Kempupera Targetkan 100% Air Minum Layak Tercapai pada 2024
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kempupera Targetkan 100% Air Minum Layak Tercapai pada 2024

Kamis, 3 Juni 2021 | 17:09 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) memiliki pekerjaan besar untuk mencapai target 100% akses air minum layak dan 30% akses aman pada 2024. Pasalnya, hingga saat ini, kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) air minum yang sehat baru mencapai 62%, kurang sehat 25%, sedangkan yang sakit 13%. Untuk mencapai target 100%, Kempupera pun meluncurkan peta jalan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Kesenjangan cukup besar kalau dilihat dari jumlah operator atau BUMD yang ada. Artinya, pekerjaan rumah cukup banyak dan kita tidak bisa menganggap ini bisa berjalan dengan sendirinya tanpa ada intervensi dari segala pihak. Bukan hanya pemerintah, tapi juga stakeholder terkait untuk mengintervesi supaya perusahaan daerah air minum (PDAM) bisa menjadi PDAM yang 100% sehat. Minimal kalau tidak 100%, kita bisa mencakup 85%," ucap Direktur Air Minum Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kempupera, Yudha Mediawan, Rabu (2/6/2021).

Belum lagi, menyangkut sambungan teknis dan operasional BUMD air minum pada 2020 yang sambungan langganannya baru 13,4 juta atau 21% di bawah dari target yang diinginkan. Begitu juga dengan kapasitas yang terpasang sebesar 218.000 liter per detik dan idle capacity 58.827 liter per detik. Jika diekuivalenkan, maka saat ini baru 5 juta sambungan rumah (SR). Padahal, Kempupera mempunyai 10 juta SR pada 2024 dengan kebutuhan biaya sekitar Rp 126 triliun.

"Ini sebetulnya kita tidak perlu membangun SR baru. Cukup dengan memanfaatkan idle capacity atau kapasitas yang belum terpakai untuk menambah luas layanan," ucap Yudha.

Hanya saja, persoalan lain juga datang dari non-revenue water (NRW) atau unaccounted water yang mencapai 32% secara rata-rata nasional. Sebab kalau negara maju seperti Jepang dan Singapura idealnya NRW di bawah 3%. Perusahaan seperti PT Krakatau Tirta Industri di Indonesia juga NRW atau kebocorannya di bawah 3%.

Artinya, NRW rendah ini bukan sesuatu yang sulit untuk bisa dicapai. Apalagi kalau melihat sebanyak 320 kabupaten atau kota sudah memiliki Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM). Dengan demikian, pengelola di tingkat kabupaten dan kota sudah mempunyai dokumen perencanaan yang dibuat oleh dinas atau instansi terkait di kota dan kabupaten untuk pengembangan air minum ke depan. Maka dari itu, dokumen ini sangat penting.

SDM Komponen Penting
Pada kesempatan tersebut, Yudha menyebut bahwa dalam penyelenggaran bisnis air minum, SDM merupakan komponen yang paling penting. Hal ini sejalan dengan alur pikir peta jalan yang diluncurkan yang mencakup strategi utama dan dua strategi pendukung untuk meningkatkan kapasitas SDM bidang air minum di Indonesia.

Pertama, melakukan peningkatan kapasitas lembaga pelatihan yang ada, kedua peningkatan jumlah lembaga pelatihan di BUMD air minum, ketiga pengembangan peta okupasi, keempat peningkatan sinergi antarlembaga pelatihan, kelima peningkatan manajemen SDM di BUMD air minum, dan keenam penyusunan regulasi dalam pembiayaan pelatihan. Keenam strategi tersebut, menurut Yudha, perlu juga didukung dengan program peningkatan manajemen lembaga pelatihan dan pengembangan materi pelatihan.

"Saya lebih sependapat BUMN dan BUMD memiliki SDM yang maju dibanding mempunyai infrastruktur yang bagus tetapi aset managemen tidak baik, pelayanan pelanggan tidak baik, tata kelola kurang, dan operasional juga berkurang," ucapnya.

Ia kemudian mencontohkan PDAM di Dumai dan Pekanbaru, Riau. PDAM di sana tidak sehat, namun karena SDM dan komitmen pimpinannya baik, PDAM tersebut bisa melakukan alternatif pembiayaan melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), business to business, dan pinjaman. Sekali lagi, hal itu dikarenakan faktor SDM.

Sedangkan dari rasio pegawai pada 2020, Yudha melaporkan dari 1.000 pelanggan rata-rata 4,32% atau lebih baik bila dibanding dengan 2019. Kemudian, rata-rata rasio pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) meningkat menjadi 59,11%.

"Kalau kita lihat sekarang, direksi PDAM sudah menggunakan pendekatan fit and proper test sesuai standar dan kriteria yang sudah baku. Jadi, bukan orang dari planet mana, tiba-tiba menjadi direksi. Sebab hal ini memerlukan kompetensi standar baik managerial skill dan aspek dari substansi teknis dan finansial," ujarnya.

Namun demikian, ia masih menyanyangkan alokasi anggaran biaya diklat yang baru 1,8%, padahal idealnya 5%. Untuk itu, Kempupera melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) akan menambah anggaran untuk pelatihan dan peningkatan kompetensi di bidang air minum khusus untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah daerah. Termasuk membuat program pascasarjana di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk manajemen kebocoran air atau NRW. Bahkan, sekarang program tersebut juga ditawarkan kepada PDAM yang mau ikut secara mandiri.

Menurut dia, dari total 57.000 pegawai BUMD, baru 13% atau 7.000 yang memiliki sertifikat kompetensi. Sedangkan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) baru 2 lembaga yang mengeluarkan sertifikasi yaitu LSP Air Minum Indonesia (AMI) dan Yayasan Pendidikan Tirta Dharma Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (YPTD Pamsi).

Rencananya, Balai Teknologi Air Minum juga akan melakukan LSP 1 yang berfungsi sebagai lembaga yang memastikan kompetensi dengan menyediakan pendidikan vokasi atau pekerjaan yang berdasarkan kualifikasi atau keahlian. Sedangkan Pamsi merupakan LSP 3 yang bisa mengakses untuk sertifikasi di intansi lain.

"Saya juga memberikan apresiasi pada training center di Kota Samarinda, Kalimantan Barat dan Malang. Artinya, kita tidak hanya memikirkan hal-hal seperti ini, tetapi kita juga harus melakukan ekspansi untuk training center di regional. Sehingga kesenjangan yang cukup besar tadi, bisa kita kolaborasi untuk percepatan," tuturnya.

Karena bagaimanapun, percepatan ini penting. Sebab jika hanya mengandalkan metode yang biasa saja, target 100% air minum layak tidak akan tercapai. Maka dari itu, diperlukan kolaborasi.

"Saya ingin, nanti kita memanfaatkan lembaga-lembaga yang ada seperti berkolaborasi dengan Balai Diklat Kempupera untuk penyelenggaraan peningkatan kapasitas SDM ini. Asesornya juga kita cari supaya peta jalan (roadmap) yang sudah disusun benar-benar bisa dilaksanakan," terangnya.

Ia berterus terang bahwa dirinya tidak bangga kalau membangun banyak infrastruktur. Juga tidak pernah bangga memiliki Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) yang besar. Akan tetapi lebih senang, apabila mempunyai SDM andal dan kompeten.

"Jadi, kaitannya dengan kompetensi ini, saya harap ini nanti kita dapat melaksanakan peta jalan yang yang telah disusun oleh State Secretariat for Economic Affairs (Seco) Ius Plus Bappenas, dan United States Agency for International Development (USAID) ini. Balai teknologi air minum akan kita tingkatkan menjadi center of excellent sehingga pelatihannya bisa hybrid menggunakan daring dan luring," jelasnya.

Ke depan, Direkorat Air Minum Cipta Karya Kempupera juga akan meningkatkan jumlah lembaga pelatihan BUMD air minum. Kata Yudha, PDAM yang sudaj maju harus bersedia melaksanakan pelatihan bagi dirinya dan regional sebagaimana yang dilakukan PDAM Palembang yang kini terlihat maju dari sisi pendanaan.

"Jadi menggunakan pinjaman perbankan, business to business, pinjaman daerah, dan KPBU lalu dicampur. PDAM Palembang ini kan punya pengalaman, harusnya dia pengalaman-pengalaman seperti ini bisa dilakukan untuk bisa dikemas sebagai pelatihan sehingga PDAM-PDAM lain bisa meniru," katanya.

Kemudian, dalam peta jalan tersebut juga mencakup pengembangan peta okupasi dan sinergitas antar lembaga pelatihan. Untuk itu, ia berharap, lembaga pelatihan tidak bersaing, melainkan bersinergi karena pangsa pasarnya cukup besar. Jikapun pelatihan tersebut dibuat secara mandiri (di luar pemerintah) oleh lembaga pelatihan, maka akan sangat menguntungkan.

Sebab, yang paling penting adalah bagaimana implementasi peta jalan ini. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, ia lebih suka menggunakan soft component seperti halnya memberdayakan SDM-SDM di lapangan dengan strategi yang tepat.

"Jadi PDAM itu tidak harus menunggu sehat dulu, tetapi harus punya terobosan yang berani. Pertama komitmen dari daerah, kedua integritas direksi, ketiga direksi yang kompeten. Maka peta jalan ini insyaallah bisa berjalan dengan baik," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ketua KPK: Pembinaan SDM Transparan Hindarkan Jual Beli Jabatan

Ketua KPK mengatakan praktik jual beli jabatan dapat dihindarkan jika pembinaan SDM di Pemda dilaksanakan secara akutanbel dan transparan.

NASIONAL | 16 September 2021

Presiden Pariwisata Dunia Terpukau pada Baju Adat Gorontalo Menparekraf

Bulut Bagci menilai bahwa Indonesia memiliki kekayaan pariwisata. Bahkan dia menyebut Indonesia sebagai "kelas satu" wisata dunia.

NASIONAL | 16 September 2021

Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan tidak ada tempat terorisme di tubuh BUMN.

NASIONAL | 16 September 2021

Pembangunan Bendungan Mbay Capai Tahap Sosialisasi Pelaksanaan di Tiga Kecamatan

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mendukung penuh pembangunan Bendungan Nagekeo yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Nagekeo.

NASIONAL | 16 September 2021

Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Kegiatan PTM dan Vaksinasi di Provinsi Banten

Wapres Ma'ruf Amin melakukan peninjauan PTM terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ponpes An-Nawawi Tanara.

NASIONAL | 16 September 2021

PON XX Papua, Polri-TNI Siapkan Langkah Cegah Gangguan KKB

Polri bersama TNI telah menyiapkan langkah pencegahan terhadap gangguan dari KKB yang kemungkinan muncul ketika perhelatan PON XX Papua.

NASIONAL | 16 September 2021

KLHK Perintahkan Penambangan Emas Tanpa Izin di Sulut Dihentikan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta aktivitas penambangan emas tanpa izin di Bolaang Mongondouw, Sulut dihentikan.

NASIONAL | 16 September 2021


11 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Korps Rapor atau kenaikan pangkat 11 perwira tinggi Polri, di Mabes Polri, Kamis (16/9/2021.

NASIONAL | 16 September 2021

PPDI: 3 Faktor Picu Kesenjangan Kesempatan Kerja pada Penyandang Disabilitas

Posisi yang ditawarkan juga sangat beragam, mulai dari tenaga teknis di laboratorium kesehatan, operator administrasi kependudukan dan catatan sipil dan guru.

NASIONAL | 16 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
Ketua KPK: Pembinaan SDM Transparan Hindarkan Jual Beli Jabatan

Ketua KPK: Pembinaan SDM Transparan Hindarkan Jual Beli Jabatan

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings