Logo BeritaSatu

Komnas PA: Perusakan Makam Terjadi karena Paham Radikalisme

Rabu, 23 Juni 2021 | 17:56 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyatakan terjadinya perusakan makam Nasrani di Kota Solo oleh anak-anak, dikarenakan adanya penanaman paham-paham radikalisme dan ujaran kebencian.

"Hal ini jelas intoleransi dan bentuk eksploitasi kepada anak. Saya melihat ini eksploitasi anak-anak untuk dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang menanamkan paham-paham radikalisme dan ujaran kebencian," katanya kepada Beritasatu.com, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, hal ini harus diperiksa lebih lanjut hingga tuntas oleh pihak kepolisian. Diakui kejadian ini sebagai proses belajar yang dilakukan oleh kelompok tertentu dengan mengeksploitasi anak-anak secara politis.

"Kenapa makam yang sudah lama harus dirusak. Dan ternyata ada temuan dari perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Solo, bahwa ada lembaga pendidikan yang setelah di investigasi, tidak memiliki izin. Namun mereka mengeksploitasi muridnya, mulai dari usia kelas 1-6 SD untuk merusak makam tersebut," ungkap Arist.

Hal itu bisa terjadi karena adanya unsur penanaman paham radikalisme dan ujaran kebencian. Adanya intoleransi ini jelas merusak nilai-nilai Pancasila bangsa Indonesia.

Maka sekolah itu harus ditutup, karena anak-anak yang merusak makam tersebut, dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu.

Dengan demikian, proses hukum yang dilakukan ada 2 yakni pertama, anak-anak dibina kembali, dipanggil orang tuanya agar menjadi satu kesadaran, sehingga bisa dilihat apa sesungguhnya penanaman paham-paham radikalisme.

Kedua, yang bertanggung jawab adalah pengelola lembaga pendidikan dan tenaga pendidik yang ada di sekitar tersebut, wajib dimintai pertanggungjawaban atau diproses secara hukum atau diproses hukum.

"Saya tidak tahu apa itu bentuknya asrama atau bukan, karena masih perlu pendalaman lebih lanjut. Tetapi kalau anak-anaknya berasal dari berbagai daerah atau sekitar Solo, bisa orang tuanya dipanggil juga," jelas dia.

Dengan begitu, pihak kepolisian bisa membongkar kasus ini. Apakah ada penanaman paham-paham radikalisme dan ujaran kebencian. Jadi sudah seharusnya ditutup lembaga pendidikan tersebut.

"Kami Komnas Perlindungan Anak mendukung sikap dari Wali Kota Solo dan proses hukum harus tetap berjalan sekaligus lembaga pendidikan itu harus ditutup," tegas Arist.

Sebelumnya diberitakan sejumlah anak usia sekolah dasar (SD) merusak makam Nasrani di tempat pemakaman umum (TPU) Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah.

Polisi masih menyelidiki dugaan doktrin intoleransi pada anak-anak yang melakukan perusakan. Sedangkan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pelaku perusakan tetap diproses hukum.

Perusakan makam yang dilakukan murid sebuah lembaga pendidikan -yang diduga tidak ada izinnya- akan tetap diproses dan tidak bisa dibiarkan, apalagi melibatkan murid yang masih kecil usia tiga hingga 12 tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun mengungkap ada praktik pungutan liar di Samsat Polres Metro Jakarta Selatan ketika sedang mengurus perpanjangan STNK.

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

NEWS | 28 September 2022

TECH Dukung Menteri Nadiem Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta siap mendukung Menteri Nadiem mewujudkan digitalisasi pendidikan tingkat dasar dan menengah.

NEWS | 28 September 2022

Tiba di Halmahera Barat, Jokowi Sapa Warga

Dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Barat.

NEWS | 28 September 2022

Krisis Energi, Jerman Batal Tutup Pembangkit Listrik Nuklir

Krisis energi akan memaksa Jerman untuk membatalkan rencana penutupan pembangkit listrik nuklir.

NEWS | 28 September 2022

Bareskrim Usut Dugaan Penipuan Mark AI, Kerugian Rp 25 Miliar.

Bareskrim mengusut kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI

NEWS | 28 September 2022

Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah Tegaskan Objektif

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bakal bersikap objektif dalam menjalankan tugas sebagai kuasa hukum Putri.

NEWS | 28 September 2022

2 Eks KPK Perkuat Tim Pengacara Sambo dan Putri Candrawathi

Dua eks pegawai KPK, yakni Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, memperkuat tim pengacara Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 28 September 2022

Pakar Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Hukum di Indonesia

Penegasan Presiden Jokowi mengenai perlu adanya reformasi hukum di Indonesia disambut baik oleh pakar hukum pidana.

NEWS | 28 September 2022

Rusia Usir Diplomat Jepang yang Dituduh Spionase

Rusia mengusir diplomat Jepang yang dituduh melakukan spionase. FSB telah menghentikan aktivitas spionase di Konsulat Jenderal Jepang di Vladivostok.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings