Perusakan Makam, Anwar Abbas: Selesaikan dengan Kearifan Lokal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perusakan Makam, Anwar Abbas: Selesaikan dengan Kearifan Lokal

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:54 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas meminta kasus perusakan makam Nasrani di Kota Solo, sebaiknya cukup diselesaikan dengan kearifan lokal.

Menurutnya Indonesia sebagai negara Pancasila, jadi perlu saling menghormati satu sama lain. Kalau memang ada terjadi intoleransi banyak cara mengatasinya. Salah satunya dengan musyawarah penyelesaian masalah dan membuat kesepakatan bersama.

"Kita ini punya budaya (timur). Kalau ada sengketa gunakan dahulu kearifan lokal. Tentu kita ingin menciptakan rasa aman, tentram, damai dan bahagia. Mereka yang bersengketa sudah jalankan proses mediasi dan kesepakatan. Seharusnya pihak kepolisian tidak perlu lagi menjerat dengan berbagai pasal pidana, karena mereka sudah menyelesaikannya," katanya kepada Beritasatu.com, Rabu (23/6/2021).

Selama masyarakat setempat, lanjut Anwar, bisa menyelesaikan permasalahannya, pihak kepolisian atau pemerintah tidak perlu turut campur. Kecuali masyarakat tersebut tidak mampu menyelesaikannya dan pemerintah harus turun tangan.

“Saya hanya mengingatkan bahwa negara ini memang negara hukum. Tapi penyelesaian suatu masalah tidaklah hanya bisa ditempuh melalui pendekatan keamanan dan hukum saja, tetapi juga bisa melalui pendekatan-pendekatan lain seperti pendekatan kearifan lokal atau sosiologis, dialogis atau musyawarah, ekonomi, politik dan lainnya,” urainya.

Jadi banyak cara yang bisa dilakukan sehingga negeri ini aman tenteram dan damai dimana rakyatnya sama-sama merasa terhormat dan dihormati serta tidak ada yang merasa menang dan kalah. Tetapi semuanya merasa dan menyadari bahwa dalam hidup bermasyarakat itu kita harus saling hormat menghormati, agar hidup dalam kebersamaan itu terasa indah dan nikmat.

"Sementara yang bersalah yakni lembaga pendidikan dan pendidiknya diberi peringatan atau sanksi sosial dan nasehat baik itu dari masyarakat sendiri seperti Ketua RT dan RW, ulama, tokoh masyarakat serta pemda setempat sudah cukup," ungkap dia.

Ditegaskan, kalau negeri ini ingin keluar dari berbagai masalah, kerukunan sangat penting. Tetapi memang terkadang hal ini sering terusik oleh beberapa hal. Jadi jangan dibiarkan masalah ini menjadi besar. Masalah yang sudah diselesaikan oleh masyarakat dengan adanya pertemuan mediasi dan musyawarah, sudah cukup.

"Mereka sudah ada dialog, mediasi dan kesepakatan. Jadi pihak kepolisian tidak perlu membawa ke ranah hukum, karena sudah diselesaikan dengan pendekatan sosial. Makanya saya mengkritik kalau menggunakan pendekatan keamanan atau pendekatan hukum, karena nantinya akan ada yang menang dan kalah. Tentu ini menyakitkan," terang Anwar.

Jadi kepolisian tidak perlu turut campur, karena perannya adalah menjaga keamanan, persatuan dan kesatuan suatu masyarakat. Kalau kedua belah pihak sudah ada menemukan kesepakatan damai dan menyelesaikan masalah, hal itu sebaiknya dibiarkan saja dan didukung.

"Jadi jangan mentang-mentang orang terdidik, langsung diselesaikan dengan pasal pidana. Kalau semua masalah mengunakan pendekatan hukum, penjara bisa penuh bahkan tidak bisa menampung," ucap dia.

Maka dari itu, sebagai bangsa yang beradab, sebaiknya permasalahan tersebut langsung diselesaikan di daerah Solo dan tidak perlu dibawa ke ranah pusat. Jangan juga menimbulkan masalah baru, padahal bisa diselesaikan dengan bijaksana.

"Bila sudah terjadilah kesepakatan dan saling memaafkan dalam musyawarah tersebut, hal itu seharusnya sudah selesai sehingga negeri ini tidak gaduh. Makanya kearifan lokal sangat diperlukan," tutup Anwar.

Sebelumnya diberitakan sejumlah anak usia sekolah dasar (SD) merusak makam Nasrani di tempat pemakaman umum (TPU) Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah.

Polisi masih menyelidiki dugaan doktrin intoleransi pada anak-anak yang melakukan perusakan. Sedangkan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pelaku perusakan tetap diproses hukum.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kapolri Diminta Atensinya atas Penanganan Kasus di Polres Bantul

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta untuk memberikan atensi terhadap penanganan kasus yang sedang ditangani Polres Bantul

NASIONAL | 28 Oktober 2021

ISODEL Kembali Digelar, Kemendikbudristek Targetkan 1.000 Partisipan

Pusdatin Kemendikbudristek akan menyelenggarakan kembali ISODEL dengan target 1.000 partisipan

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Putra Nababan Ungkap Alasan Citra DPR Tak Bisa Dibandingkan dengan Lembaga Lain

Anggota DPR RI, Putra Nababan menilai citra DPR tidak bisa serta merta dibandingkan dengan lembaga lain.

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Kapolri Beri Penghargaan kepada 2.850 Personel Polri

Penghargaan diberikan atas pengabdian dan dedikasi anggota selama bertugas.

NASIONAL | 28 Oktober 2021


Perguruan Tinggi NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa

PT NU jangan sampai melupakan pengembangan sisi rohani bagi para mahasiswanya.

NASIONAL | 28 Oktober 2021



Kemkominfo dan Papua Muda Inspiratif Gelar Papua Techfest 2021

Papua Techfest 2021 merupakan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama gerakan Papua Muda Inspiratif.

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Ahmad Sahroni Apresiasi Ketegasan Kapolri Respons Oknum Polisi Indispliner

Ahmad Sahroni mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam merespons oknum polisi indispliner.

NASIONAL | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings