Kurban pada Masa Pandemi Bermakna Lawan Egoisme
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kurban pada Masa Pandemi Bermakna Lawan Egoisme

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:22 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur Eksekutif Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Khariri Makmun mengatakan, makna kurban (Idul Kurban) pada masa pandemi adalah melawan egoisme (paham yang mengutamakan keuntungan diri sendiri) agar tidak mencelakakan umat manusia.

”Yang paling penting dari makna kurban itu adalah bagaimana kita mengorbankan ego. Bagaimana bisa menahan egoisme kita, sifat-sifat buruk dari diri yang bisa mencelakakan orang lain,” ujar KH Khariri Makmun dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (22/7/2021).

Ia mengatakan, ketika Allah SWT memerintahkan Nabiullah Ibrahim AS untuk berkurban, sebenarnya kurban yang dilaksanakan pada hakekatnya bukan mengorbankan Nabi Ismail AS.

Khariri menjelaskan, Ismail hanya sebagai fasilitas sebagai ujian untuk menguji keteguhan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menanggalkan egonya.

Ia menyebutkan, berkurban egoisme atau menanggalkan egoisme sebetulnya adalah bagian makna dari Iduladha atau Idul Kurban itu sendiri, seperti menyelamatkan jiwa orang lain.

”Misalnya dalam masa pandemi ini ada yang positif Covid-19, tetapi dia tetap beraktivitas di luar sebagai orang tanpa gejala (OTG). Itu kan bisa menularkan kepada orang lain yang rentan atau imunitasnya lemah. Itu juga bagian dari sifat-sifat egoisme yang akan berakibat membahayakan orang lain,” kata pengasuh Pondok Pesantren Algebra, Ciawi tersebut.

Lebih lanjut Khariri mengatakan. di dalam hadist nabi juga dinyatakan, kalau sudah keluar menuju ke ruang publik, maka seseorang akan terkena aturan-aturan publik.

Dia mengungkapkan, Nabi menegaskan la dharara wala dhirara yang artinya jangan membahayakan diri dan orang lain. Ini menjadi pesan penting ketika di masa pandemi sekarang ini.

”Kita harus mampu menahan sifat-sifat ego kita ini agar bisa menyelamatkan orang lain. Tidak terkecuali misalnya dengan menghadapi serangan virus radikalisme. Penting juga agar para OTG virus radikalisme ini jangan sampai menyebarkan paham-paham radikal itu kepada yang lain juga,” jelasnya.

Selain itu, ia menyampaikan agar seluruh tokoh-tokoh agama harus bisa menjadikan momentum hari raya, untuk edukasi untuk memberikan pencerahan terhadap umat, menaati aturan-aturan pemerintah guna menyelamatkan jiwa-jiwa manusia di masa pandemi.

Terlebih, menurut dia, hal itu juga bisa meningkatkan kedisiplinan antarsosial, sehingga dapat tumbuh rasa empati terhadap orang lain yang memunculkan ketaatan dan kedisiplinan dalam aturan yang sudah dibuat pemerintah.

”Kita harus sadar bahwa aturan ini dalam rangka untuk menyelamatkan bangsa. Dan itu menjadi tugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh para tokoh agama termasuk para ulama dan kiai untuk memberikan edukasi seperti dalam mimbar-mimbar khotbah Iduladha kemarin,” terang Khariri .

Ia mengingatkan, para tokoh agama agar jangan sampai terjadi sebaliknya, yaitu memberikan pemahaman-pemahaman yang justru membangun rasa tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah sehingga nantinya malah ada pembangkangan sosial. Menurutnya, ini justru kebalikan dengan tujuan beragama.

”Jadi habiullah wa ulil amri minkum yang artinya kita harus taat kepada Allah, taat kepada rasul dan taat kepada ulil amri atau pemerintah yang sudah mengambil suatu kebijakan yang tentunya sudah diukur, sudah disesuaikan demi kemaslahatan kita semua agar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang menjadi korban dari provokasi yang salah dari sebagian tokoh masyarakat atau tokoh agama.

Menurut dia, mereka ini justru memberikan pemahaman tentang vaksin yang keliru, seperti misalnya Covid-19 ini adalah konspirasi dan vaksin juga adalah bagian dari konspirasi itu.

”Atau bisa juga ditakut-takuti bahwa setelah vaksin banyak kejadian yang malah lumpuh, meninggal dan sebagainya. Tetapi itu sebenarnya adalah kasuistik, padahal sesungguhnya justru tubuh dan imunitasnya setelah vaksin ini menjadi lebih baik, semakin bisa kuat untuk menahan gempuran Covid-19,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2 Siswa SPH Raih Nilai Sempurna

Sebanyak dua siswa SPH meraih nilai sempurna, yakni 45, dalam ujian International Baccalaureate Diploma Program (IBDP).

NASIONAL | 22 Juli 2021

PJJ, Peran Orang Tua Sebagai Teman Belajar Anak Makin Penting

Dalam konsep PJJ, peranan orangtua menjadi semakin penting untuk menjadi teman anak dalam belajar.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Wapres Soroti Mobilitas Jabar Tinggi, Gubernur: Tak Bisa Dibandingkan dengan Jakarta yang Homogen

Wilayah Jabar seperti di Bekasi dan Depok terhubung dengan wilayah Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Menko Marves Minta Penyaluran Bansos PPKM Dipercepat

Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat dalam rangka kebijakan PPKM dipercepat.

NASIONAL | 22 Juli 2021

KemdikbudristeK: Sekolah yang Melaksanakan PTM Hanya 4%

Sejak pemberlakuan PPKM, jumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) menurun drastis menjadi hanya sekitar 4% dari sebelumnya 35%.

NASIONAL | 22 Juli 2021

NTB Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat dr Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan bahwa stok vaksin Covid-19 di wilayah itu sudah habis.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Grand Launching UICI, Presiden Jokowi Sambut Baik Inisiatif KAHMI Dirikan Kampus Digital

UICI pada tahun pertama ini akan membuka empat program studi, yaitu yakni Bisnis Digital, Sains Data, Komunikasi Digital, dan Teknik Informatika.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Akselerasi Bansos, Mensos Dorong Himbara Terapkan Kartu Elektronik

Mensos melakukan langkah akselarasi pemberian bantuan sosial oleh Himbara dengan mekanisme non-tunai.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Nurdin Abdullah Diduga Tampung Gratifikasi Pakai Rekening Pengurus Masjid

Jaksa menyebut Nurdin Abdullah pernah menggunakan rekening atas nama pengurus masjid kawasan Kebun Raya Pucak untuk menampung uang gratifikasi.

NASIONAL | 22 Juli 2021

Ini Perbedaan Level 4 dan 3 dalam Inmendagri Nomor 22 dan 23

Tito mengakui, secara umum isinya sama dengan aturan sebelumnya, yaitu PPKM darurat.

NASIONAL | 22 Juli 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Hadapi Covid-19, MAP Boga Adiperkasa Terapkan Sejumlah Strategi

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS