Kubu Juliari Nilai Eks Pejabat Kemsos Tak Layak Sandang Status Justice Collaborator
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kubu Juliari Nilai Eks Pejabat Kemsos Tak Layak Sandang Status Justice Collaborator

Selasa, 22 Juni 2021 | 18:38 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos) Matheus Joko Santoso mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atas perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang membuatnya menjadi terdakwa. Matheus mengeklaim hanya menjalankan perintah mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara yang juga terdakwa perkara suap ini, termasuk untuk memungut fee sebesar Rp 10.000 per paket dari para vendor yang menggarap bansos.

Menanggapi hal ini, Maqdir Ismail, kuasa hukum Juliari menilai, permohonan JC Matheus sudah sepatutnya ditolak. Menurut Maqdir, Matheus Joko tidak layak menyandang status JC. Bahkan, Maqdir menyebut Matheus Joko seharusnya dihukum berat.
"MJS (Matheus Joko Santoso) seharusnya dihukum dengan hukuman tinggi dan permohonannya dikesampingkan. Dengan cara seperti ini orang tidak akan dengan mudah dan gampang seolah-olah mencari perlindungan, seolah-olah adalah korban. Kalau tidak ada OTT, dia (MJS) sudah memegang uang cukup banyak hampir Rp 14 miliar. Sedangkan yang lain tidak ada yang pegang uang," kata Maqdir dalam keterangannya, Selasa (22/6/2021).

Maqdir menilai, permohonan JC yang diajukan Matheus Joko hanya untuk mengundang perhatian dan melempar kesalahan. Dikatakan Maqdir, dalam proses persidangan, para saksi vendor bansos mengungkap telah dipalak Matheus Joko.

"Menurut hemat saya MJS tidak pantas untuk mendapat status sebagai JC, karena dia adalah kewenangan pelaku utama terjadinya perkara bansos. MJS tidak bisa disebut sebagai saksi mahkota," tegasnya.


Maqdir mengungkapkan, di banyak negara, umumnya saksi mahkota digunakan untuk membongkar perkara atau kejahatan terorganisir dan tidak mudah pembuktiannya. Namun, Maqdir menyebut, perkara dugaan suap bansos Covid-19 adalah perkara yang mudah dan buktinya cukup jelas. Matheus Joko Santoso tertangkap tangan dengan bukti uang yang nyata serta hasil penyadapan.

Dengan demikian, Matheus justru merupakan aktor sebenarnya dari kasus dugaan suap Bansos di Kemsos. Bahkan, dia tertangkap pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Maqdir juga menyebutkan, berdasarkan BAP dan keterangan saksi di persidangan, Matheus Joko dan Daning Saraswati juga terlibat hubungan asmara dengan cara hidup dan kesusilaan yang tidak sesuai dengan kebiasaan orang Indonesia. Keterangan Maqdir tersebut diperkuat oleh kesaksian terpidana Harry Van Sidabukke, saat persidangan dengan terdakwa Matheus beberapa waktu lalu, yang mengungkapkan Matheus Joko dan Daning Saraswati memiliki kedekatan personal.

Bahkan, Matheus Joko pernah memperkenalkan Daning sebagai istri muda (tanpa ikatan pernikahan) kepada Harry Van Sidabukke. Tak hanya itu, Matheus Joko disebutkan pernah memberikan modal sebesar Rp 3 miliar untuk pendirian PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) – salah satu vendor “akal-akalan” dalam proyek bansos yang dimiliki oleh Daning. Selain memperoleh modal usaha untuk mendirikan PT RPI, Daning juga mendapat “jatah” rumah di daerah Cakung Jakarta Timur, mobil Toyota Vios dan Toyota Cross, dan safe deposit box (SDB) BRI senilai Rp 1,8 miliar.

Di sisi lain, Harry Van Sidabukke mengeklaim tidak pernah memberikan komitmen fee kepada Juliari. Harry mengaku permintaan fee hanya datang atau inisiatif dari Matheus Joko. Atas dasar itu, Maqdir menegaskan, Matheus Joko jelas-jelas terus berupaya menyembunyikan kejahatannya dengan melempar tanggung jawab.

"Saksi seperti MJS ini adalah saksi yang tidak bertanggung jawab. Dia adalah orang mau cari kekayaan dan hidup bersenang-senang, kemudian melemparkan tanggung jawab ke atasan. Makanya saya katakan ini adalah saksi durhaka," kata Maqdir.

Diketahui, Matheus Joko Santoso mengajukan diri sebagai JC terkait perkara dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjeratnya sebagai terdakwa. Pengajuan diri sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum ini disampaikan Matheus Joko melalui kuasa hukumnya, Tangguh Setiawan Sirait dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6/2021).

"Izin yang mulia ingin mengajukan permohonan JC Yang Mulia dari terdakwa Matheus Joko," kata Tangguh kepada Majelis Hakim.

Tangguh kemudian menyerahkan surat pengajuan JC kepada Majelis Hakim. Tim Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menanggapi permohonan Matheus Joko tersebut dalam sidang dengan agenda tuntutan.
Usai persidangan, Tangguh Setiawan menjelaskan alasan kliennya mengajukan diri sebagai JC. Tangguh mengatakan, kliennya merasa dimanfaatkan oleh Mensos Juliari Peter Batubara yang juga terdakwa perkara suap ini. Matheus Joko, kata Tangguh, hanya menjalankan perintah Juliari, termasuk untuk memungut fee sebesar Rp 10.000 per paket dari para vendor yang menggarap bansos.
"Kurang lebih karena ini sifatnya hanya diperintah, maka dari situ saya meyakinkan klien saya Pak Matheus Joko untuk mengajukan JC dan membuka seluruhnya apa saja yang sebenarnya terjadi di Kementerian Sosial ketika itu," katanya.

Tangguh menyebut, kliennya sudah mengajukan diri sebagai JC sejak 1 April 2021. Pengajuan JC disampaikan kepada KPK.

"Sebenarnya 1 April sudah kami ajukan ke KPK, hanya di Pengadilan kami melihat dulu, kami ingin yakinkan Hakim dan Jaksa bahwa memang kami konsisten membuka satu persatu fakta di persidangan ini," katanya.

Tangguh berharap tim Jaksa Penuntut KPK dan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor mengabulkan permohonan JC yang diajukan kliennya. Tangguh menyatakan Matheus Joko siap berkomitmen dengan status JC, termasuk membantu membongkar pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini.

"Sebenarnya alasan simplenya karena kita ingin dapat keadilan, biar bagaimanapun dari awal persidangan saya sampaikan Pak Matheus Joko ini hanya menjalankan, pemberi perintah, perintah dari Pak Menteri," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan pejabat PPK Kemsos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menerima suap bersama mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Adi dan Joko didakwa berperan mengumpulkan fee dari para vendor dan menyerahkannya ke mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Total suap yang diterima Juliari berdasarkan dakwaan jaksa KPK mencapai Rp 32,482 miliar.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

NU Dukung Langkah Gibran Menghukum Perusak Makam di Solo

Menurut NU, penegakan hukum merupakan satu upaya untuk menekan tingkah para kelompok intoleran.

NASIONAL | 22 Juni 2021

Kapolri: Sinergisitas Polri-Auditor Kunci Cegah Korupsi

Perlu tindaklanjut untuk penguatan kerja sama antara Polri dan Auditor dalam kegiatan operasional pencegahan dan penegakan hukum

NASIONAL | 22 Juni 2021

Polri: Tak Semua Wilayah Papua Diganggu KKB

Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri mengisi seminar yang digelar oleh BEM Perguruan Muhammadiyah Seluruh Indonesia

NASIONAL | 22 Juni 2021

Soal Makam Kristen Dirusak, Setara Institute Desak Kemdikbudristek Turun Tangan

Kemdikbudristek diminta untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan perusakan makam, agar tidak terulang kembali

NASIONAL | 22 Juni 2021

Kasus Suap Penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai Segera Dimejahijaukan

KPK telah merampungkan penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai

NASIONAL | 22 Juni 2021

Tak Hanya Pegawai KPK, MAKI Juga Cabut Permohonan Terkait Polemik TWK di MK

Pencabutan permohonan uji materi terkait alih status pegawai KPK menjadi ASN juga dilakukan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI)

NASIONAL | 22 Juni 2021

Wali Kota Solo Akan Tutup Sekolah Pelaku Perusakan Makam, Setara Institute: Langkah Tepat

Gibran sebagai pemimpin daerah harus tegas dan tidak boleh kompromi terhadap tindakan intoleransi, meski hal itu dilakukan oleh anak-anak SD.

NASIONAL | 22 Juni 2021

Setara Institute: Lembaga Pendidikan Pelaku Perusakan Makam di Solo Harus Diproses Hukum

Benny Susetyo menegaskan lembaga pendidikan tempat pelaku perusakan 12 makam Kristen di Solo, Jawa Tengah, harus diproses hukum.

NASIONAL | 22 Juni 2021

Anggota Komisi IV DPR Puji Agriculture War Room Kemtan

Pasalnya, AWR memungkinkan monitoring pertanaman secara real time dan beresolusi tinggi.

NASIONAL | 22 Juni 2021

Kasus Korupsi Tanah di Munjul, KPK Telusuri Aset Eks Dirut Sarana Jaya

Penelusuran aset ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung.

NASIONAL | 22 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS