Kempupera Hadapi Tantangan Pemanfaatan Sumber Air
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kempupera Hadapi Tantangan Pemanfaatan Sumber Air

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:06 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menghadapi tantangan pemanfaatan air permukaan di Indonesia yang mencapai Rp 2,8 triliun m3 per tahun. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PUPR mendorong penciptaan inovasi agar pemanfaatan sumber air berkeadilan.

Direktur Bina Teknik SDA Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Kementerian PUPR Eko Winar Irianto mengatakan bahwa penciptaan inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan eifisiensi, kualitas, dan kuantitas serta efektivitas infrastruktur di lingkungan Kempupera.

"Apalagi, seperti diketahui Indonesia memiliki kekayaan SDA kelima di dunia di mana ketersediaan air permukaan rata-rata Indonesia sebesar Rp 2,8 triliun m3 per tahun yang tersebar di 128 wilayah sungai di Indonesia," kata Eko melalui keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Sedangkan potensi air tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) di Indonesia juga cukup besar. Jumlah CAT terdata sebanyak 421 buah dengan potensi lebih dari 500 m3 per tahun dengan luas total 907.000 m2 atau 47,2 persen dari luas daratan.

Karena itu, kekayaan alam Indonesia yang melimpah tersebut merupakan potensi sekaligus tantangan besar untuk pemanfaatan sumber air yang berkeadilan.

Sebagai contoh, untuk ketersediaan air pemukaan, Pulau Kalimantan, Papua, dan Sumatera merupakan kepulauan yang mempunyai air permukaan sekitar 82 persen dari seluruh air permukaan di Indonesia.

Sedangkan Pulau Jawa hanya memiliki air permukaan 6,3 persen dari seluruh air permukaan tersebut. Tantangan lain yang harus dihadapi secara geografis adalah ketersediaan air per kapita antar kepulauan Indonesia yang sangat bervariasi.

Artinya, kata dia, lebih dari setengah total penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa hanya mendapatkan sedikit air yaitu sekitar 1.700 m3 per tahun per kapita atau sekitar 10 persen terhadap rata-rata ketersediaan air per kapita di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian PUPR menerapkan inovasi dengan melakukan pemerataan pembangunan di luar Jawa yang dapat memicu dan memperbaiki distribusi penyebaran penduduk Indonesia.

Buktinya, pembangunan di bidang SDA dilaksanakan di antaranya dengan meningkatkan kapasitas tampungan air seperti bendungan, situ, embung, danau, long storage sampai sumur resapan untuk meningkatkan air tanah.

Kata Eko, bendungan di Indonesia pada periode 1900 sampai 2014 berkisar 231 bendungan. Namun, seiring bertambahnya waktu, tantangan yang dihadapi pada pengelolaan bendungan adalah berkurangnya kapasitas tampung akibat sedimentasi.

Bagaimana tidak, laju pengurangan kapasitas tampungan bendungan rata-rata sekitar 1,28 persen per tahun. Karena itu, dengan adanya laju sedimentasi tersebut maka tanpa rekayasa teknik pemeliharaan, volume tampungan aktif yang tersisa berdasarkan umur bendungan diperkirakan hanya sekitar 53 persen.

Dengan demikian, untuk mengatasi masalah itu, selain dengan mengembalikan kapasitas tampungan bendungan yang ada melalui operasi dan pemeliharaan, juga pada periode 2015 sampai 2019, Kempupera akan merampungkan 16 bendungan dan 42 bendungan dalam tahap penyelesaian.

Melalui penambahan bendungan ini diharapkan dapat menaikkan kapasitas tampungan dari 12,46 miliar m3 per tahun menjadi 16,27 miliar m3 per tahun. Hal itu juga akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas layanan bendungan yang meliputi layanan irigasi, air baku, dan energi listrik.

Bukan cuma itu, luas area irigasi teknis yang dilayani waduk juga akan meningkat dari 760.000 ha menjadi 1,2 juta ha. Termasuk kapasitas layanan air baku yang akan meningkat dari 6,6 m3 per detik menjadi 54,13 m3 per detik. Juga akan menghasilkan peningkatan kapasitas PLTA dari 5.800 Megawatt menjadi 6.100 Megawatt.

Tidak berhenti di situ, pada periode 2020 sampai 2024, Kempupera juga menargetkan penyelesaian 61 bendungan yang tentu saja caranya disertai inovasi agar percepataan dan kualitas tetap terjaga. Bukan hanya pada tampungan, Kempupera juga memberdayakan potensi SDA dengan melakukan inovasi di bidang irigasi.

Berdasarkan data 2014, sebesar 49 persen jaringan irigasi yang dimiliki sudah berusia di atas 50 tahun dan 45 persen atau sekitar 3,2 juta ha jaringan irigasi dalam kondisi rusak.

Berkaca pada kondisi tersebut, maka pada periode 2015 sampai 2019, Kempupera melakukan pembukaan baru seluas 1 juta ha dan rehabilitasi 3 juta ha daerah irigasi. Sehingga pada 2020 sampai 2024 dilanjutkan dengan pembukaan baru seluas 500 ribu ha dan rehabilitasi 2,5 juta ha daerah irigasi.

Potensi Rawa 33,4 Juta Ha
Di samping menambah jumlah bendungan, Eko menjelaskan potensi rawa di Indonesia juga cukup besar seluas 33,4 juta ha yang tersebar di Sumatera 32,9 persen, Kalimantan 40,4 persen, Papua 21 persen dan Sulawesi 5,7 persen dari luas lahan rawa yang telah direklamasi. Tapi sayang, yang dimanfaatkan untuk pertanian baru 2,4 juta ha dan yang belum dimanfaatkan seluas 1,3 juta ha.

Dari catatan Eko, pemanfaatan lahan rawa masing-masing menjadi sawah sekitar 1,18 juta ha, menjadi kebun sekitar setengah juta ha, sebagai tambak seluas 0,48 juta ha, dan lainnya untuk pemukiman sekitar 0,32 juta ha.

Saat ini, ia menuturkan, dalam pengelolaan SDA di Indonesia, Kempupera telah menerapkan Integrated Water Resources Management (IWRM) atau yang biasa disebut sebagai pengelolaan SDA air terpadu.

"Di satu sisi, kita dihadapkan pada keterbatasan ketersediaan air pada musim tertentu di berbagai wilayah di Indonesia. Kemudian tuntutan peningkatan kualitas layanan, tuntutan efisiensi, konflik pengguna SDA, upaya pengendalian bencana yang dipicu air, tuntutan dalam menjaga pelestarian lingkungan demi pembangunan berkelanjutan termasuk pengelolaan SDA," ucapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga mempunyai peluang dalam pemanfaatan teknolgi informasi yang semakin mempermudah pengguna dengan rentang penggunaan yang sangat luas.

Demikian pula, penggabungan antar penerapan pengelolaan SDA secara terpadu dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menghasilkan kualitas pengelolaan SDA serta tahapan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi yang dikenal sebagai pengelolaan cerdas SDA atau Smart Water Management (SWM).

Menurut Eko, SWM digunakan mulai dari tahapan perencanaan sampai operasional, penggunaan sehari-hari hingga pengaturan dan penunjang pengambilan kebijakan di berbagai tingkatan pengelolaan, serta lintas kelompok pengguna SDA dan wilayah.

Dengan SWM, memungkinkan bagi pemerintah, industri, pemerhati, dan pengguna untuk mengintervensi prinsip-prinsip IWRM ke dalam strategi wilayah perkotaan secara regional dan nasional.

Potensi penerapan SWM dalam penggunaan SDA sangat luas di antaranya mencakup pengelolaan kuantitas, kualitas, efisiensi penggunaan irigasi, pemantauan keamanan infrastruktur SDA, penanganan risiko bencana alam terkait air termasuk kekeringan.

Langkah menuju SWM di Indonesia saat ini sudah mulai dirintis melalui kerja sama dengan BMKG untuk memprediksi tinggi curah hujan, arus dan tinggi muka air laut di berbagai wilayah di Indonesia mulai dari membaca beberapa jam, hari, dan beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan data pantauan berbagai satelit melalui, Eko mengatakan bahwa penerapan Early Warning System (EWS) secara real time untuk memantau ketersediaan air dan kualitas air di waduk, danau, embung, dan sungai serta keamanan bendungan melalui program dam operasional dan improvement safety project secara realtime. Mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan air dari berbagai kelompok pengguna air dan dari berbagai wilayah atau tempat melalui program organisasi pengelolaan irigasi.

Selanjutnya, evaluasi kondisi terkini infrastruktur SDA mulai dari penampung air, jaringan distribusi hingga outlet-outlet di lokasi pengguna melalui penerapan program pandu SWM di Bali.

"Pemanfaatan algoritma dan setrategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan efisiensi SDA guna memberikan layanan prima bagi pengguna," tutup Eko.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Jebloskan Eks Bupati Malang ke Lapas Surabaya

Selain pidana badan, Rendra juga dijatuhi hukuman denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Ini Alasan Megawati Bersedia Terima Gelar Profesor Kehormatan

Dengan demikian, kata Megawati, tradisi pemimpin pembelajar harus menjadi bagian dari kultur bangsa.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Menteri Trenggono Yakin KKP Bisa Tingkatkan Nilai Tukar Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan meningkatkan Nilai Tukar Nelayan (NTN)

NASIONAL | 11 Juni 2021

Rektor Unhan: Megawati Putri Terbaik Bangsa

Menurutnya, selama periode kepemimpinan Megawati, banyak menerbitkan berbagai kebijakan yang sangat mendukung tugas-tugas Kementerian Pertahanan RI dan TNI.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Tinjau RS Lapangan Kogabwilhan, Ganip Warsito Pastikan Kesiapan Antisipasi Lonjakan Covid-19 dari Bangkalan

“Langkah-langkah yang bersifat medis, lapangan untuk pembatasan dan pendekatan dengan tokoh masyarakat untuk bisa sama-sama menekan Covid-19,” kata Ganip.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Berkebaya Merah, Megawati Didampingi Prabowo Subianto di Unhan

menhan Prabowo Subianto mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang dikukuhkan dengan gelar Profesor Kehormatan oleh Universitas Pertahanan

NASIONAL | 11 Juni 2021

Kemdikbudristek Ucapkan Selamat atas Pengukuhan Megawati Jadi Guru Besar

Kemdikbudristek menyampaikan ucapan selamat secara resmi kepada Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri yang dikukuhkan menjadi profesor oleh Unhan.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Pengukuhan Gelar Profesor Megawati, Unhan Dibanjiri Karangan Bunga

Ratusan karangan bunga ucapan selamat membanjiri Universitas Pertahanan tempat digelarnya sidang senat pengukuhan gelar profesor bagi Megawati Soekarnoputri

NASIONAL | 11 Juni 2021

BPK dan ANAO Bahas Tanggapan SAI terhadap Pandemi

Ketua BPK Agung Firman Sampurna menjelaskan mengenai perkembangan Covid-19 di Indonesia serta pendekatan BPK dari perspektif strategis untuk merespons pandemi.

NASIONAL | 11 Juni 2021

Unhan Anugerahi Gelar Profesor kepada Megawati Soekarnoputri

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri akan dianugerahi gelar Profesor Kehormatan melalui sidang senat terbuka Unhan

NASIONAL | 11 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS