Logo BeritaSatu

Penguatan Wawasan Kebangsaan Harus Terus Dilakukan

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:33 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Suhardi Alius, mengatakan, penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan. Tujuannya, mengikis maraknya adu domba dan hoax demi terciptanya kehidupan kebangsaan yang harmonis serta demokrasi yang santun di Indonesia.

Menurut dia, bila nasionalisme dan wawasan kebangsaan bangsa Indonesia kembali seperti dulu, otomatis radikalisme berkonotasi negatif serta terorisme akan terkikis.

"Ini yang terjadi sekarang. Radikalisme dalam perspektif negatif yang sudah sering saya sampaikan saat menjabat sebagai kepala BNPT. Ada empat indikatornya, yaitu intoleransi, anti-Pancasila, anti-NKRI dan penyebaran paham takfiri (mengkafirkan orang)," kata dia dalam keterangan diperoleh di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

"Kalau masuk klasifikasi ini harus kita kikis, kita reduksi dan hilangkan. Mari kita sosialisasikan pada anak anak kita, pada generasi kita khususnya generasi muda agar tidak mudah terpapar paham itu, bagaimana kita harus kuatkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan,” kata dia.

Ia mencontohkan implementasi penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan itu dengan kembali mengadakan upacara bendara tiap Senin, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan naskah Pancasila.

"Inilah salah satu yang membuat karakter bangsa dengan baik, kalau tidak dilakukan itu akan hilang. Sekarang generasi muda kita banyak yang tidak hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya, itu tidak bisa disalahkan karena kurikulumnya sudah seperti itu. Nah sekarang kita ubah kembali, dimulai dari sekarang sehingga kita bisa melihat hasilnya nanti 5-10 tahun mendatang," kata dia.

Sasaran Empuk
Ia mengungkapkan, saat ini generasi muda menjadi sasaran empuk penyebaran paham-paham tersebut, selain masyarakat umum lainnya. Faktanya, media sosial sekarang dipenuhi dengan berbagai macam hoax dan adu domba.

Ironisnya, kondisi ini dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal intoleran untuk memecah belah masyarakat.

Ia menilai, saat ini budaya saring sebelum sharing generasi muda dan masyarakat sangat rendah karena mereka menelan begitu saja berbagai informasi yang masuk karena tidak punya kemampuan memverifikasi dan memfilter pesan-pesan yang masuk. Hal ini dipengaruhi salah satunya adalah tingkat pendidikan masyarakat.

“Kalau yang sudah berpendidikan cukup intelektual kan akan berpikir saat menerima informasi benar atau tidak, tetapi untuk yang golongan menengah ke bawah termasuk yang tidak punya pemahaman itu, hal itu akan dianggap menjadi suatu kebenaran. Ini yang berbahaya, mereka bisa menyebarkan kembali informasi yang diterima yang padahal belum tentu kebenarannya, bisa saja itu berisikan hal terkait radikal terorisme. Ini yang harus kita jaga,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi di G-20

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi pada kelompok negara G-20.

NEWS | 29 September 2022

Disebut Jadi "Kuda Hitam" 2024, Erick Thohir: Hasil Kerja Adalah Pencitraan Terbaik

Menteri BUMN Erick Thohir digadang-gadang bakal menjadi kuda hitam di Pilpres 2024, namun memilih untuk terus bekerja. 

NEWS | 29 September 2022

KPK Bakal Kirim Surat Panggilan Kedua, Lukas Enembe Diharap Kooperatif

KPK bakal mengirimkan surat pemanggilan sebagai tersangka untuk kedua kalinya kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

NEWS | 29 September 2022

Gelar Beauty Make Up Class, IIPG Ajak Perempuan Golkar Tampil Cantik

Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) menggelar pelatihan merias bertitel Beauty Make Up Class untuk para anggotanya.

LIFESTYLE | 29 September 2022

Presiden Jokowi Sebut Inflasi Sektor Pangan Menakutkan

Presiden Jokowi menyatakan bahwa yang paling ditakuti pemerintah saat ini adalah inflasi di sektor pangan, khususnya bahan makanan.

NEWS | 29 September 2022

Gemari Vespa Tua, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Bagikan Tips

Wagub Jabar (Wakil Gubernur Jawa Barat), Uu Ruzhanul Ulum menjadi salah satu penggemar berat sepeda motor dari Italia, Vespa tua.

NEWS | 29 September 2022

Taiwan Bakal Akhiri Karantina Covid-19 untuk Kedatangan

Taiwan akan mengakhiri karantina Covid-19 untuk kedatangan mulai 13 Oktober dan menyambut wisatawan kembali.

NEWS | 29 September 2022

Demokrat Sebut Duet Anies-AHY Hampir Tak Tertandingi

Wacana duet Anies Baswedan-AHY disebut hampir tak tertandingi apabila merujuk pada hasil survei saat ini.

NEWS | 29 September 2022

Putri Candrawathi Siap Jalani Sidang Pembunuhan Brigadir J

Putri Candrawathi siap menjalani sidang dan mengungkap fakta dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

NEWS | 29 September 2022

Program BLT Bukan Kerugian Keuangan Negara

penyaluran BLT merupakan kebijakan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab ketika melihat dan merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

EKONOMI | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings