Belanja Pemerintah Bisa Bangkitkan Ekonomi NTB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Belanja Pemerintah Bisa Bangkitkan Ekonomi NTB

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:59 WIB
Oleh : Awal Ahmad / EHD

Mataram, Beritasatu.com - Di tengah situasi pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir, belanja pemerintah rupanya kini menjadi harapan satu-satunya untuk menjaga ekonomi daerah tetap berdenyut.

“Masyarakat kini sedang dihadapkan pada situasi dilematis. Sehingga semua berharap pandemi cepat selesai,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Mataram, Firmansyah, dalam diskusi virtual soal Penanganan Covid-19 di NTB, Jumat (23/7/2021). Diskusi itu diselenggarakan ESPE Syndicate.

Firmansyah mengungkapkan situasi terkini masyarakat NTB adalah banyak pekerja harian yang kondisinya tiarap.

Menurut Firmansyah, berbicara mengenai ketahanan ekonomi suatu daerah, Firmansyah mengungkapkan kalau hal tersebut ditopang oleh empat hal. Yakni konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

Untuk saat ini, kata dia, mengharapkan ketahanan ekonomi dari konsumsi rumah tangga, tentulah menjadi sangat sulit. Yang terjadi malah sebaliknya. Banyak masyarakat mengerem belanja.

Demikian juga mengharapkan sektor investasi juga sama sulitnya. Sebab, para investor ramai-ramai menahan diri. Begitu pula pada ekspor komoditi. NTB akan sangat sulit mendongkrak ekonomi dengan mengandalkan sektor ekspor.

Karena itu, kata dia, satu-satunya harapan yang tersisa saat ini adalah belanja pemerintah. Sektor ini akan menjadi penopang utama untuk menjaga denyut ekonomi daerah di masa pandemi.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti seperti saat ini, dia menyarankan pemerintah perlu juga membentuk semacam satuan tugas (Satgas) yang tidak hanya memantau penularan Covid-19.

Namun, perlu juga Satgas yang memantau tingkat pendapatan masyarakat. Satgas ini, kata Firman, dapat memberi gambaran utuh pada pemerintah soal kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. “Karena ada memang masyarakat yang kondisinya sangat terpuruk sekali,” tandasnya.

Firman juga memaparkan mengapa banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di NTB yang kondisinya kini tiarap. Sebab, banyak di antara UMKM NTB yang produk mereka bukanlan produk primer.

Melainkan produk sekunder. Sehingga, manakala daya beli masyarakat sedang melemah seperti saat ini, mereka memilih membelanjakan uangnya hanya untuk kebutuhan primer. “Mereka wait and see untuk belanja di luar kebutuhan primer,” katanya.

Di sisi lain, untuk untuk mengurangi dampak pandemi yang sangat dalam terhadap ekonomi masyarakat, Firman menyarankan agar pemerintah perlu memberikan subsidi bagi harga-harga kebutuhan pokok. Mekanisme pemberian subsidi harga ini tentu kata Firman bisa disiapkan pemerintah.

Namun begitu, subsidi harga kebutuhan pokok ini tidak perlu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun, hanya diberikan di daerah tertentu, dan kepada orang-orang tertentu yang memang sangat membutuhkannya.

Pemerintah juga disarankan menggalang dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dana tersebut bisa diarahkan untuk membantu masyarakat yang ekonominya sangat susah. “Kalau disuruh memilih, masyarakat kita pasti ingin beraktivitas dengan protokol ketat ketimbang pembatasan seperti saat PPKM sekarang ini. Tabungan masyarakat sekarang sudah nyaris habis,” katanya.

Founder ESPE Syndicate, Sirra Prayuna, mengatakan, ia optimistis bahwa seluruh ikhtiar yang dilakukan pemerintah dalam upaya menangani pandemi Covid-19 saat ini, pada akhirnya akan berbuah manis. Termasuk upaya-upaya untuk mencegah warga terpapar Covid-19 yang kini sudah memiliki varian dengan penularan sangat cepat.

Namun begitu, kata pengacara kondang ini, di tengah-tengah upaya penanganan kesehatan tersebut, yang tidak kalah pentingnya juga adalah bagaimana menjaga kesinambungan ekonomi masyarakat, pedagang kaki lima, usaha mikro kecil dan UMKM.

“Karena itu, perlu rangkaian sousi dari semua pihak. Di balik kegalauan, jangan sampai terjadi pesimisme masyarakat. Jangan sampai ada pembangkangan sosial. Ini semua menjadi ujian yang harus kita sadari sama-sama,” kata Sirra.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Wirajaya Kusuma mengatakan, banyak UMKM NTB kini terpuruk.

Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun telah menyebabkan pendapatan UMKM di NTB anjlok. Omzet mereka turun drastis lantaran permintaan yang menurun drastis pula. “Imbasnya kemudian berpengaruh pula pada daya beli,” kata dia.

Ketua Kadin NTB, Faurani juga mengemukakan hal serupa. Dia buka-bukaan bagaimana kalangan dunia usaha di NTB kini dalam kondisi yang menyedihkan.

Karena itu, kata Faurani, para pelaku usaha kini sangat berharap peranan pemerintah yang cepat dan tepat. Terutama dari sisi kebijakan dan regulasi. “Dampak pandemi sangat memukul dunia usaha,” katanya.

Banyak perusahaan yang kini berhenti beroperasi. Jika pun masih ada yang beroperasi, mereka harus merumahkan sebagian karyawan mereka. Sehingga imbasnya kata Faurani, harus diakui berkontribusi pada meningkatnya jumlah pengangguran di NTB.

“Begitu juga kalau kita lihat masyarakat sekarang. Rata-rata sedang kebingungan. Karena itu, sangat penting kita bicara soal daya tahan di sini,” katanya.

Menurut Faurani, bagi masyarakat yang masih memiliki tabungan, tatkala ada pembatasan di tengah PPKM Darurat, atau PPKM Level 4 yang diberlakukan pemerintah saat ini, mereka yang memiliki tabungan tidak mengeluh. Namun, hal sebaliknya akan terjadi pada masyarakat yang tidak punya saving sama sekali.

Sementara itu, Sekda NTB, Gita Ariadi, menjelaskan, sejumlah langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Provinsi NTB. Saat ini, kata Gita, sudah mulai disiapkan upaya menggairahkan NTB dengan semboyan “Nurut Tatanan Baru”. “Pemerintah sedang memadukan bagaimana gas diinjak dan rem dilepas. Atau sebaliknya, gas dilepas dan rem diinjak,” kata dia.

Ditegaskan mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini, saat ini pemerintah memprioritaskan penanganan kesehatan dan penyelawatan jiwa masyrakat. “Tapi, di sisi lain, pemerintah juga ingin agar masyarakat dan seluruh pelaku ekonomi dapat tetap produktif,” kata dia.

Dari sisi regulasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan dan aturan. Mulai dari terbitnya Surat Edaran di tingkat kepala daerah. Sampai juga ada instruksi dari para menteri yang menjadi acuan.

Pemeirntah juga saat ini terus memberikan berbagai upaya dan stimulus untuk membantu masyarakat. Yang terbaru misalnya bagaimana upaya Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengambil inisiatif dengan menyerap beras lokal dari petani.

Yang kemudian beras itu menjadi bagian dari komponen tujangan kepada para pegawai sehingga mereka tidak hanya menerima tunjangan dalam bentuk uang semata.

Langkah ini kata Gita untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Sehingga ekonomi masyarakat kecil tetap berdenyut.

Sedagkan dari sisi penanganan kesehatan, Gita menyebut, bahwa rumah isolasi akan disiapkan sebagai tempat penanganan mereka yang terinfeksi Covid-19 tetapi tanpa gejala. Bansos juga mulai dicairkan untuk menggairahkan ekonomi.

Ada bansos tunai dari Kementerian Sosial (Kemsos) untuk masyarakat di daerah yang memberlakukan PPKM Darurat.

Ada pula penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang sudah dilakukan dalam dua hari terakhir. Bantuan beras juga sedang disiapkan Bulog NTB. Total ada 5.200 ton Cadangan Beras Pemerintah yang siap disalurkan. “Kita butuh saling pengertian. Tapi di sisi lain, kita harus sama-sama tegakkan protokol kesehatan,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ali Kalora Tewas, Pengamat: Berantas Kelompok MIT hingga ke Akarnya

Satgas Madago Raya harus terus memberantas jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sampai ke akarnya, setelah pimpinannya Ali Kalora tewas.

NASIONAL | 19 September 2021

Jenazah Ali Kalora dan Ikrima Dibawa ke RS Polri

Rudy memastikan, dua orang yang tewas dalam kontak tembak di Desa Astina, Kecamatan Torue, itu merupakan Ali Kalora dan Ikrima.

NASIONAL | 19 September 2021


Polisi Buru 4 Anggota Mujahidin Indonesia Timur yang Masih Buron

Dikatakan Rudy, setelah Ali Kalora dan Ikrima dibekuk, maka tinggal empat orang anggota terduga teroris Poso yang masih diburu.

NASIONAL | 19 September 2021


Tingkatkan Skill dan Kompetensi, Menaker Dorong PMI Mengakses Pendidikan Tinggi

Ida menyatakan adanya globalisasi dan revolusi industri digital menuntut para PMI untuk semakin cepat beradaptasi dan belajar agar tidak tertinggal.

NASIONAL | 19 September 2021

Waspadai 24 Wilayah Ini Akan Dilanda Cuaca Ekstrem

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir, guntur, dan peningkatan angin kencang.

NASIONAL | 19 September 2021

Danone dan Kemdikbudristek Perluas Akses Pendidikan Anak

Danone Indonesia dan Kemdikbudristek perluas akses pendidikan anak.

NASIONAL | 19 September 2021

Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah di Indonesia sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Kedua tersangka itu juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Hubungan Memanas dengan Prancis, Australia Bela Keputusan Soal Kapal Selam

Hubungan Memanas dengan Prancis, Australia Bela Keputusan Soal Kapal Selam

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings