Arahan Moeldoko Bina Petani Garam Diapresiasi Ketua KNPI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Arahan Moeldoko Bina Petani Garam Diapresiasi Ketua KNPI

Minggu, 11 Juli 2021 | 14:42 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pembinaan kepada para petani garam tradisional untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, mencerminkan tanggung jawab pemerintah di tengah masih besarnya ketergantungan Indonesia terhadap garam impor. Di luar semua itu, pemerintah sudah saatnya mendorong dan mengawal pemberdayaan petani garam untuk lebih terbuka terhadap teknologi yang pada saatnya memungkinkan tercapainya swa sembada garam.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Varhan Abdul Azis, merespons dan mengapresiasi dorongan Kepala Staf Presiden Moeldoko, yang meminta pemerintah memastikan berjalannya pembinaan petani garam di daerah-daerah untuk memaksimalkan produksi garam rakyat. KSP Moeldoko dalam usulannya menyatakan keyakinan bahwa bila pembinaan tersebut dilakukan secara terarah dan berkesinambungan, pada saatnya Indonesia akan mampu menekan kebutuhan impor komoditas garam.

Dalam pernyataan yang dikirimkan melalui rilis pers tersebut, Varhan menegaskan, ide Moeldoko itu pasti datang dari jiwa seorang patriot yang sudah lama tersiksa melihat kenyataan ironis yang ada di depan mata. Bagaimana tidak, kata Varhan, Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki luas laut 3,3 juta km2, dan garis pantai sekitar 100 ribu km, Indonesia masih saja termasuk pengimpor garam.

“Dengan jumlah penduduk 276 juta jiwa dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi, seharusnya ada arahan kuat dari pemerintah agar ada penambahan tenaga kerja ke sektor-sektor tertentu, terutama sektor yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap produk negara lain,” kata Varhan, melalui keterangan, Minggu (11/7/2021).

Varhan juga mengutip tingginya kebutuhan garam yang dialami Indonesia. Data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kebutuhan garam nasional mencapai 4,6 juta ton per tahun. Kebutuhan itu tidak cukup dipasok produksi garam petani yang hanya sekitar 1,5 juta ton per tahun. Pada 2019 misalnya, total produksi garam nasional hanya mencatat 2,09 juta ton, yang terdiri dari 1,743 juta ton garam produksi rakyat dan 346,24 ton produksi PT Garam. Dengan produksi dalam negeri seperti itu, wajar bila tahun itu angka impor garam Indonesia bisa mencapai sekitar 3 juta ton. Angka alokasi impor garam 2020, misalnya, berada pada angka tersebut.

“Jumlah itu meningkat dari impor garam 2017 yang mencapai 2,55 juta ton, dan pada 2018 yang mencapai 2,39 juta ton. Indonesia pun tidak hanya mengimpor garam industry sebagaimana yang selalu digembar-gemborkan, melainkan berbagai macam jenis garam, mulai dari garam meja (halus), rock salts, hingga garam dengan kadar NaCl yang tinggi,” kata Varhan.

Berkenaan dengan usulan KSP Moeldoko, bagi Varhan hal tersebut bisa menjadi momentum yang kuat untuk memperbarui kembali niat Indonesia untuk mencapai swa-sembada garam.

“Momentumnya dapat, tinggal konsistensi dan keseriusan kita. Itu bisa diawali dengan pembinaan terhadap petani garam, sebagaimana diusulkan oleh KSP Doktor Moeldoko,” kata Varhan.

Dalam pembinaan tersebut Varhan menekankan fokus untuk melakukan dua hal. Pertama melakukan inovasi pada teknologi produksi garam. Sebagaimana telah menjadi rahasia umum, produksi garam rakyat Indonesia umumnya masih dilakukan dengan cara-cara tradisional, yakni dengan penyinaran melalui sinar matahari (solar evaporation).

Dengan singkatnya masa musim kemarau yang kadang hanya sekitar 3-4 bulan, cara tersebut tentu kurang efektif. Misalnya dibanding Australia, atau bahkan India yang mengalami masa kemarau jauh lebih panjang. Sudah begitu, para eksportir garam itu pun sudah lama tak lagi tergantung pada matahari karena sudah menggunakan teknologi yang menggantikan hal itu.

“Saya bersyukur, Pak Moeldoko sudah menekankan pentingnya pembangunan washing plant (fasilitas pencucian garam) untuk industri-industri pengimpor garam,” kata Varhan.

Washing plant adalah serangkaian mesin yang digunakan untuk mencuci dan memurnikan garam. Teknologi itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.

Bila dorongan untuk melakukan perubahan cara produksi dengan lebih baik, melalui peningkatan teknologi, Varhan berharap produktivitas per hectare tambak garam akan jauh di atas 90 ton sebagaimana saat ini.

“Mungkin berat untuk mencapai produktivitas 350 ton per hectare seperti Australia, tapi masak produktivitas kita bahkan masih jauh dari setengahnya,” kata Varhan.

Sisi kedua, kata Varhan, adalah meningkatkan produksi via pengerahan tenaga kerja ke sektor tersebut. Varhan menunjuk data bahwa selama ini terus terjadi penyusutan lahan tambak garam. Selama 2005-2019, data menunjukkan bahwa lahan tambak garam yang awalnya mencapai 33.625 ha, kini tinggal 27.048 ha. Dalam kurun waktu 14 tahun lahan garam telah menyusut 6.577 ha atau sekitar 20 persen!

“Jadi ada program khusus untuk memakai tenaga kerja menganggur karena pandemi dan turunnya ekonomi, ke sektor ini,” kata dia. Dengan bertambahnya angkatan kerja di sector tersebut, ia berharap akan ada kenaikan lahan tambak garam secara alamiah.

Menurut Varhan, tenaga kerja di sektor ini masih jarang, yakni hanya sekitar 20.000 orang. Pengerahan tenaga kerja ke sector yang masih sangat menjanjikan itu akan mengurangi persoalan pengangguran secara signifikan.

Yang paling penting, menurut Varhan, saat ini pemerintah telah menunjukkan kepedulian yang tinggi untuk mengatasi persoalan impor garam yang menahun tersebut.

“Makanya saya katakan, usulan Pak Moeldoko untuk membina petani garam sebagai salah satu cara pengendalian impor, itu tak akan mungkin keluar tanpa ada jiwa patriot dalam dada beliau,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ali Kalora Tewas, Pengamat: Berantas Kelompok MIT hingga ke Akarnya

Satgas Madago Raya harus terus memberantas jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sampai ke akarnya, setelah pimpinannya Ali Kalora tewas.

NASIONAL | 19 September 2021

Jenazah Ali Kalora dan Ikrima Dibawa ke RS Polri

Rudy memastikan, dua orang yang tewas dalam kontak tembak di Desa Astina, Kecamatan Torue, itu merupakan Ali Kalora dan Ikrima.

NASIONAL | 19 September 2021


Polisi Buru 4 Anggota Mujahidin Indonesia Timur yang Masih Buron

Dikatakan Rudy, setelah Ali Kalora dan Ikrima dibekuk, maka tinggal empat orang anggota terduga teroris Poso yang masih diburu.

NASIONAL | 19 September 2021


Tingkatkan Skill dan Kompetensi, Menaker Dorong PMI Mengakses Pendidikan Tinggi

Ida menyatakan adanya globalisasi dan revolusi industri digital menuntut para PMI untuk semakin cepat beradaptasi dan belajar agar tidak tertinggal.

NASIONAL | 19 September 2021

Waspadai 24 Wilayah Ini Akan Dilanda Cuaca Ekstrem

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir, guntur, dan peningkatan angin kencang.

NASIONAL | 19 September 2021

Danone dan Kemdikbudristek Perluas Akses Pendidikan Anak

Danone Indonesia dan Kemdikbudristek perluas akses pendidikan anak.

NASIONAL | 19 September 2021

Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah di Indonesia sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Kedua tersangka itu juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Ali Kalora Tewas, Pengamat: Berantas Kelompok MIT hingga ke Akarnya

Ali Kalora Tewas, Pengamat: Berantas Kelompok MIT hingga ke Akarnya

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings