Kementerian PPPA Kecam Oknum Polisi yang Perkosa Anak di Maluku Utara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kementerian PPPA Kecam Oknum Polisi yang Perkosa Anak di Maluku Utara

Kamis, 24 Juni 2021 | 15:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengecam keras tindakan seorang oknum anggota kepolisian di Halmahera Barat, Maluku Utara yang diduga telah memerkosa seorang anak berusia 16 tahun.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar mengatakan, seorang aparat penegak hukum (APH) yang seharusnya menjadi pengayom bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak yang merupakan kelompok rentan dan terlindungi malah menjadi pelaku utama yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak.

“Pemberatan pidana terhadap pelaku yang merupakan aparatur negara harus diaplikasikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mengingat peran sentral pelaku yang seharusnya memberikan rasa aman kepada korban,” kata Nahar dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (24/6/2021).

Nahar juga menyampaikan apresiasi atas tindakan tegas yang dilakukan Polda Maluku Utara dengan menetapkan status tersangka terhadap oknum tersebut. Selain itu, Kementerian PPPA juga meminta agar APH dapat memberikan hukuman terhadap tersangka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Nahar menambahkan jika memenuhi unsur pidana, maka pelaku dapat dikenakan Pasal 81 Perpu Nomor 1 Tahun 2016 yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak karena tersangka adalah aparat yang menangani perlindungan anak, sehingga pidananya dapat diperberat.

Dikatakan Nahar, Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi Maluku Utara, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Maluku Utara yang telah bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pendamping perempuan dan anak serta Unit PPA.

Pendampingan ini untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis termasuk kebutuhan pemeriksaan kandungan di dokter spesialis.

“Kementerian PPPA akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, mulai dari proses hukum pelaku, hingga pendampingan korban agar tidak menyisakan trauma di kemudian hari,” jelas Nahar.

Selanjutnya, Nahar menuturkan, berkaca dari kasus ini, peningkatan upaya pencegahan dan pengawasan perlindungan menjadi sangat penting dilakukan oleh semua pihak. Tidak hanya sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak, tapi juga sosialisasi tentang Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) penting untuk dilakukan.

Dikatakan dia, jika ditemukan fakta bahwa pelaku memperkosa korban dengan dalih melakukan pemeriksaan di ruang tertutup, hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang SPPA. Anak dalam menjalani pemeriksaan wajib didampingi oleh orangtua, orang dewasa, atau pendamping lain.

“Anak, orang tua, dan masyarakat pada umumnya harus dipahamkan terkait hal ini untuk menutup peluang oknum-oknum melakukan perlakuan salah terhadap anak,” ucapnya.

Ia menyebutkan, peran pengawasan dari orang tua juga menjadi penting, mengingat korban bepergian tanpa pendampingan orang tua sama saja menempatkan anak dalam situasi rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendes Ingatkan Kades soal Pemutakhiran Data SDGs Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan kepala desa pentingnya pemutakhiran data SDGs Desa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Penasihat Hukum Dampingi 200 Simpatisan Rizieq Syihab yang Ditangkap Polisi

Namun, apabila ada simpatisan Rizieq Syihab ada yang kedapatan bermasalah dengan proses hukum, tim penasihat hukum akan melakukan pembelaan secara maksimal.

NASIONAL | 24 Juni 2021

E-Voting Sulit Dilaksanakan dalam Pemilu Indonesia

Evi melihat masih banyak kekurangan dari e-voting, di antaranya mudah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Sinergi Umat dan Ulama dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa

Peran ulama tidak sekadar sebagai pembimbing ruhiyah umat, tetapi juga berusaha bersama dengan umat mewujudkan kesejahteraan bangsa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Mendes PDTT Bantu Pengembangan Desa di Kabupaten Samosir

Kabupaten Samosir memiliki perhatian khusus karena memiliki 45 desa wisata dari 128 desa.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Polisi: Bentrokan Dipicu Massa Rizieq Syihab Ceburkan Kendaraan Anggota

Meski sempat terjadi ketegangan, kedua pihak baik dari kepolisian dan massa simpatisan Rizieq Syihab bisa menahan diri.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Menantu Rizieq Syihab Divonis 1 Tahun Penjara

Begitu juga dengan tim pengacara Hanif Alatas langsung menyatakan upaya hukum banding.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Warga Antusias Datangi Pengobatan Gratis BWA dan Kimia Farma di Klinik Apung

Selain pengobatan juga dilakukan penyuluhan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan edukasi ibu hamil menyusui.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Alasan Rizieq Syihab Langsung Banding Seusai Divonis 4 Tahun

Dengan demikian, perkara ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

NASIONAL | 24 Juni 2021

Divonis 4 Tahun, Rizieq Syihab Langsung Banding

Sebelumnya, JPU telah menuntut Rizieq Syihab dengan enam tahun penjara. Vonis majelis hakim lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa.

NASIONAL | 24 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS