BNPT Sebut Pertanyaan TWK Pegawai KPK Kreasi Asesor untuk Korek Kebenaran
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNPT Sebut Pertanyaan TWK Pegawai KPK Kreasi Asesor untuk Korek Kebenaran

Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:23 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dijalani pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) belakangan menuai polemik. Salah satunya terkait pertanyaan di dalam proses TWK yang dinilai sebagian pihak tidak relevan dengan wawasan kebangsaan.

Direktur Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisas Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid menyatakan, tim asesor yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan terdiri dari sejumlah lembaga lainnya, seperti BNPT, Badan Intelijen Negara (BIN), Pusat Intel Angkatan Darat, Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan lainnya memiliki independensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Dikatakan, tim asesor memiliki otoritas dalam berkreasi dalam melontarkan pertanyaan untuk mengeksplorasi wawasan kebangsaan peserta asesmen.

"Sejatinya tim asesor memiliki otoritas dan berkreasi di dalam memberikan pertanyaan untuk mengorek atau mendapatkan informasi secara benar dan objektif terhadap objek yang diwawancarai," kata Ahmad Nurwakhid dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Dicontohkan, pertanyaan memilih antara Pancasila dan Alquran. Nurwakhid mengatakan, tujuan pertanyaan tim asesor itu untuk mengetahui sejauh mana kematangan peserta di dalam memahami agama. Peserta yang berpotensi radikal, akan memilih Alquran, sedangkan, peserta yang memiliki nasionalisme cenderung akan memilih Pancasila.

Menurutnya, mengamalkan Pancasila sejatinya sama dengan mengamalkan agama karena semua sila dalam Pancasila adalah perintah Allah SWT di dalam Alquran.

"Bagi mereka yang memiliki kematangan dalam beragama tentu akan menjawab seperti itu. Bisa mereka menjawab tidak memilih dua-duanya atau dia bisa mengatakan memilih Pancasila karena kalau memilih Pancasila sama saja juga memilih Alquran atau dia menjelaskan memilih dua-duanya itu," kata Nurwakhid.

Terkait pertanyaan mengenai penggunaan jilbab, Nurwakhid, mengatakan, pertanyaan itu diajukan untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu memilih dan memilah antara kewajiban agama dengan kewajiban di dalam mentaati aturan di lembaga tempatnya mengabdi.

"Katakanlah di TNI Polri ataupun ASN ada ketentuan "tidak boleh menggunakan menggunakan jilbab", sementara di dalam agama kewajiban menutup aurat meskipun jilbab merupakan budaya di dalam rangka kewajiban menutup aurat, maka seorang ASN, TNI/Polri kalau dia moderat dia akan memilih untuk mengikuti ketentuan yang sudah menjadi kesepakatan di dalam institusinya di mana yang bersangkutan disumpah," katanya.

Demikian pula terkait pertanyaan mengenai pernikahan siri atau menikah untuk kedua kalinya dan seterusnya. Nurwakhid mengatakan, mereka yang berstatus warga sipil, atau bukan berstatus sebagai ASN, atau anggota TNI/ Polri memang diperbolehkan untuk menikah secara siri atau menikah dua kali, karena dibenarkan di dalam fikih keagamaan. Namun, ketentuan tersebut tentu berbeda bagi ASN atau anggota TNI/Polri yang tidak memperbolehkan untuk menikah siri atau menikah kedua kalinya.

"Ketika dia TNI-Polri ataupun ASN di mana ketentuannya tidak boleh melakukan hal tersebut maka kalau moderat dia akan menjawab saya tidak akan melakukannya karena dilarang di dalam ketentuan institusi kami. Tetapi kalau mereka berpotensi radikal maka dia akan menjawab boleh dan kecenderungan dia melanggar," katanya.

Nurwakhid menekankan, tugas tim asesor bertujuan menggali informasi secara benar dan objektif. Untuk itu diperkenankan berkreasi dalam melontarkan pertanyaan sesuai dengan kaidah. Hal itu dilakukan lantaran seseorang yang berpotensi radikal cenderung Taqiyyah atau bersembunyi, bersiasat untuk menutupi agenda ataupun niatannya.

"Sehingga pertanyaan yang macam-macam itu merupakan kreasi atau variasi yang digunakan oleh para asesor untuk menemukan jawaban tersebut dan asesor tentu saja dalam hal ini menggunakan teknik wawancara secara investigatif bukan teknik wawancara penelitian pada umumnya tapi investigatif seperti seorang penyidik di dalam mengeksplor jawaban atau keterangan daripada terperiksa dan lain sebagainya," katanya.

Untuk itu, Nurwakhid menilai pertanyaan-pertanyaan dalam asesmen TWK pegawai KPK merupakan sebagai lumrah dan wajar. Namun, Nurwakhid menduga terdapat pihak tertentu yang sengaja mengembuskan atau 'menggoreng' proses asesmen TWK pegawai KPK, termasuk terkait pertanyaan yang diajukan kepada peserta untuk kepentingan dan tujuan tertentu.

"Saya kira hal-hal seperti sesuatu yang sangat biasa dan sengaja ini digoreng sebagai bentuk perlawanan dari mereka. Justru menurut saya hal ini menunjukkan bentuk perlawanan ini menunjukkan bahwa apa yang ditanyakan oleh para asesor menemukan kebenarannya," katanya.

Hal ini, kata Nurwakhid, lantaran salah satu karakter kaum radikal adalah kecenderungan untuk melawan atau memberontak atau insubordinasi terhadap segala ketentuan ataupun peraturan yang ada maupun melawan terhadap pemimpin atau pemerintahan yang sah. Selain itu, seorang yang radikal cenderung memiliki kontrol emosional yang labil, cenderung mengeklaim kebenaran, seperti merasa paling benar, merasa paling suci atau merasa paling adil.

Disebutkan, kaum radikal juga kerap mengeklaim sebagai representasi umat atau masyarakat mayoritas; cenderung playing victim atau merasa diperlakukan tidak adil, dizolimi; cenderung bermain dengan peta konflik dengan memantik atau membuat isu yang bertujuan membuat konflik.

"Kemudian mereka juga pandai ber-taqiyyah yaitu bersiasat, termasuk berbohong untuk menyembunyikan jati diri ataupun agenda atau niatannya. Dan yang paling bahaya adalah mereka kecenderungan untuk menghalalkan segala cara atas nama agama," ungkap Nurwakhid.

Nurwakhid menjelaskan, kecenderungan sikap dan perilaku semacam itu disebabkan oleh sifat dasar yang gemar mengkafirkan entitas agama lain atau pemahaman atas ajaran agama tertentu atau disebut takfiri. Watak tersebut, katanya memunculkan perilaku lain seperti eksklusifitas, intoleransi dan kecenderungan menghalalkan segala cara.

Selain itu, kata Nurwakhid, kaum radikal cenderung antipemerintahan yang sah. Dikatakan, sikap anti-pemerintah bukan berarti bersikap sebagai oposisi ataupun kritis, tetapi sikap membenci pemerintahan dengan destruktif, menyebar kebohongan, hate speech, provokatif maupun adu domba.

"Karena memang kecenderungan mereka sejatinya adalah ingin membentuk distrust masyarakat kepada pemerintahan yang sah. Kemudian mereka anti-Pancasila, pro-khilafah atau pro-daulah Islamiyah. Kemudian mereka kecenderungan anti budaya ataupun kearifan lokal keagamaan dan lain sebagainya. Ini yang menjadi kewaspadaan kita bersama," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pesta Kesenian Bali Ke-43, Presiden: Kita Tunjukkan pada Dunia Bali Aman Dikunjungi

Kepala Negara sangat mengapresiasi pilihan tema yang tersebut.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Meningkat, Keterisian Ruang Isolasi RS di Bandung Jadi 86%

Tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, meningkat menjadi 86 persen.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Satgas Nemangkawi Berhasil Tangkap Buronan KKB Miron Tabuni

Satgas Nemangkawi berhasil membekuk buronan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Miron Tabuni, di Kota Mimika, Papua.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Universitas di Selandia Baru Jadi Pilihan Siswa Indonesia

Education New Zealand menggelar partners workshop week untuk membangun relasi dalam pendidikan internasional dengan 10 negara Asia, termasuk Indonesia.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Kunjungan ke Pasar Legi Solo, Puan Ditemani Gibran dan Bambang Pacul

Puan akan menyerahkan bantuan untuk masyarakat dan petani, yang dihadiri Wali Kota Solo, dan diikuti secara virtual oleh Bupati Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Disnaker Jabar Sebut Haleyora Sudah Bayarkan THR

Dalam dokumen pemeriksaan Disnaker Jabar disimpulkan, pemasok tenaga alih daya PLN tersebut tidak melanggar aturan.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Tingkatkan Pendidikan Mandiri, CGI Kerja Sama dengan UPI

Investasi kerja sama PT CGI dengan UPI ini bernilai Rp 10 triliun dan bila tidak ada halangan MoU ini akan dilanjutkan dengan kerja sama berikutnya, 20-25 tahun

NASIONAL | 12 Juni 2021

Keripik Brownies Ketan Produksi IKM di Sidoarjo Diekspor ke Turki

Pertumbuhan positif ekonomi Turki hingga 7 persen di Triwulan I 2021 meskipun di tengah pandemi, melupakan peluang bagi produk ekspor Indonesia.

NASIONAL | 12 Juni 2021

Ini 16 Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS World University 2022

Namun hanya 2 yang berhasil masuk daftar 300 besar, yakni Universitas Gadjahmada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI).

NASIONAL | 12 Juni 2021

Wisata Gunung Bromo Tutup Tiga Hari Selama Upacara Yadnya Kasada

Parisada Hindu Dharma Indonesia minta menutup kunjungan wisata ke Gunung Bromo selama kegiatan upacara Yadnya Kasada 2021.

NASIONAL | 12 Juni 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Semen Grobogan Resmi Jadi Pelanggan Listrik Tegangan Tinggi PLN

NASIONAL | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS