Ketika Warga Badui Menyatakan KTP Itu Penting
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketika Warga Badui Menyatakan KTP Itu Penting

Rabu, 2 Juni 2021 | 14:26 WIB
Oleh : BW

Lebak, Beritasatu.com - Sekelompok pemuda warga Badui Luar pada awal Juni 2021 ini mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, Banten.

Kedatangan mereka itu didampingi oleh relawan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) untuk difasitasi mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP).

Pemuda Badui Luar itu menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan selama satu jam dengan jarak kurang lebih 25 kilometer dari permukiman Badui menuju Rangkasbitung, Ibu Kota Kabupaten Lebak.

Setelah tiba di Kantor Disdukcapil itu dilakukan perekaman KTP elektronik (KTP-e) oleh petugas dan mengisi data formulir identitas.

Lebih menariknya pemuda Badui itu mampu mengisi pertanyaan dalam formulir dengan menggunakan pulpen, meski mereka tidak mengenyam pendidikan bangku sekolah.

Masyarakat Badui kini hampir tiap hari memadati Disdukcapil setempat untuk mengurus identitas kependudukan.

Padahal, sebelumnya masyarakat Badui banyak tidak memiliki identitas kependudukan akibat masih kuatnya adat istiadat juga faktor biaya pengurusan.

Mereka juga malas mengantongi identitas kependudukan, karena saat itu kepercayaan warga Badui sebagai penganut Sunda Wiwitan dihilangkan dari kolom KTP.

Namun, sekarang masyarakat Badui melihat identitas kependudukan sangat penting sebagai persyaratan administrasi negara, terlebih setelah tercantum kolom kepercayaan yang dianutnya Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami sangat penting untuk memiliki identitas KTP itu," kata Sarwardi (22), seorang pemuda Badui saat ditemui di Disdukcapil Lebak, Rabu (2/6/2021).

Ia sangat membutuhkan KTP karena memiliki rencana kembali bekerja di sebuah pabrik roti di Jakarta.

Dulu, kata dia, dirinya sudah memiliki dokumen KTP lama, tetapi hilang sehingga harus kembali mengurus KTP elektronik.

Kemudahan
Saat ini, identitas KTP sebagai persyaratan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan, meski tidak memiliki ijazah pendidikan.

Masyarakat Badui kini banyak yang bekerja di Jakarta dan Tangerang sebagai buruh bangunan, bengkel, pekerja pabrik, asisten rumah tangga dan pedagang.

"Kami sendiri dulu bekerja di pabrik roti dan rencana kembali bekerja setelah mendapatkan KTP itu," katanya.

Begitu juga pemuda Badui lainnya, Jama (22) dan Ramdan (20). Mereka mengatakan, identitas KTP itu sangat penting untuk keperluan administrasi negara, setelah terlebih dibantu melalui relawan LSM GMBI.

Masyarakat Badui merasa lega setelah memiliki KTP dan bisa dijadikan persyaratan untuk kepentingan bekerja maupun perjalanan ke luar daerah.

Di samping itu juga persyaratan membuat rekening bank, sertifikat tanah, dan persyaratan administrasi negara lainnya.

Bahkan, masyarakat Badui untuk dapat menerima bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 sebesar Rp 300.000/bulan harus disertakan KTP.

"Saya kira KTP itu sangat penting untuk persyaratan penerima bantuan pemerintah," katanya Jama.

Menyambut Senang
Masyarakat Badui merasa senang karena kepercayaan mereka bisa tercantum sebagai agama pada kolom KTP dan KK (kartu keluarga) melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Mereka menyambut positif keputusan MK yang mengabulkan uji materi UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dengan kolom KTP penganut Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebelumnya, kata dia, kepercayaan masyarakat Badui Sunda Wiwitan dikosongkan pada kolom agama KTP dan KK.

"Kami menilai keputusan MK sangat bagus sehingga penganut kepercayaan bisa ditulis pada identitas itu," kata Santa (45) seorang warga Badui.

Keputusan MK itu berdampak pada pengakuan negara atas kepercayaan masyarakat Badui secara legal formal dalam dokumen kependudukan.

Meski telah lama dan turun-temurun dianut masyarakat Badui, aliran kepercayaan itu tak tercantum dalam kolom agama di KTP dan KK sejak 2013.

Padahal, kata dia, dalam kurun 1970-2013, kepercayaan mereka tercantum di KTP.

Karena itu, menurut dia, pemerintah harus merealisasikan keputusan MK dalam pembuatan KTP dan identitas lainnya dengan menerima pencantuman penganut kepercayaan.

Sebab, identitas kepercayaan dalam kolom KTP itu merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap warga Suku Badui.

"Kami merasa lega dan senang setelah di kolom KTP sebagai penganut kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa kedudukanya memiliki hak persamaan dan kebersamaan untuk keperluan identitas yang berlaku di Indonesia," katanya menjelaskan.

Wajib Kependudukan
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang juga sebagai pemuka adat Badui, Jaro Saija mengatakan masyarakat Badui wajib memiliki identitas kependudukan mulai KTP, KK dan akta kelahiran.

Identitas kependudukan itu, nantinya sebagai persyaratan administrasi negara agar mendapatkan kemudahan dalam menerima program pemerintah.

Program pemerintah itu, di antaranya kartu sehat sehingga warga Badui bisa berobat gratis hingga perawatan dan proses persalinan juga program sosial lainnya, di antaranya mendapat BLT Covid-19.

"Semua persyaratan itu harus memiliki identitas kependudukan," katanya.

Saat ini, kata dia, petugas desa setempat terkadang mengalami kesulitan untuk membawa pasien masyarakat Badui ke rumah sakit untuk penanganan perawatan inap dan proses persalinan, sebab mereka tidak memiliki KTP-e.

Saat ini, jumlah penduduk warga Badui tercatat 11.724 orang terdiri atas sebanyak 5.898 laki-laki dan 5.826 perempuan, sedangkan warga yang wajib memiliki e-KTP sebanyak 7.236 orang.

Dari 7.236 warga Badui itu di antaranya tercatat 4.181 orang sudah mengantongi e-KTP dan sisanya 3.052 orang belum memiliki identitas kependudukan.

Selama ini, masyarakat Badui untuk membuat e-KTP harus dilakukan perekaman di Disdukcapil Lebak yang berpusat di Rangkasbitung.

"Kami tentu merasa terbantu adanya relawan LSM GBMI yang membantu warga Badui untuk memfasilitasi pembuatan identitas KTP itu," katanya.

Koordinator LSM GMBI Kabupaten Lebak, Ujang Karyadi mengatakan, pihaknya memfasilitasi masyarakat Badui untuk membuat identitas kependudukan mulai KTP, KK dan akta kelahiran karena masyarakat komunitas Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak masih banyak yang tidak memiliki identitas kependudukan.

Saat ini, kata dia, identitas kependudukan sangat penting untuk persyaratan administrasi negara.

Oleh karena itu, pihaknya merasa terpanggil untuk memfasilitasi masyarakat Badui agar memiliki identitas kependudukan yang sah berdasarkan aturan negara.

Sebab, kata dia, jika tidak memiliki identitas kependudukan tentu akan mengalami kesulitan untuk mendapat program pemerintah.

"Kami hari ini membawa tujuh pemuda warga Badui dan besok Kamis (3/6/2021) sebanyak 16 orang untuk membuat rekaman KTP," katanya.

Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Disdukcapil setempat untuk memfasilitasi warga yang kesulitan untuk mendapatkan identitas kependudukan, dan sudah memperjuangkan warga Kecamatan Cipanas dan Leuwidamar yang jumlahnya sekitar 600 jiwa untuk memiliki identitas kependudukan.

Kegiatan sosial itu untuk membantu pemerintah dalam mendongkrak masyarakat sadar pentingnya memiliki identitas kependudukan, termasuk masyarakat pedalaman Suku Badui.

"Kami terus bergerak untuk membantu warga yang tak mampu membuat identitas kependudukan," katanya.

Dilayani Gratis
Kepala Disdukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin mengatakan, pemerintah daerah siap melayani identitas kependudukan masyarakat Badui mulai KTP, KK, dan akta kelahiran secara gratis.

Pelayanan khusus untuk masyarakat Suku Badui menjadikan prioritas agar semua memiliki identitas kependudukan.

Selama ini, kata dia, pihaknya belum bisa melakukan jemput bola untuk melayani permohonan kependudukan kepada masyarakat Badui sehubungan masa pandemi Covid-19 itu.

Biasanya, pelayanan itu dilakukan dengan cara jemput bola untuk kemudahan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, sebab wilayah Kabupaten Lebak cukup luas dengan 28 kecamatan.

Selama ini, pihaknya juga mengapresiasi LSM GMBI untuk membantu program pentingnya identitas kependudukan kepada warga yang ada di pelosok, seperti warga Badui.

"Kami sampai saat ini pelayanan kependudukan dipusatkan di kantor dulu dan mereka warga Badui yang mengurus proses pembuatan identitas kependudukan datang ke sini," kata Ujang Bahrudin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berakhir Masa Tugasnya, 3 Penyidik KPK Ditarik Polri

Tiga penyidik Polri yang ditarik dari KPK, yakni Kompol Edward Zulkarnain, Kompol Petrus Parningotan Silalahi, dan Kompol Ardian Rahayudi.

NASIONAL | 2 Juni 2021

BPK Beri Opini WTP pada Laporan Keuangan Pemprov DKI

BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2020.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Hari Ini, Megawati Terima Bintang Jasa Negara untuk Persahabatan dari Presiden Putin

Megawati menjadi orang yang pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan Bintang Jasa dari Rusia.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Pemkab Malang Beri Izin Belajar Tatap Muka di Lingkungan Zona Hijau

Pembelajaran tatap muka sudah, tapi terbatas. Siswa sudah masuk sekolah, namun yang masuk itu baru separuh siswa.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Polri Tarik 3 Anggotanya dari KPK

Ketiganya ditarik karena telah habis masa tugasnya di KPK.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Kapolri Mutasi Perwira Tinggi dan Menengah, 348 Pejabat Dirotasi

Salah satu adalah Koorsahli Kapolri kini dijabat oleh Irjen Teguh Sarwono, yang sebelumnya menjadi Kapolda Bengkulu.

NASIONAL | 2 Juni 2021

KPK Segera Panggil Kembali Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melayangkan pemanggilan kembali terhadap Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin

NASIONAL | 2 Juni 2021

Rektor UI: Penguasaan Teknologi Penting dalam Menyambut Bonus Demografi

Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro mengatakan, tantangan terbesar bangsa ini adalah penguasaan atas teknologi informasi dan komunikasi, serta AI.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Taman Keanekaragaman Hayati Hadir di Gunungkidul

Taman keanekaragaman hayati ini merupakan salah satu alternatif efektif untuk memulihkan ekosistem di Kabupaten Gunungkidul.

NASIONAL | 2 Juni 2021

Penangkapan Kelompok Teroris di Merauke, Polri Sita Cairan dan Bubuk

Polri terus melakukan pengembangan terkait penangkapan kelompok teroris di Merauke, Papua.

NASIONAL | 2 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS