Logo BeritaSatu

Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Jika Restrukturisasi Utang Tak Tercapai

Kamis, 3 Juni 2021 | 19:04 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan pihaknya tengah berupaya menyelamatkan Garuda Indonesia salah satunya melalui restrukturisasi seluruh utang yang saat ini nilai utangnya membengkak dari semula Rp 20 triliun menjadi Rp 70 triliun.

Namun aksi penyelamatan ini juga memiliki risiko yang harus dihadapi yaitu jika restrukturisasi gagal maka Garuda Indonesia akan terancam bangkrut.

“Memang ada risiko apabila dalam restrukturisasi ada kreditur tidak menyetujui atau akhirnya banyak tuntutan-tuntutan legal terhadap Garuda. Bahkan bisa terjadi tidak mencapai kuorum dan akhirnya bisa terjadi akan menuju kebangkrutan, ini yang kami hindari sebisa mungkin dalam proses legalnya,” tutur Kartika dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI, Kamis (3/6/2021).

Sosok yang akrab dipanggil Tiko ini menuturkan, restrukturisasi utang itu memerlukan negosiasi dengan sejumlah pihak dan proses hukum yang kompleks.

"Apabila Garuda bisa restrukturisasi massal kepada seluruh lander, lessor dan pemegang sukuk dan juga melakukan cost reduction harapannya 50&lebih, maka Garuda bisa survive. Namun ini butuh satu negosiasi dan proses hukum yang berat karena melibatkan banyak pihak," ujar Tiko.

Apalagi mayoritas lessor perusahaan maskapai pelat merah itu adalah pihak asing ada yang dalam bentuk global sukuk bond, khususnya di kawasan Timur Tengah. Sehingga membutuhkan penanganan hukum internasional.

"Juga ada peminjam dalam bentuk global sukuk bond dari Timur Tengah sehingga kalau kita negosiasi internasional mau enggak mau harus melalui proses legal internasional karena mayoritas utang Garuda kepada lessor dan pemegang sukuk internasional," kata dia.

Meski begitu, ia berharap akan tercapai kesepakatan dari seluruh kreditur untuk menyepakati proses restrukturisasi Garuda.

Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan pemerintah, dengan total utang Garuda yang mencapai Rp 70 triliun atau setara US$ 4,5 miliar diharapkan dapat diturunkan utangnya di kisaran US$ 1 hingga 1,5 miliar.

“Secara sederhana, kalau EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) tidak sampai US$ 200-250 juta, itu secara kondisi keuangan yang normal maksimum rasionya 6 kali. Jadi sekitar US$ 250 kali 6, US$ 1,5 miliar. Di atas itu Garuda enggak bisa going concern karena enggak akan mampu bayar utang-utangnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan masalah terbesar Garuda Indonesia adalah beban kepada lessor yang mencapai 36 pihak. Oleh sebab itu, Kementerian BUMN berencana memetakan ulang lessor.

“Ada 36 lessor yang memang harus kami petakan ulang, mana lessor yang sudah masuk kategori dan kerja sama pada kasus yang sudah dibuktikan koruptif, itu yang pasti kami akan standstill (moratorium) bahkan negosiasi keras,” ucapnya.

Sedangkan, untuk lessor yang tidak bermasalah ia menuturkan pemegang saham akan mendorong Garuda Indonesia untuk melakukan negosiasi. Sebab, beban pembayaran kepada para lessor tersebut dirasa berat pada masa pandemi covid-19 saat ini.

“Beban kedua terberat yaitu memang kami harus berani mengubah bisnis model tidak hanya Garuda tetapi banyak perusahaan BUMN pasca-Covid-19,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kepala Sekolah Berperan Penting Gelorakan Indonesia Hebat

Kepemimpinan Indonesia diawali dan digelorakan dari sekolah-sekolah, dari anak-anak didik yang memiliki semangat untuk meraih cita-cita.

NEWS | 27 September 2022

Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Dibatasi 6.000 Orang Undangan

Pemakaman kenegaraan Shizo Abe dibatasi maksimal untuk 6.000 orang undangan. Banyak politisi oposisi memilih untuk menghindar.

NEWS | 27 September 2022

OTT Hakim Agung, KPK Soroti Lemahnya Pengawasan di MA

Terkait OTT Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati, KPK menyoroti lemahnya pengawasan di internal peradilan. 

NEWS | 27 September 2022

Disebut “Shadow Team” oleh Nadiem, Ini Peran GovTech Edu

GovTech Edu merupakan sebuah unit independen yang dibentuk Telkom untuk menghadapi tantangan besar yang ingin diselesaikan oleh Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022

Istima Ulama NTB Deklarasi Dukung Ganjar Jadi Presiden

Ratusan tuan guru, ulama, kiai, hingga cendekiawan muslim di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo jadi presiden

NEWS | 27 September 2022

Seragam Baru Polisi Lalu Lintas Akan Dilengkapi Body Camera

Anggota polisi lalu lintas atau polantas akan memiliki seragam baru yang dilengkapi dengan body camera atau bodycam

NEWS | 27 September 2022

Rekam Medis Digital Hadapi Tantangan Perlindungan Data Pribadi

Tantangan implementasi rekam medis digital saat ini bukan hanya pengelolaan data medis tetapi juga termasuk perlindungan data pribadi pasien.

NEWS | 27 September 2022

Trem Kota Bogor Diusulkan Terkoneksi LRT Cibubur-Baranangsiang

Trem Kota Bogor diudulkan agar terkoneksi dengan dengan light rail transit (LRT) koridor Cibubur-Baranangsiang.

NEWS | 27 September 2022

IPW Jelaskan Posisi Anggota DPR Terkait Private Jet Brigjen Hendra

IPW menjelaskan posisi anggota DPR yang meminta kepolisian menyelidiki penggunaan private jet oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang diduga milik bandar judi.

NEWS | 27 September 2022

Pemkot: Trem di Kota Bogor Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun

Pemkot Bogor membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk mewujudkan pembangunan trem

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekan Inflasi Pangan, Petani Milenial Subang Tanam Cabai

Tekan Inflasi Pangan, Petani Milenial Subang Tanam Cabai

EKONOMI | 3 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings