Logo BeritaSatu

4,8 Juta Ton per Tahun Sampah Plastik di Indonesia Tidak Dikelola dengan Baik

Jumat, 25 Juni 2021 | 21:38 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - The National Plastic Action Partnership (NPAP) mencatatkan ada sekitar 4,8 juta ton per tahun sampah plastik di Indonesia tidak terkelola dengan baik seperti dibakar di ruang terbuka (48%), tak dikelola layak di tempat pembuangan sampah resmi (13%) dan sisanya mencemari saluran air dan laut (9%).

Project Manager di OPPA Duala Oktoriani menyatakan angka ini diprediksi bakal bertambah mengingat jumlah produksi sampah plastik di Indonesia menunjukkan tren meningkat 5% tiap tahun. Melihat kenyataan tersebut, peningkatan peran pekerja sektor informal dalam ekosistem pengelolaan sampah nasional sangat penting.

"Untuk pengelolaan sampah plastik saja misalnya, data NPAP mengatakan sektor ini mengumpulkan lebih dari 1 juta ton sampah plastik, dengan sekitar 500.000 ton sampah plastik (atau 7% dari total sampah plastik nasional) didapatkan langsung dari daerah pemukiman dan 560.000 ton plastik dari lokasi transit dan tempat pembuangan akhir," kata Duala dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Oleh karena itu, penyelesaian masalah plastik di Indonesia mau tidak mau harus melibatkan sektor informal. Untuk memaksimalkan kontribusi pekerja informal terhadap pengurangan polusi plastik.

Rencana Aksi Multi-Stakeholder NPAP mengusulkan untuk mengintegrasikan dan mendukung pekerja informal dalam sistem pengelolaan sampah dan daur ulang, memastikan kondisi kerja dan upah layak , lingkungan kerja yang aman dan bermartabat, serta merancang sistem pengelolaan sampah yang melibatkan sektor informal dalam kegiatan pengumpulan dan pemilahan.

"Perbaikan ini hanya mungkin terjadi jika para pemangku kepentingan berkolaborasi dan menghubungkan kegiatan mereka. IPCIC bertujuan untuk memungkinkan perkembangan ini dengan memfasilitasi pembentukan kemitraan dan konektivitas di seluruh sektor pengelolaan sampah," urai dia.

Untuk itu, National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia berkolaborasi dengan World Economic Forum dan the Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) di acara the Informal Plastic Collection Innovation Challenge (IPCIC). Dalam kegiatan ini, tercatat sebanyak 78 inovator di bidang pengelolaan sampah telah mengirimkan solusinya melalui situs penyelenggara sejak 23 Maret 2021 hingga 9 Mei 2021 lalu.

Proses penjurian dan seleksi dilaksanakan berdasarkan relevansi tema, urgensi, dampak sosial-ekonomi serta potensi pengembangannya menuju skala lebih besar di Indonesia. Adapun 12 inovator dimaksud yaitu Duitin, Griiya Luhu, Kabadiwalla Connect, NEPRA, Octopus, Plastic Bank, Rekosistem, Second Life Ocean, Seven Clean Seas, The Kabadiwalla, dan ZeWS-Trashcon.

Dikatakan, para peserta yang terpilih akan diberikan dukungan lanjutan melalui program akselerator selama tiga bulan untuk meningkatkan kualitas solusi, mempersiapkan mereka memasuki pasar Indonesia, serta menghubungkan mereka ke calon partner dan investor. Program akan dibuka dengan serangkaian kegiatan onboarding dan Kick Off Summit.

Dalam kegiatan ini, para peserta akan dipertemukan dengan para mentor dan stakeholder terkait, serta mendapatkan sesi pengetahuan mengenai sistem penanganan sampah di Indonesia khususnya dalam kaitannya dengan sektor informal.

“Sebanyak 24 pakar terkait sektor persampahan Indonesia terlibat dalam proses seleksi. Semua ahli dengan hati-hati meninjau semua kiriman di UpLink dan mewawancarai inovator terpilih. Sungguh luar biasa melihat komitmen para ahli untuk menemukan solusi yang tepat untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Duala Oktoriani, Project Manager di OPPA.

Inovator terpilih juga akan menetapkan prioritas selama tiga bulan ke depan berdasarkan masukan dari berbagai stakeholder dalam sesi impact rotation dan baseline assessment. Selain itu kami berharap melalui serangkaian kegiatan ini, peserta terbiasa dengan pola pikir kolaboratif dan terbuka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pendeta Alberth Ingatkan Lukas Enembe Bertanggung Jawab kepada Tuhan

Tokoh agama Papua Pendeta Alberth Yoku mengingatkan Gubernur Papua Lukas Enembe akan tanggung jawab kepada Tuhan.

NEWS | 25 September 2022

Kapolda Jateng Datangi Lokasi Ledakan di Asrama Polisi Solo Baru

Ledakan terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022). Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi datang ke TKP.

NEWS | 25 September 2022

Ledakan Terjadi di Solo Baru, Seorang Polisi Terluka

Sebuah ledakan terjadi di Asrama Grogol Indah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2022), pukul 18.00 WIB. Seorang polisi terluka.

NEWS | 25 September 2022

Ledakan di Asrama Polisi Solo Baru dalam Penyelidikan Polri

Petugas dari kepolisian menyelidiki ledakan di Asrama Polisi Grogol Indah, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang terjadi pada Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

Covid-19 Melandai, Kemenkes: Wajib Masker Masih Berlaku

Kasus Covid-19 di Tanah Air terus melandai. Namun, kebijakan protokol kesehatan (prokes) wajib masker di ruang tertutup masih berlaku.

NEWS | 25 September 2022

Rampai Nusantara Kepulauan Riau Terbentuk

Rampai Nusantara Kepri yang baru terbentuk diharapkan dapat mendorong keselarasan kemajuan daerah dengan kesejahteraan masyarakat setempat.

NEWS | 25 September 2022

Ini Daftar Perjalanan Lukas Enembe 25 Kali Bolak-balik ke Luar Negeri

MAKI membeberkan aktivitas Lukas Enembe kurang dari setahun pergi ke luar negeri dalam 25 kesempatan dari ke Singapura hingga Jerman.

NEWS | 25 September 2022

Deklarasi Dukungan untuk Puan Maharani Presiden 2024 Diwarnai Senam Asyik

Relawan Puan menfasilitasi masyarakat Jakarta Barat mendeklarasikan dukungan untuk Ketua DPR Puan Maharani menjadi penerus Presiden Jokowi 2024.

NEWS | 25 September 2022

MAKI: Lukas Enembe Berjudi di Ruang VIP, Level Tinggi

Lukas Enembe berjudi di ruang VIP atau ruang khusus Genting Highland Malaysia.  Itu artinya ia pemain level tinggi.

NEWS | 25 September 2022

Zelensky Sebut Putin Kirimkan Warganya ke Kematian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Vladimir Putin dengan sengaja mengirimkan warga Rusia ke kematian melalui wajib militer.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemprov DKI Jakarta Akan Bangun Rusunawa di Pulau Reklamasi

Pemprov DKI Jakarta Akan Bangun Rusunawa di Pulau Reklamasi

NEWS | 25 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings