Logo BeritaSatu

Kempupera Hadapi Tantangan Pemanfaatan Sumber Air

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:06 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menghadapi tantangan pemanfaatan air permukaan di Indonesia yang mencapai Rp 2,8 triliun m3 per tahun. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PUPR mendorong penciptaan inovasi agar pemanfaatan sumber air berkeadilan.

Direktur Bina Teknik SDA Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Kementerian PUPR Eko Winar Irianto mengatakan bahwa penciptaan inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan eifisiensi, kualitas, dan kuantitas serta efektivitas infrastruktur di lingkungan Kempupera.

"Apalagi, seperti diketahui Indonesia memiliki kekayaan SDA kelima di dunia di mana ketersediaan air permukaan rata-rata Indonesia sebesar Rp 2,8 triliun m3 per tahun yang tersebar di 128 wilayah sungai di Indonesia," kata Eko melalui keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Sedangkan potensi air tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) di Indonesia juga cukup besar. Jumlah CAT terdata sebanyak 421 buah dengan potensi lebih dari 500 m3 per tahun dengan luas total 907.000 m2 atau 47,2 persen dari luas daratan.

Karena itu, kekayaan alam Indonesia yang melimpah tersebut merupakan potensi sekaligus tantangan besar untuk pemanfaatan sumber air yang berkeadilan.

Sebagai contoh, untuk ketersediaan air pemukaan, Pulau Kalimantan, Papua, dan Sumatera merupakan kepulauan yang mempunyai air permukaan sekitar 82 persen dari seluruh air permukaan di Indonesia.

Sedangkan Pulau Jawa hanya memiliki air permukaan 6,3 persen dari seluruh air permukaan tersebut. Tantangan lain yang harus dihadapi secara geografis adalah ketersediaan air per kapita antar kepulauan Indonesia yang sangat bervariasi.

Artinya, kata dia, lebih dari setengah total penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa hanya mendapatkan sedikit air yaitu sekitar 1.700 m3 per tahun per kapita atau sekitar 10 persen terhadap rata-rata ketersediaan air per kapita di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian PUPR menerapkan inovasi dengan melakukan pemerataan pembangunan di luar Jawa yang dapat memicu dan memperbaiki distribusi penyebaran penduduk Indonesia.

Buktinya, pembangunan di bidang SDA dilaksanakan di antaranya dengan meningkatkan kapasitas tampungan air seperti bendungan, situ, embung, danau, long storage sampai sumur resapan untuk meningkatkan air tanah.

Kata Eko, bendungan di Indonesia pada periode 1900 sampai 2014 berkisar 231 bendungan. Namun, seiring bertambahnya waktu, tantangan yang dihadapi pada pengelolaan bendungan adalah berkurangnya kapasitas tampung akibat sedimentasi.

Bagaimana tidak, laju pengurangan kapasitas tampungan bendungan rata-rata sekitar 1,28 persen per tahun. Karena itu, dengan adanya laju sedimentasi tersebut maka tanpa rekayasa teknik pemeliharaan, volume tampungan aktif yang tersisa berdasarkan umur bendungan diperkirakan hanya sekitar 53 persen.

Dengan demikian, untuk mengatasi masalah itu, selain dengan mengembalikan kapasitas tampungan bendungan yang ada melalui operasi dan pemeliharaan, juga pada periode 2015 sampai 2019, Kempupera akan merampungkan 16 bendungan dan 42 bendungan dalam tahap penyelesaian.

Melalui penambahan bendungan ini diharapkan dapat menaikkan kapasitas tampungan dari 12,46 miliar m3 per tahun menjadi 16,27 miliar m3 per tahun. Hal itu juga akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas layanan bendungan yang meliputi layanan irigasi, air baku, dan energi listrik.

Bukan cuma itu, luas area irigasi teknis yang dilayani waduk juga akan meningkat dari 760.000 ha menjadi 1,2 juta ha. Termasuk kapasitas layanan air baku yang akan meningkat dari 6,6 m3 per detik menjadi 54,13 m3 per detik. Juga akan menghasilkan peningkatan kapasitas PLTA dari 5.800 Megawatt menjadi 6.100 Megawatt.

Tidak berhenti di situ, pada periode 2020 sampai 2024, Kempupera juga menargetkan penyelesaian 61 bendungan yang tentu saja caranya disertai inovasi agar percepataan dan kualitas tetap terjaga. Bukan hanya pada tampungan, Kempupera juga memberdayakan potensi SDA dengan melakukan inovasi di bidang irigasi.

Berdasarkan data 2014, sebesar 49 persen jaringan irigasi yang dimiliki sudah berusia di atas 50 tahun dan 45 persen atau sekitar 3,2 juta ha jaringan irigasi dalam kondisi rusak.

Berkaca pada kondisi tersebut, maka pada periode 2015 sampai 2019, Kempupera melakukan pembukaan baru seluas 1 juta ha dan rehabilitasi 3 juta ha daerah irigasi. Sehingga pada 2020 sampai 2024 dilanjutkan dengan pembukaan baru seluas 500 ribu ha dan rehabilitasi 2,5 juta ha daerah irigasi.

Potensi Rawa 33,4 Juta Ha
Di samping menambah jumlah bendungan, Eko menjelaskan potensi rawa di Indonesia juga cukup besar seluas 33,4 juta ha yang tersebar di Sumatera 32,9 persen, Kalimantan 40,4 persen, Papua 21 persen dan Sulawesi 5,7 persen dari luas lahan rawa yang telah direklamasi. Tapi sayang, yang dimanfaatkan untuk pertanian baru 2,4 juta ha dan yang belum dimanfaatkan seluas 1,3 juta ha.

Dari catatan Eko, pemanfaatan lahan rawa masing-masing menjadi sawah sekitar 1,18 juta ha, menjadi kebun sekitar setengah juta ha, sebagai tambak seluas 0,48 juta ha, dan lainnya untuk pemukiman sekitar 0,32 juta ha.

Saat ini, ia menuturkan, dalam pengelolaan SDA di Indonesia, Kempupera telah menerapkan Integrated Water Resources Management (IWRM) atau yang biasa disebut sebagai pengelolaan SDA air terpadu.

"Di satu sisi, kita dihadapkan pada keterbatasan ketersediaan air pada musim tertentu di berbagai wilayah di Indonesia. Kemudian tuntutan peningkatan kualitas layanan, tuntutan efisiensi, konflik pengguna SDA, upaya pengendalian bencana yang dipicu air, tuntutan dalam menjaga pelestarian lingkungan demi pembangunan berkelanjutan termasuk pengelolaan SDA," ucapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga mempunyai peluang dalam pemanfaatan teknolgi informasi yang semakin mempermudah pengguna dengan rentang penggunaan yang sangat luas.

Demikian pula, penggabungan antar penerapan pengelolaan SDA secara terpadu dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menghasilkan kualitas pengelolaan SDA serta tahapan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi yang dikenal sebagai pengelolaan cerdas SDA atau Smart Water Management (SWM).

Menurut Eko, SWM digunakan mulai dari tahapan perencanaan sampai operasional, penggunaan sehari-hari hingga pengaturan dan penunjang pengambilan kebijakan di berbagai tingkatan pengelolaan, serta lintas kelompok pengguna SDA dan wilayah.

Dengan SWM, memungkinkan bagi pemerintah, industri, pemerhati, dan pengguna untuk mengintervensi prinsip-prinsip IWRM ke dalam strategi wilayah perkotaan secara regional dan nasional.

Potensi penerapan SWM dalam penggunaan SDA sangat luas di antaranya mencakup pengelolaan kuantitas, kualitas, efisiensi penggunaan irigasi, pemantauan keamanan infrastruktur SDA, penanganan risiko bencana alam terkait air termasuk kekeringan.

Langkah menuju SWM di Indonesia saat ini sudah mulai dirintis melalui kerja sama dengan BMKG untuk memprediksi tinggi curah hujan, arus dan tinggi muka air laut di berbagai wilayah di Indonesia mulai dari membaca beberapa jam, hari, dan beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan data pantauan berbagai satelit melalui, Eko mengatakan bahwa penerapan Early Warning System (EWS) secara real time untuk memantau ketersediaan air dan kualitas air di waduk, danau, embung, dan sungai serta keamanan bendungan melalui program dam operasional dan improvement safety project secara realtime. Mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan air dari berbagai kelompok pengguna air dan dari berbagai wilayah atau tempat melalui program organisasi pengelolaan irigasi.

Selanjutnya, evaluasi kondisi terkini infrastruktur SDA mulai dari penampung air, jaringan distribusi hingga outlet-outlet di lokasi pengguna melalui penerapan program pandu SWM di Bali.

"Pemanfaatan algoritma dan setrategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan efisiensi SDA guna memberikan layanan prima bagi pengguna," tutup Eko.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 4 Oktober 2022

Pergerakan kasus positif dan kematian Covid-19 di Jakarta sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik penerima vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus aktif Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik prevalensi tertinggi Covid-19 di 10 provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik positivity rate Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Klub Spanyol Elche Pecat Pelatih Francisco Rodriguez

Rodriguez sudah menangani Elche sejak November 2021 dan dia sebelumnya berhasil mempertahankan Elche di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, La Liga.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kesembuhan terendah Covid-19 di 10 provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus positif dan kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kematian tertinggi Covid-19 tingkat provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 4 Oktober 2022

Infografik prediksi puncak Covid-19 berdasarkan data 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings