Dokter Reisa Sebut 80 Juta Anak Indonesia Tidak dalam Kondisi Baik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dokter Reisa Sebut 80 Juta Anak Indonesia Tidak dalam Kondisi Baik

Jumat, 23 Juli 2021 | 21:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka peringatan Hari Anak Indonesia (HAN) 2021, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan lebih dari 80 juta anak Indonesia, tidak sedang baik-baik saja. Diantaranya, ada sekitar 60 juta anak Indonesia kehilangan masa indah di sekolah. Bahkan, sebagian tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena fasilitas yang tidak tersedia.

“Banyak yang kehilangan kesempatan bermain dan mengenal alam terbuka,” kata Reisa konferensi secara virtual dalam rangka Hari Anak Nasional 2021, Jumat (23/7/2021).

Reisa menyebutkan, selain masalah pandemi, masih banyak anak yang mengalami perundungan atau tindakan bully, diskriminasi, dan kekerasan verbal di media sosial.

Selain itu, beberapa anak terpuruk karena kesulitan ekonomi keluarga karena orang tua terpaksa kehilangan pendapatan. Oleh karena itu, tekanan dan beban mental saat menjalani pandemi pasti tidak mudah bagi anak Indonesia.

“Yang paling membuat sedih, beberapa dari anak Indonesia, kehilangan orang tua mereka yang tidak dapat diselamatkan, pada saat menderita Covid-19,” ujar Reisa.

Menurut Reisa, pada situasi pandemi ini, anak Indonesia harus dilindungi agar masa depan mereka jauh lebih baik sejalan dengan tema HAN 2021; “Anak Terlindungi, Indonesia Maju,

Pada kesempatan sama, Reisa berdialog langsung dengan perwakilan Anak Indonesia. Salah satu peserta menanyakan tentang alasan pemerintah tidak menerapkan lockdown saat ini. Pasalnya, ia menilai masyarakat belum patuh terhadap kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

Merespons hal tersebut, Reisa mengatakan, lockdown yang menutup semua akses kegiatan tidak pernah direkomendasi oleh WHO. Namun, dalam panduannya WHO merekomendasi sebagai pedoman pembatasan sosial untuk menjaga kesehatan masyarakat yang dikeluarkan 14 Juni 2021.

“ WHO menyatakan bahwa lockdown bukan satu-satunya jawaban untuk menghentikan penularan Covid-19. Tindakan harus diambil itu harus beragam. Ada yang dilakukan oleh pemerintah dan ada juga bagian anggota masyarakat harus berperan,” ucapnya.

Reisa menyebutkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sejak Juni 2021 sudah memutuskan acuan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) agar dalam memutuskan kebijakan upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial untuk menyesuaikan dengan panduan sebagai indikator.

Dikatakan Reisa, adapun indikator tersebut mengacu pada penambahan kasus harian diharapkan bisa diturunkan. Selain itu, kapasitas rumah sakit juga diupayakan maksimal untuk merawat pasien dengan gejala berat meskipun jumlahnya bertambah dan angka kematian karena Covid-19 harus ditekan sampai serendah mungkin.

“Sejak pandemi dimulai pemerintah juga terus menguatkan 3T (testing, tracing, dan treatment),” ucapnya.

Reisa menjelaskan pentingnya testing untuk menguji seseorang positif atau negatif terhadap Covid-19 supaya pasien cepat dirawat dan disembuhkan sehingga tidak menularkan virus kepada orang lain.

“Tidak semua orang memiliki kesehatan prima, misalnya orang lanjut usia yang sudah punya penyakit menahun, apabila tanpa sengaja tertular oleh orang yang membawa virus, bisa berakibat fatal,” ujar Reisa.

Ia menambahkan, tracing atau kegiatan melacak dilakukan kepada orang yang berkontak langsung dengan pasien yang baru saja diketahui positif Covid-19. Tracing untuk mengetahui siapa saja yang tertular dan tidak.

Sementara treatment atau perawatan, bagi yang terkonfirmasi positif setelah melakukan testing dan tracing bisa segera periksa untuk mendapat perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri maupun terpusat yang dikelola oleh pemerintah.

Reisa menyebutkan, saat ini sudah ada hampir 1000 rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia dan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Indonesia saat ini sudah hampir 125.000.

“Semoga upaya pemerintah ini semakin membuat pasien sembuh makin banyak. Hari ini kasus sembuh kita ada di angka 38.988. Naik nih dari kemarin yang berjumlah 36.370,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021

Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Pabrik Pakan

Mentan Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten.

NASIONAL | 27 September 2021

Masuki Panen Raya, Pasokan Jagung dari Luar Jawa Siap

Di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, panen raya terjadi hampir di semua sentra.

NASIONAL | 27 September 2021

Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

Sejumlah daerah di Pulau Jawa menggelar panen raya jagung untuk musim tanam kedua yang berlangsung pada bulan September dan juga bulan Oktober 2021 mendatang.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Forum Aktivis Ibu Kota Nilai Pentingnya Dir Intelkam PMJ yang Komunikatif dan Humanis

Forum Aktivis Ibu Kota Nilai Pentingnya Dir Intelkam PMJ yang Komunikatif dan Humanis

MEGAPOLITAN | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings