Mantan Kabareskrim Tawarkan Konsep The Greatwall Interception untuk Implementasi Pancasila
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mantan Kabareskrim Tawarkan Konsep The Greatwall Interception untuk Implementasi Pancasila

Kamis, 1 Juli 2021 | 18:29 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kabareskrim Polri dan Dubes RI untuk Mesir, Komjen (Purn) Nurfaizi Suwandi menyebut Indonesia membutuhkan semacam benteng guna menangkal paparan ideologi asing selain Pancasila. Untuk itu, Nurfaizi menawarkan konsep “The Greatwall Interception of Indonesia”.

Konsep keamanan berbasis teknologi informasi ini, menurut dia, berperan sebagai tembok yang dapat membentengi rakyat Indonesia dari pengaruh luar.

“Jadi, konsep The Greatwall Interception of Indonesia adalah tembok yang membentengi Indonesia dari pengaruh dari luar maupun dalam,” kata Nurfaizi dalam diskusi bertajuk “Pancasila dalam Tindakan: Membangun Ekosistem Keamanan Nasional Mewujudkan Indonesia Tangguh” yang diselenggarakan oleh Strategi Institute di Jakarta, Rabu (30/6/2021).

Selain Nurfaizi, pembicara lain dalam diskusi ini adalah akademisi Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Muradi, Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute Benny Susetyo, dan pengamat politik Boni Hargens.

Menurut Nurfaizi, jika konsep itu diterima, maka pemerintah perlu membuat suatu undang-undang (UU) yang dapat membentengi serta mengakomodasi beragam tantangan dalam program sosialisasi nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, UU yang ada saat ini dinilai belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Sementara, Muradi mengatakan, sistem integritas keamanan nasional belum sempurna, karena ada beberapa contoh kasus yang perlu dijernihkan, seperti pencurian data kependudukan serta sanksi terhadap pelaku yang memperjualbelikan data tersebut.

"Masalah ini dan masalah krusial lain, seperti pencurian rahasia negara, perlu dilindungi dalam satu payung besar UU Keamanan Nasional. Jadi, harus jelas di antara aktor keamanan dan tata kelola. Begitu juga sarana dan prasarana,” kata Muradi.

Melihat pentingnya ekosistem keamanan, Muradi menilai bahwa kuncinya berada di tangan tiga pihak yang menjadi aktor, yakni intelijen, polisi, serta militer. Para aktor penjaga keamanan ini harus senantiasa aktif dalam usaha membuat ekosistem yang terintegrasi baik demi menjaga keamanan nasional.

"Jika ketiga komponen keamanan tersebut sudah bersinergi baik, niscaya kita hanya tinggal merasakan manfaat dari ekosistem tersebut," kata Muradi.

Sedangkan, Benny Susetyo menyororoti masih mencuatnya persoalan mengenai ideologi pada era digital saat ini. Menurut dia, publik pihak yang jatuh pada berita bohong yang viral, sehingga energi habis untuk merespons suatu isu.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengatakan, jika Pancasila sudah final, maka sudah waktunya diaktualisasikan tindakan dan kebijakan. Sebab, kata dia, selama ini Pancasila hanya merupakan lips service dan berhenti pada jargon semata.

Sedangkan pengamat politik Boni Hargens memprediksi potensi ancaman untuk ketahanan nasional di masa mendatang masih berupa tindak pidana terorisme. Boni meyakini akan terjadi fusi antara kelompok-kelompok teroris konvensional dengan kelompok-kelompok radikal lain.

“Yang kemungkinan muncul ke depan, saya petakan, satu kemungkinan fusi atau terjadi penyatuan antara kelompok teroris konvensional dengan kelompok-kelompok radikal yang semakin militan dalam merespons hubungan mereka terhadap negara saat ini," ujar Boni.

Jadi, kata dia, peningkatan militansi akan membuat kelompok tersebut menjelma menjadi bagian dari pendukung teroris dan bahkan menjadi teroris aktif. Dia juga memprediksi akan lahir generasi kedua di kalangan radikalis yang memang lebih mengarah pada tindak pidana terorisme.

"Ini nanti bisa muncul satu generasi kedua di kalangan kelompok radikal, yaitu mereka melampaui radikalisme, lebih mengarah ke terorisme," kata Boni. Hal semacam ini akan tetap terjadi bila negara masih kesulitan melakukan deradikalisasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

BMKG Sajikan Informasi Cuaca di Seluruh Klaster Pertandingan PON Papua

Terlebih penyelenggaraan PON XX 2021 sendiri bertepatan dengan kalender musim penghujan Indonesia.

NASIONAL | 24 September 2021

Eks Dirut Sarana Jaya Segera Diadili Kasus Korupsi Tanah Munjul

Mantan Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan bakal segera diadili atas kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul.

NASIONAL | 24 September 2021

Sekjen Kemdes Hadiri Pembukaan ToT P3PD Tahap 1

Menurut Sekjen Kemdes PDTT Taufik Madjid, pandemi tidak boleh menjadi penghalang untuk Kemdes PDTT menjalankan tugas dan fungsinya.

NASIONAL | 24 September 2021

Danamon Gelar Vaksinasi Tahap Dua untuk Pedagang Pasar Sleman

Danamon percaya, pasar membutuhkan perhatian khusus untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 24 September 2021

Bantu Penanganan Sampah, Nestle Indonesia Resmikan RPM

Pembangunan RPM tersebut merupakan salah satu rangkaian dari inisiatif Nestle Indonesia melalui program Kebagusan Bijak Kelola Sampah.

NASIONAL | 24 September 2021

Waspadai 27 Wilayah Ini Akan Dilanda Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di 27 wilayah di Tanah Air pada hari Jumat (24/9/2021).

NASIONAL | 24 September 2021

IDI dan PHRI Gelar Vaksinasi untuk Pelajar dan Masyarakat di Tanjung Lesung

IDI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan PHRI Pandeglang, menggelar vaksinasi.

NASIONAL | 24 September 2021

Dari Bumi Dukung Penyebaran Hasil Tani untuk Masyarakat

Dari Bumi lahir untuk menjadi jembatan antara hasil tani yang terkurasi, petani sebagai pelaku industri dan masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 24 September 2021

Mengenang Ki Ageng Gribig Leluhur Airlangga Hartarto, Penasihat Sultan Agung dan Pejuang Islam

Ki Ageng Gribig atau yang bernama asli Wasibagno Timur adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten, dan sekitarnya.

NASIONAL | 24 September 2021

Passing Grade P3K Ketinggian, P2G Minta Pemerintah Pertimbangkan Afirmasi untuk Guru

Seleksi kompetensi untuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru akan segera digelar

NASIONAL | 7 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
JD.ID Resmikan Gerai Ritel YOJI

JD.ID Resmikan Gerai Ritel YOJI

GAYA HIDUP | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings