Logo BeritaSatu

Wali Kota Solo Akan Tutup Sekolah Pelaku Perusakan Makam, Setara Institute: Langkah Tepat

Selasa, 22 Juni 2021 | 16:23 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute, Antonius Benny Susetyo mengatakan, rencana Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang akan menutup lembaga pendidikan para pelaku perusakan makam Kristen di Solo, Jawa Tengah, sudah tepat.

“Menurut saya apa yang dilakukan Wali Kota Solo sudah tepat. Memang harus tegas dalam menyikapi masalah ini karena ini menyangkut konstitusi negara kita. Dan yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah sekolah dan pendidiknya,” kata Antonius Benny Susetyo kepada Beritasatu.com, Selasa (22/6/2021).

Pria yang akrab disapa Romo Benny ini menegaskan Gibran sebagai pemimpin daerah harus tegas dan tidak boleh kompromi terhadap tindakan intoleransi, meski hal itu dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Jadi Gibran telah melakukan yang tepat. Itu menandakan ia tidak kompromi dan menunjukkan seorang pemimpin daerah harus tegas. Langkah yang dilakukan Gibran sudah tepat dan sesuai konstitusi,” terang Romo Benny.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini melihat Gibran telah menjalankan konstitusi negara dengan baik, benar, dan konsisten. Karena itu ia mengharapkan seluruh pemimpin daerah bisa mengikuti langkah-langkah yang dilakukan Gibran bila menghadapi persoalan intoleransi.

Tindakan intoleransi, lanjut Romo Benny, tidak sesuai dengan konstitusi bangsa dan negara Indonesia. Anak-anak bisa melakukan tindakan intoleransi, menggambarkan ada unsur kebencian terhadap agama tertentu yang diajarkan dalam sekolah mereka.

“Ini sangat berbahaya,” tegas Romo Benny.

Seperti diketahui, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merasa geram saat mengunjungi lokasi makam yang dirusak. Ia menegaskan tidak akan segan-segan menutup lembaga pendidikan anak-anak tersebut jika terbukti mengajarkan sikap-sikap intoleran.

“Segera kita proses, ini tidak bisa dibiarkan. Pendidikan anak-anak yang masih kecil ini harus diperbaiki. Semua harus diproses, anak-anak dibawah umur itu harus mendapat pembinaan. Aksi mereka sudah kurang ajar sekali. Ini bentuk intoleransi dan ngawur banget. Ya sekolahnya tutup saja, sudah nggak benar ngajarin anak-anak seperti ini,” tegas Gibran Rakabuming Raka.

Sebanyak 12 makan Kristen dirusak oleh sekelompok anak-anak SD. Mereka merusak nisan, salib dan simbol-simbol keagamaan lainnya di belasan makam tersebut. Nisan makam dirusak dengan cara dipukul hingga patah. Puing-puing bekas patahan nisan berserakan di sekitar makam.

Melihat tindakan tersebut sudah menjurus ke intoleransi, maka polisi turun tangan untuk menyelesaikannya. Hingga saat ini, polisi sudah menangkap sebagian dari pelaku. Penyelesaian kasus akan dilakukan secara kekeluargaan terlebih dahulu karena para pelaku masih dibawah umur.

Pihak sekolah dan orangtua para pelaku sudah menyanggupi melakukan perbaikan makam yang dirusak.

Sampai saat ini, polisi masih menelusuri dugaan motif doktrin yang salah pada anak-anak tersebut. Pihak kepolisian setempat sedang memeriksa orang tua dan pimpinan lembaga pendidikan tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tidak Bertambah

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, tetap berjumlah 25 orang, atau tidak mengalami penambahan.

NEWS | 30 September 2022

Semester 1 2022, Mesir Sudah Dikunjungi 4,9 Juta Turis

Sekitar 4,9 juta turis mengunjungi Mesir dalam enam bulan pertama 2022, meningkat 85,4 persen dibandingkan 2,6 juta turis pada periode yang sama tahun 2021.

NEWS | 30 September 2022

PGRI Minta UU Guru dan Dosen Dicabut dari RUU Sisdiknas

PGRI menyarankan pemerintah untuk mencabut UU Guru dan Dosen dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas)

NEWS | 30 September 2022

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Bangkit Bergerak Bersama Pancasila

"Bangkit Bergerak Bersama Pancasila", menjadi tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati pada 1 Oktober.  

NEWS | 30 September 2022

PGRI Ungkap 3 Penyebab Polemik RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas yang disusun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi polemik

NEWS | 30 September 2022

PDIP: Integrasi Transportasi Publik Era Anies Berhasil

PDIP menyatakan, program integrasi transportasi publik pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berhasil.

NEWS | 30 September 2022

Jumat, 3 Wilayah di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta pada hari ini akan diwarnai hujan yang turun hujan ringan hingga sedang

NEWS | 30 September 2022

Pembangunan Permukiman di Pulau G Masih Pengarahan

Kawasan reklamasi pulau G diarahkan untuk kawasan permukiman baru sebatas pengarahan dan belum terwujud

NEWS | 30 September 2022

Eks Pegawai KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur dari Tim Kuasa Hukum Sambo

Eks Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo meminta agar Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mundur sebagai kuasa hukum Sambo

NEWS | 30 September 2022

Penyebab Kematian Ratu Elizabeth Terungkap dalam Sertifikat

Penyebab kematian Ratu Elizabeth terungkap dalam sertifikat yang diterbitkan oleh National Records of Scotland.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tidak Bertambah

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tidak Bertambah

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings