Logo BeritaSatu

Vonis 5 Tahun Edhy Prabowo Sesuai Tuntutan Jaksa KPK

Jumat, 16 Juli 2021 | 10:13 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati dan mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan 5 tahun pidana penjara terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Hal ini lantaran putusan Majelis Hakim sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

"Kami menghormati dan mengapresiasi putusan majelis hakim terhadap para terdakwa. Secara umum telah memenuhi seluruh isi analisis yuridis dalam tuntutan tim JPU," kata Plt Jubir KPK, Ipi Maryati dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Meski demikian, sebagaimana dinyatakan tim JPU KPK dalam sidang putusan, belum memutuskan langkah hukum berikutnya atau memilih bersikap pikir-pikir terkait putusan tersebut. Dikatakan, sikap KPK ditentukan setelah menerima dan mempelajari salinan putusan lengkap dan tim JPU akan mempelajari pertimbangan majelis hakim.

"Kami akan menunggu salinan putusan lengkap dan tim JPU akan mempelajari pertimbangan Majelis Hakim untuk kemudian membuat analisis dan rekomendasi kepada pimpinan," kata Ipi.

Diberitakan, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan terhadap Edhy Prabowo. Majelis Hakim menyatakan Edhy Prabowo bersama bawahannya terbukti menerima suap US$ 77.000 dan Rp 24,6 miliar untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster atau benur kepada PT DPPP dan para eksportir benur lainnya.

Selain pidana pokok, Majelis Hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Edhy berupa kewajiban membayar uang pengganti sebanyak US$ 77.000 dan Rp 9,6 miliar. Hakim juga mencabut hak politik Edhy Prabowo untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Selain Edhy, Majelis Hakim juga memutuskan lima terdakwa lainnya perkara ini divonis bersalah. Kelima terdakwa, yakni Andreau Misanta Pribadi dan Safri selaku staf khusus Edhy dihukum 4 tahun dan 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan; Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara; Komisaris PT Perishable Logistic Indonesia yang juga pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK) Siswadhi Pranoto Loe dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan; dan Ainul Faqih yang merupakan staf pribadi istri Edhy dihukum 4 tahun pidana penjara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Bisa Kena Sanksi Keras

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

NEWS | 2 Oktober 2022

Persebaya Berduka atas Korban Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Persebaya Surabaya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi di Kanjuruhan, PSSI Segera Investigasi

PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan yang berujung tragedi di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Gas Air Mata Dituding Penyebab Jatuhnya Korban di Kanjuruhan

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipandang karena tembakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya

Laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kabupatan Malang, Jawa Timur Sabtu (1/10/2022) berakhir tragis. Ini kronologinya. 

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings