Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Perpanjang Penahanan Eks Dirut Sarana Jaya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Perpanjang Penahanan Eks Dirut Sarana Jaya

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:52 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan. Masa penahanan Yoory, yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta, diperpanjang selama 40 hari ke depan.

Dengan demikian, Yoory setidaknya bakal mendekam di sel tahanannya di Rutan Pomdam Jaya Guntur hingga 25 Juli 2021 mendatang.

"Tim penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka YRC (Yoory Corneles) selama 40 hari terhitung mulai 16 Juni 2021 sampai 25 Juli 2021 di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Perpanjangan masa penahanan ini dilakukan karena penyidik masih terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul yang menjerat Yoory. Termasuk memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui sengkarut kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp152,5 miliar tersebut.

"Proses penyidikan untuk pemberkasan perkara masih terus dilakukan, di antaranya dengan melakukan pemanggilan saksi-saksi," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di daerah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. Selain Yoory, KPK juga menetapkan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, dan Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe serta PT Adonara Propertindo.

Belakangan, KPK juga menetapkan pengusaha yang merupakan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Kasus ini bermula pada 4 Maret 2019. Saat itu, Anja bersama-sama Tommy Adrian dan Rudy Hartono Iskandar menawarkan tanah yang berlokasi di Munjul seluas lebih kurang 4,2 hektare kepada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ). Padahal, saat itu, tanah tersebut sepenuhnya masih milik Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Sebagai tindak lanjutnya, diadakan pertemuan antara Anja dan Tommy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Yogyakarta, yang dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan pembelian tanah oleh Anja, Tommy, dan Rudy yang berlokasi di daerah Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta dengan nilai Rp 2,5 juta permeter atau total Rp 104,8 miliar.

Pembelian tanah yang dilakukan oleh Anja bersama dengan Tommy dan atas sepengetahuan Rudy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilaksanakan pada 25 Maret 2019, dan seketika langsung dilakukan perikatan jual beli sekaligus pembayaran uang muka oleh Anja dan Tommy dengan jumlah sekitar Rp 5 miliar melalui rekening bank atas nama Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus. Pelaksanaan serah terima Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan tanah girik dari pihak Kogregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilakukan melalui notaris yang ditunjuk oleh Anja.

Kemudian, Anja, Tommy dan Rudy menawarkan tanah tersebut kepada Sarana Jaya dengan harga permeternya Rp7,5 juta atau total Rp315 miliar.

Selanjutnya, diduga terjadi proses negosiasi fiktif dengan kesepakatan harga Rp5,2 juta permeter dengan total Rp217 miliar. Kemudian pada 8 April 2019, dilakukan penandatanganan pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perumda Sarana Jaya antara pihak pembeli yaitu Yoory Corneles Pinontoan selaku Direktur Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja.

Masih pada waktu yang sama, juga dilakukan pembayaran sebesar 50% atau sekira sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran oleh Sarana Jaya kepada Anja sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Terkait pelaksanaan pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta tersebut, KPK menduga Perumda Sarana Jaya melakukan empat perbuatan melawan hukum, yakni tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait; beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate; dan adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja dan Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan.

Perbuatan pidana para tersangka telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp152,5 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penguatan Wawasan Kebangsaan Harus Terus Dilakukan

Bila nasionalisme dan wawasan kebangsaan bangsa Indonesia kembali seperti dulu, otomatis radikalisme berkonotasi negatif serta terorisme akan terkikis.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Penanganan Lingkungan Mumpuni, Pemkab Banyuwangi Sejajar dengan Kota Besar Lainnya di Dunia

Banyuwangi akan sejajar dengan kota-kota besar seperti Berlin (Jerman), Copenhagen (Denmark), Stockholm (Swedia), dan 85 kota lainnya di dunia.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Bodypack dan Arkiv Rilis Tas Hasil Kolaborasi “Childhood Memories”

Bodypack berkolaborasi dengan Arkiv Vilmansa untuk meluncurkan beberapa tas edisi khusus.

NASIONAL | 16 Juni 2021

KPK Dalami Mencuatnya Nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah di Sidang Suap Benur

KPK akan dalami mencuatnya nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah dalam sidang perkara dugaan suap izin ekspor benih lobster.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Gara-gara Covid-19, 4 Sekolah di Jakarta Tunda PTM

Empat sekolah yang ditunda, yakni SMAN Unggulan MH Thamrin, SD Kenari 08, SMP Jakarta Islamic School, dan Madrasah Ibtidaiyah Rumah Pendidikan Islam

NASIONAL | 16 Juni 2021

Masalah Navigasi, Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Grobogan

Helikopter BNPB melakukan pendaratan darurat di Lapangan Bola Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021).

NASIONAL | 16 Juni 2021

Ironis, Petugas di Posko Covid-19 di Labuan Bajo Tidak Kenakan Masker

Labuhan Bajo merupakan daerah tujuan wisata superprioritas yang ditetapkan pemerintah.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah

Sesuai tradisi yang dibangun Presiden Jokowi, prosesi upacara pelantikan dimulai dari ruang Kredensial, Istana Merdeka.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Video Bupati Solok Mengamuk kepada Staf Puskesmas Tanjung Bingkung

Bupati Solok Epyardi Asda mengamuk dan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak puskesmas.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Pendekatan Yurisdiksi Janjikan Pembangunan Berkelanjutan Efisien dan Seimbang

Pendekatan yurisdiksi menjadi kunci untuk membuka peluang investasi hijau masuk ke daerah dengan komitmen berkelanjutan.

NASIONAL | 12 Juni 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Greysia Polii


# Akidi Tio


# Olimpiade Tokyo


# Jokowi



TERKINI

Tahap 34, Sebanyak 500.000 Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

KESEHATAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS