Logo BeritaSatu

2 Penyidik KPK Tegaskan Tak Pernah Intimidasi Saksi Bansos

Jumat, 11 Juni 2021 | 21:11 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Yoga menegaskan tidak pernah mengintimidasi Agustri Yogasmara, seorang saksi perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos). Hal ini disampaikan Praswad dan Yoga melalui kuasa pendampingnya, March Falentino. Praswad dan Yoga diketahui dilaporkan Yogas ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan saat ini sedang menjalani sidang etik.

“Bahwa penyidik KPK kan diisukan melakukan intimidasi terhadap saksi. Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi terhadap saksi apalagi kekerasan fisik,” tegas March di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Dikatakan, dalam melaksanakan tugasnya, seperti penggeledahan dan pemeriksaan saksi, setiap penyidik KPK selalu mendokumentasikan kegiatannya baik secara audio maupun video. Hal ini dilakukan sebagai fungsi kontrol bagi petugas penyidik maupun pihak yang digeledah. Selain itu, di dalam pemeriksaan di KPK, ruangan direkam dan bisa dipantau secara real time oleh struktrual, baik itu direktur penyidikan (dirdik), deputi penindakan maupun kelima pimpinan KPK.

“Jadi, apa yang dilakukan oleh penyidik itu bisa dikontrol, diawasi, dan selalu mengikuti SOP maupun peraturan perundangan yang berlaku,” ujar March.

March menyatakan tugas penyidik bukanlah untuk membuat senang saksi atau pihak terkait lainnya. Dikatakan, penyidik bertugas mencari fakta, menegakkan hukum dan mencari kebenaran terkait suatu perkara yang ditangani.

Untuk itu, jika setiap keluhan, perasaan ketidaksukaan yang dirasakan tersangka, saksi atau pihak terkait lainnya itu ditindaklanjuti dengan sidang etik akan menjadi preseden buruk KPK maupun penegakan hukum pada umumnya. Hal ini lantaran proses etik ini mempengaruhi jalannya penyidikan.

“Karena penyidik harus meluangkan waktu, tenaga maupun konsentrasi yang terbagi-bagi dalam melaksanakan penyidikan maupun proses etik ini,” ucapnya.

Sidang etik terhadap Praswad dan Yoga saat ini sedang berjalan dua kali. March menyatakan dalam sidang selanjutnya, pihaknya akan mengajukan saksi-saksi meringankan serta saksi ahli. March meyakini Dewas akan bersifat objektif dan memberikan putusan yang seadil-adilnya terhadap Praswad dan Yoga.

“Kami yakin bahwa Dewas dalam hal ini Majelis Etik dapat bersifat objektif dan dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya sesuai dengan peraturan kode etik yang berlaku di KPK dan fakta-fakta yang timbul pada sidang etik tersebut,” kata March.

Dalam kesempatan ini, March membeberkan, pelapor Praswad dan Yoga, yakni Agustri Yogasmara merupakan saksi penting dalam perkara dugaan suap bansos. Berdasarkan fakta persidangan, Yogas diduga mendapat jatah 400.000 paket bansos dari Kementerian Sosial (Kemsos). Selain itu, Yogas juga diduga menerima dua unit sepeda mewah dan uang dari vendor bansos.

Akan tetapi, Yogas kerap bersikap tidak kooperatif. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, bahkan mengultimatum Yogas karena dianggap memberikan keterangan yang berbelit-belit dan tidak kooperatif. Sikap tidak kooperatif telah ditunjukkan Yogas sejak proses penyidikan. Salah satunya dengan pergi ke luar negeri saat akan diperiksa penyidik.

“Sehingga, dilakukan strategi dan metode tertentu untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata March.

Sidang dugaan pelanggaran kode etik Praswad dan Yoga berawal dari laporan saksi kasus dugaan korupsi bansos Covid-19, Yogas atas dugaan pelanggaran kode etik. Kedua penyidik dilaporkan atas dugaan melakukan intimidasi dan ancaman kepadanya sebanyak tiga kali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadapi Malaysia, Timnas U-17 Indonesia Tanpa Kapten Iqbal Gwijangge

Kapten Timnas U-17 Indonesia, Muhammad Iqbal Gwijangge, tidak akan tampil saat menghadapi Malaysia di laga terakhir Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

NEWS | 8 Oktober 2022

Kasus Suap HGU Sawit di Riau, KPK Sita Sin$ 100.000

KPK menyita uang sekitar Sin$ 100.000 terkait penyidikan kasus dugaan suap dalam pengurusan HGU di Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau.

NEWS | 8 Oktober 2022

Cak Imin Doa Bersama Habaib dan Ribuan Warga Jakarta

Cak Imin doa bersama habaib dan ribuan warga DKI Jakarta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

NEWS | 8 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFA

Kabar gembira, Indonesia dipastikan tidak mendapatkan sanksi dari FIFA terkait tragedi Kanjuruhan Malang.

NEWS | 8 Oktober 2022

Relawan Perkuat Poros Kemenangan Ganjar di Jatim, Jateng, dan Jambi

Relawan Sahabat Ganjar memperkuat poros kemenangan untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 di sejumlah kota di Jatim, Jatim, dan Jambi.

NEWS | 8 Oktober 2022

BNPT Kukuhkan 50 Anak Muda Papua Jadi Duta Damai Dunia Maya

BNPT mengukuhkan 50 anak muda Papua sebagai Duta Damai Dunia Maya di salah satu hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 8 Oktober 2022

Wagub Jawa Barat Ingatkan BUMD untuk Penuhi Target

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan BUMD untuk segera memenuhi target setoran laba sebagai kontribusi terhadap PAD.

NEWS | 8 Oktober 2022

Jumat Malam, Perumahan Dosen IKIP Bekasi Banjir 1,5 Meter

Banjir kembali merendam Perumahan Dosen IKIP, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (7/10/2022) malam.

NEWS | 8 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa AS Turun karena Suku Bunga Setelah Laporan Pekerjaan

Bursa AS Turun karena Suku Bunga Setelah Laporan Pekerjaan

EKONOMI | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings