Edhy Prabowo Sedih Divonis 5 Tahun Penjara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Edhy Prabowo Sedih Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 15 Juli 2021 | 19:15 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan kesedihannya atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukumnya 5 tahun pidana penjara atas perkara dugaan suap pengurusan izin ekspor benih bening lobster atau benur. Edhy sedih lantaran menilai hukuman yang dijatuhkan kepadanya tak sesuai fakta persidangan.

"Ya saya mau pikir-pikir, saya sedih hasil ini tidak sesuai dengan fakta persidangan," kata Edhy seusai mendengar amar putusan Pengadilan Tipikor Jakarta dalam persidangan secara daring dari Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Meski demikian, Edhy mengaku menghormati putusan majelis hakim. Edhy meminta waktu untuk menentukan sikap atas putusan tersebut.

"Tapi, ya, inilah proses peradilan di kita, saya akan terus melakukan proses tapi kasih saya waktu berpikir. Terima kasih," kata Edhy.

Sedih dan kecewa atas putusan majelis hakim juga diungkapkan Soesilo Aribowo, kuasa hukum Edhy. Soesilo mengatakan, hal yang paling esensi yang tidak dipertimbangkan majelis hakim, yakni mengenai uang senilai US$ 77.000. Dalam pertimbangan putusan majelis hakim disebutkan uang itu diterima oleh staf khusus Edhy yang bernama Safri. Namun, tidak dijelaskan bagaimana proses uang itu sampai di tangan Edhy Prabowo. Demikian juga mengenai uang senilai Rp 24 miliar yang disebut berasal dari PT Aero Citra Kargo (ACK). Namun, tidak jelas bagaimana, dan kapan uang itu diterima Edhy.

"Sehingga hal hal penerimaan uang itu sangat tidak cukup alasan," katanya.

Meski demikian, Soesilo mengaku pihaknya belum memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan majelis hakim. Pihaknya akan memanfaatkan waktu untuk mempertimbangkan langkah hukum berikutnya.

"Lagi pikir-pikir dulu, pak Edhy juga tadi sudah mengatakan. Itu saya kira," katanya.

Diketahui, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Edhy Prabowo. Selain pidana penjara dan denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Edhy berupa kewajiban membayar uang pengganti Rp 9.687.447.219 dan uang sejumlah US$ 77.000 dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan.

Apabila uang pengganti tidak dibayar sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta benda Edhy akan disita untuk menutupi uang pengganti. Apabila harta benda tidak cukup untuk membayar uang pengganti, maka Edhy harus dihukum pidana badan selama dua tahun. Tak hanya itu, majelis hakim juga memutuskan mencabut hak politik Edhy selama tiga tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Majelis hakim menyatakan, Edhy terbukti menerima suap Rp 25,7 miliar untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster atau benur kepada PT DPPP dan para eksportir benur lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indef: Pengambilalihan BKP ke Bapanas Akan Timbulkan Polemik Baru

Indef menilai, BKP tetap menjadi bagian dari Kemtan, meski Bapanas dibentuk.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

BNN Tingkatkan Mutu Layanan Rehabilitasi Korban Narkoba

BNN terus melakukan reformasi birokrasi, salah satunya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang layanan rehabilitasi korban narkoba.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Jelang Hari Pangan Sedunia, PPI Panen Raya Lewat Program Makmur Agro-Solution

Program Makmur Agro-Solution yang diisiasi beberapa BUMN melakukan panen raya perdana di Desa Tungoi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Forum Kemitraan Tegaskan 3 Hal Penting untuk Penguatan SAD

Forum Kemitraan yang melibatkan banyak pihak ini menjadi sangat penting dalam mensinergikan aksi nyatanya buat perbaikan nasib suku anak dalam (SAD).

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Gaungkan Paradigma Baru, EdHeroes Hadir Jawab Tantangan Dunia Pendidikan di Indonesia dan Asia

Sejumlah pembicara dari mancanegara jadi narasumber dalam EdHeroes Asia Indonesia Chapter yang diselenggarakan di Indonesia, Sabtu (16/10/2021).

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Hendra Setiawan Boen Masuk Daftar Advokat Berprestasi Asia

Hendra Setiawan Boen menjadi satu di antara dua pengacara asal Indonesia yang terpilih dari 400 kandidat di seluruh Asia.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

KPK Tangkap Dodi Reza Alex Noerdin di Jakarta

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin

NASIONAL | 16 Oktober 2021

11 Pramuka MTs Ciamis Tewas Tenggelam, Kemenag: Kegiatan Harus Dievaluasi

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag mengatakan kegiatan yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan, dan ini harus dievaluasi.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Survei BI: Pertanian Tumbuh di Saat Sektor Lainnya Turun

Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan tercatat meningkat sejalan dengan panen komoditas tabama.

NASIONAL | 15 Oktober 2021

Rembuk Alumni ITB Soroti Tantangan Pangan Masa Depan

Tantangan pangan masa depan menjadi topik yang akan dibahas dalam rembuk daerah dan rembuk alumni ITB.

NASIONAL | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Dukung Ketahanan Pangan, Ini 5 Strategi Kementan

Dukung Ketahanan Pangan, Ini 5 Strategi Kementan

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings