E-Voting Sulit Dilaksanakan dalam Pemilu Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

E-Voting Sulit Dilaksanakan dalam Pemilu Indonesia

Kamis, 24 Juni 2021 | 14:30 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / BW

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksanaan e-voting diperkirakan sulit diterapkan dalam pemilihan umum (pemilu) di Indonesia, baik pada saat pandemi Covid-19 maupun dalam keadaan tidak ada pandemi. Hal itu karena sistem e-voting masih memiliki banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan budaya lokal di Indonesia.

Demikian disampaikan tiga narasumber, yaitu Director of Program Development and Innovation Center Staffan Darnolf, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting, dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar dalam webinar Pacific Forum Internasional dengan tema Adapting to Covid-19: Indonesia, The United States and The Indo-Pacific Election in the Time of Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Komisioner Bawaslu Fritz Edward Sinaga mengatakan, Indonesia adalah negara yang sangat besar, baik dalam jumlah penduduk maupun secara geografi. Begitu luasnya wilayah Indonesia, menyebabkan ketersediaan jaringan internet belum bisa merata, terutama di daerah-daerah yang terpencil.

“Lihat saja di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di tengah-tengah dua provinsi ini, masih saja ada daerah yang internetnya belum berjalan dengan baik,” kata Fritz Edward Siregar.

Namun, jika ditanya secara pribadi, Fritz sangat mendukung bila dilakukan e-voting pada pemilu 2024 atau pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Indonesia. Sistem ini bisa dilakukan secara bertahap di kota-kota besar yang sudah memiliki jaringan internet yang lancar dan bagus.

“Saya setuju pemungutan suara memakai elektronik atau pakai mesin, misalnya di 2024, kita bisa menggunakan e-voting melalui daring untuk pemilih yang berada di luar Indonesia, mungkin kita coba di kota-kota besar, kita bisa meluncurkan hal ini secara bertahap. Kita bisa menyelenggarakan pemungutan suara melalui daring,” jelas Fritz Edward Siregar.

Sulit
Kendati demikian, Fritz melihat pelaksanaan e-voting pada pemilu, baik pilpres maupun pilkada masih sangat sulit dilakukan di Indonesia. Karena pelaksanaan e-voting sangat sulit mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Karena tidak ada bukti otentik atau fisik yang bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat.

“Yang paling penting dalam proses pemilu adalah kepercayaan. Suara mereka dihitung tidak bisa dilihat. Kalau proses yang lama, kertas bisa dilihat, kertas dihitung bisa dilihat. Tetapi untuk pemilu secara daring atau elektronik, terutama di kondisi Indonesia yang pasti ada sengketa pemungutan suara, saya merasa sangat sulit mendapatkan kepercayaan masyarakat,” terang Fritz Edward Siregar.

Masih dalam acara yang sama, Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengungkapkan tidak menutup kemungkinan, pemilu di Indonesia bisa menggunakan e-voting pada masa yang akan datang.

“Tetapi apakah ini akan diterapkan di Indonesia secara keseluruhan, ini perjalanannya masih panjang,” ujar Evi Novida Ginting.

Selama ini, sistem pemilu langsung masih yang terbaik di Indonesia, karena pemungutan suara dan penghitungan suara dilakukan secara langsung dengan disaksikan pemilih, saksi dari partai politik pengusung hingga penyelenggara pemilu. Hal ini dilakukan sebagai transparansi bagi semua pihak.

Di masa pandemi Covid-19, lanjut Evi, Pilkada 2020 serentak dilakukan pada 9 Desember 2020 di 275 daerah. Pemilu tetap dilakukan secara langsung, meski KPU harus berpikir keras untuk mencari langkah penyebar penularan Covid-19 pada saat hari pemungutan suara.

Diretas
Evi melihat masih banyak kekurangan dari e-voting, di antaranya mudah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab dan kerahasiaan tidak dapat terjamin dengan baik.

“Kita menawarkan elektronik rekapitulasi. Tujuannya untuk mempercepat proses penghitungan suara dan mengurangi kontak di antara para penyelenggara pemilu, saksi dan panwas di satu tempat. Tinggal kirim foto hasil penghitungan suara ke KPU untuk penghitungan berjenjang. Data suara bisa diakses publik. Jadi cepat, kurangi interaksi dan transparansi tetap terjamin, namun kerahasiaan tetap terjamin,” ungkap Evi Novida Ginting.

Sementara itu, Director of Program Development and Innovation Center Staffan Darnolf mengatakan sudah banyak negara yang meninggalkan e-voting sebagai sistem pemungutan suara dalam pemilu, seperti Norwegia, Jerman, dan Australia.

“Salah satu alasan utama tiga negara ini memutuskan meninggalkan e-voting, meskipun sudah mengeluarkan puluhan juta dolar untuk sistem ini, karena adanya kurang kepercayaan pada sistemnya,” ujar Staffan Darnolf.

Pemilih, lanjutnya, tidak percaya suara mereka akan aman dari retasan para hackers dan tidak bisa melihat suara mereka sendiri. Bahkan mereka bisa diintimidasi untuk memilih calon pemimpin yang ada.

“Jadi masalahnya kerahasiaan pemilih dalam e-voting tidak bisa terjamin. Kekhawatiran lainnya, adalah bagian hacking. Jadi kepercayaan terhadap sistem e-voting, menjadi kekhawatiran yang perlu diperhatikan,” tegas Staffan Darnolf.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sinergi Umat dan Ulama dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa

Peran ulama tidak sekadar sebagai pembimbing ruhiyah umat, tetapi juga berusaha bersama dengan umat mewujudkan kesejahteraan bangsa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Mendes PDTT Bantu Pengembangan Desa di Kabupaten Samosir

Kabupaten Samosir memiliki perhatian khusus karena memiliki 45 desa wisata dari 128 desa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Polisi: Bentrokan Dipicu Massa Rizieq Syihab Ceburkan Kendaraan Anggota

Meski sempat terjadi ketegangan, kedua pihak baik dari kepolisian dan massa simpatisan Rizieq Syihab bisa menahan diri.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Menantu Rizieq Syihab Divonis 1 Tahun Penjara

Begitu juga dengan tim pengacara Hanif Alatas langsung menyatakan upaya hukum banding.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Warga Antusias Datangi Pengobatan Gratis BWA dan Kimia Farma di Klinik Apung

Selain pengobatan juga dilakukan penyuluhan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan edukasi ibu hamil menyusui.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Alasan Rizieq Syihab Langsung Banding Seusai Divonis 4 Tahun

Dengan demikian, perkara ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Divonis 4 Tahun, Rizieq Syihab Langsung Banding

Sebelumnya, JPU telah menuntut Rizieq Syihab dengan enam tahun penjara. Vonis majelis hakim lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Maluku

Getaran gempa magnitudo 5,4 terasa di Piru, Ambon dan Bula.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Yogyakarta Lakukan Penyesuaian Aturan untuk Perketat PPKM Mikro

Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta melakukan sejumlah penyesuaian aturan untuk memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Presiden Akan Membuka Munas Kadin di Pelataran Masjid Al Alam, Kendari

Munas Kadin VII yang dijadwalkan dibuka Presiden Joko Widodo untuk acara pembukaannya bakal dilaksanakan di pelataran Masjid Al Alam Kota.

NASIONAL | 24 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS