp 22,78 triliun.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Dewas Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK Terkait TWK

Dewas KPK mengaku telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Pimpinan KPK terkait asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK)

NASIONAL | 31 Mei 2021

Tatap Muka Terbatas, Nadiem: Sekolah Wajib Siapkan Skema Hybrid

Sekolah wajib menyiapkan model pembelajaran hybrid learninga tau pembelajaran campuran antara tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Dewas KPK Segera Panggil Lili Pintauli Atas Dugaan Komunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai

Dewas KPK dalami dugaan adanya komunikasi antara Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Dewas KPK: Penyidik Stepanus Robin Terima Uang Rp 1,6 Miliar

Dalam pertimbangan putusannya, Majelis Etik Dewas KPK menyatakan Stepanus telah menikmati uang suap Rp 1,6 miliar.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Menag Yaqut Bertekad Revitalisasi Layanan KUA Seluruh Indonesia

Revitalisasi akan dilanjutkan pada 2022 yang menyasar 1.000 KUA hingga diharapkan tuntas seluruhnya pada 2024 mendatang.

NASIONAL | 31 Mei 2021

Kubu Juliari Ungkap Cerita Cinta Istri Muda dalam Pusaran Perkara Suap Bansos

Kuasa hukum mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menyebut akan mendalami mengenai aliran uang suap dari dua mantan pejabat Kementerian Sosial.

NASIONAL | 31 Mei 2021

KPK Akan Usut Uang Suap yang Diterima Penyidik

KPK berjanji bakal mengembangkan dan mengusut uang suap yang diterima penyidiknya Stepanus Robin Pattuju.

NASIONAL | 31 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS