Romo Magnis: Jangan Suruh Masyarakat Pilih Pancasila atau Agama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Romo Magnis: Jangan Suruh Masyarakat Pilih Pancasila atau Agama

Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:42 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jangan menyuruh atau mengarahkan masyarakat untuk memilih agama atau Pancasila.

"Misalnya, saya ditanya pilih ajaran Katolik atau Pancasila, itu pertanyaan apa?" kata Romo Franz pada webinar dengan tema Pancasila: Tandingan Agama atau Etika Kebangsaan? di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Ia menilai adanya pertanyaan memilih Pancasila atau agama sama saja dengan menggerogoti kesetiaan seseorang pada Pancasila karena memberi kesan memilih agama atau Pancasila.

"Jadi, yang membuat pertanyaan ini sendiri sebenarnya tidak Pancasilais," kata Romo Franz.

Jika pertanyaan yang sama ditujukan kepada umat Islam memilih Pancasila atau Alquran, hal itu berbahaya dan perlu diselidiki.

Pancasila lahir bukan untuk bersaing dengan agama mana pun sehingga ke depan tidak pernah ada lagi pertanyaan-pertanyaan memilih Pancasila atau agama maupun kitab suci.

Romo Franz juga meminta Pancasila tidak dilebih-lebihkan, apalagi sudah mengarah pada hal politis. Masalahnya, akan kontraproduktif karena meminta seseorang memilih Pancasila atau agama.

Untuk menjadi orang Indonesia, setiap orang tidak perlu melepaskan identitasnya masing-masing apakah itu suku, apalagi mengompromikan agama atau keyakinan.

Sebagai manusia, kata dia, setiap orang memiliki keterikatan sosial kepada keluarga, kampung halaman, negara, dan tentunya pada agama.

Persoalan memilih Pancasila atau Alquran pertama kali mencuat dalam tes wawasan kebangsaan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sendiri mengaku tidak mengetahui adanya materi soal yang mempertanyakan perihal memilih Pancasila atau Alquran.

"KPK dan saya tidak tahu tentang materi soalnya, metode dan bagaimana mekanisme evaluasinya, semuanya kami pasrahkan ke Badan Kepegawaian Negara," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi: Penutupan Jalan di Bandung Guna Tekan Lonjakan Covid-19

Penutupan jalan yang diberlakukan pada sore dan malam hari itu guna menekan mobilitas masyarakat, sehingga diharapkan tidak ada kerumunan masyarakat.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Pentolan Seknas Jokowi-Prabowo 2024 Berkumpul di Jakarta

Dia ingin membawa para relawan kelompoknya untuk membangun jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 19 Juni 2021

19 Narapidana Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

Sebelum dipindahkan seluruh narapidana terlebih dahulu mengikuti swab rapid test antigen untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Kasus Covid-19 Meningkat, KAI Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

KAI telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 33.000 pegawai atau 73% dari keseluruhan pegawai KAI dan anak-anak usahanya.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi, PPLIPI Gelar Program Warung Cilik

Dalam program warung cilik ini, PPLIPI menjual makan dengan mematok harga serba Rp 5.000.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Zona Integritas Syarat Perguruan Tinggi Hasilkan SDM Unggul

ITS berkomitmen tinggi menjadi kampus yang WBK, WBBM, birokrasi yang bersih dan capable dan melayani dengan prima.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Pentingnya Sistem Informasi di Era Digital

Universitas Pelita Harapan menggelar virtual open house untuk jurusan Sistem Informasi pada Sabtu mendatang (26/6/2021) pukul 10.00 WIB.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Waspadai Cuaca Ekstrem di 21 Provinsi

Suhu udara hari ini berkisar 20 derajat Celsius hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50% sampai 100%.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Rachmat Gobel: Pers Anak Kandung Peradaban Modern

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel menilai pers merupakan anak kandung peradaban modern.

NASIONAL | 19 Juni 2021

Rachmat Gobel Ingin Produk Lokal Mengglobal

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel menginginkan agar produk lokal menjadi produk global.

NASIONAL | 19 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS