Kemkeu Catat Rata-rata Kerugian Akibat Bencana Capai Rp 22,85 Triliun Per Tahun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkeu Catat Rata-rata Kerugian Akibat Bencana Capai Rp 22,85 Triliun Per Tahun

Kamis, 17 Juni 2021 | 18:44 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi geografis Indonesia yang terletak di jalur cincin api pasifik (ring of fire) menyebabkan hampir seluruh wilayah rentan terpapar risiko bencana. Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana cadangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bentuk kesiapan pendanaan.

Setiap tahunnya, Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat rata-rata kerugian akibat bencana di Indonesia mencapai Rp 22,85 triliun.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara (PRKN) Kemkeu, Heri Setiawan setidaknya ketiga bencana alam besar (gempa bumi, kebakaran dan banjir) menjadi penyumbang terbesar atau sekitar 76,7%.

“Tapi memang bencana besar Indonesia luas jenis bencana banyak dan berbarengan besar-besar skalanya,” katanya dalam webinar Mitigasi Pembiayaan Risiko Bencana Alam, Kamis (17/6/2021).

Dipaparkan Heri, bencana Tsunami di Aceh tahun 2015 menjadi bencana penyumbang terbesar kerugian negara Rp 51,4 triliun. Selanjutnya disusul bencana Gempa Yogyakarta tahun 2006 Rp 29,15 triliun, bencana Gempa Padang tahun 2009 Rp 28,5 triliun, Gempa dan Tsunami Sulteng tahun 2018 Rp 23,1 triliun, dan gempa NTB tahun 2018 Rp 18,2 triliun.

Korban gempa di kawasan reruntuhan rumahnya di Desa Karang Pangsor, Kec. Pemenang, Kab. Lombok Utara, Rabu (8/8/2018).

Lalu kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 Rp 16,1 triliun, banjir DKI Jakarta tahun 2007 Rp 5,18 triliun, dan erupsi Gunung Merapi tahun 2010 Rp 3,63 triliun.

Lebih lanjut Direktur Humanitarian & Emergency Affairs, Wahana Visi Indonesia, Margaretha Siregar mengatakan pembiayaan risiko bencana, di Indonesia penting karena melihat data terdapat lebih 1.400 kali kejadian bencana di Indonesia di tahun 2021.

"Kita sudah melihat ada sekian banyak pengungsi atau orang yang harus dievakausi akibat bencana tersebut. Belum lagi kita melihat betapa banyak kerugian baik material maupun imaterial yang terjadi akibat bencana ini," kata Margaretha.

Ia menambahkan, tingginya risiko bencana tersebut membutuhkan inovasi pembiayaan risiko bencana. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merumuskan apa saja yang perlu dilakukan atau direkomendasikan terkait bencana dan rehabilitasinya. Namun, hal itu harus ditindaklanjuti hingga level masyarakat sebagai pihak penerima manfaat dari pembiayaan risiko bencana.

"Pemerintah sudah melakukan yang baik. Seperti menggelontorkan perlindungan sosial di Indonesia Rp 408,8 triliun tahun 2021, program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT)/program sembako dan bantuan sosial (BTS) dan program Kemensos berupa perlindungan sosial terdampak bencana, seperti rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni, bantuan sosial tunai," ujarnya.

Peran Swasta

Peneliti di Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan menyatakan mitigasi pembiayaan risiko bencana di Indonesia perlu dukungan dari berbagai pihak.

"Tidak hanya pemerintah tapi masyarakat dan sektor swasta. Karena pada kenyataannya, sebenarnya apa yang telah dilakukan pemerintah selama ini sudah cukup baik. Hanya permasalahannya adalah kapasitas pemerintah untuk menanggulangi seluruh bencana itu terbatas," kata dia.

Menurut Deni, selama ini ada GAP sekitar 78% pembiayaan mitigasi risiko bencana yang bisa ditanggulangi oleh APBN. "Kita perlu membangun sebuah sistem penanggulangan bencana yang lebih integratif," jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terduga Teroris KDW Belajar Meracik Bom Lewat Buku

KDW belajar meracik bom dari buku dan membagi pengetahuan kepada jaringannya melalui media sosial, termasuk menyuplai bahan bakunya

NASIONAL | 17 Juni 2021

KPK Bantah TWK Menargetkan Pegawai Tertentu

Nurul Ghufron menyatakan, pimpinan KPK tidak menargetkan untuk menyingkirkan pegawai tertentu melalui proses asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK)

NASIONAL | 17 Juni 2021

Polri: KDW, Penyuplai Bahan Baku Bom kepada 4 Pelaku Teror

KDW pernah menyuplai bahan baku pembuatan bom kepada tersangka terorisme berinsial PHP yang telah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, Februari 2016 lalu

NASIONAL | 17 Juni 2021

KPK Imbau Kasad Andika Perkasa Setor LHKPN

KPK mengimbau setiap penyelenggara negara, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menyetorkan LHKPN

NASIONAL | 17 Juni 2021

BPK: Aspek Kepemimpinan Penting dalam Merespon Pandemi di Daerah

Anggota VI BPK Harry Azhar Azis berpendapat dampak pandemi Covid-19 juga menuntut dilakukannya penguatan kapasitas daerah.

NASIONAL | 17 Juni 2021

Jasa Medivest Tambah Kendaraan Pengangkut Limbah Medis

PT Jasa Medivest sudah menambah lima unit kendaraan pengangkut limbah medis sehingga total, ada 12 kendaraan.

NASIONAL | 17 Juni 2021

Grab Vaccine Center Targetkan 10.000 Penduduk DIY

Neneng Goenadi juga menyatakan, penyelenggara juga menyediakan armada antarjemput khusus penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi.

NASIONAL | 17 Juni 2021

Nurul Ghufron: Komnas HAM Tanyakan Isu Taliban di KPK

Ghufron mengakui salah satu hal yang dikonfirmasi Komnas HAM mengenai isu taliban di tubuh lembaga antikorupsi.

NASIONAL | 17 Juni 2021

Diklarifikasi Komnas HAM, Nurul Ghufron Jelaskan Dasar Hukum TWK

Ghufron mengaku menjelaskan mengenai dasar hukum pelaksanaan TWK yang menjadi syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN)

NASIONAL | 17 Juni 2021

Wali Kota Denpasar Komitmen Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

Wali kota Denpasar berkomitmen untuk mendukung terciptanya perlindungan perempuan dan anak.

NASIONAL | 17 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS