BNN Ingatkan UU Masih Menempatkan Ganja Jenis Narkoba Paling Berbahaya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNN Ingatkan UU Masih Menempatkan Ganja Jenis Narkoba Paling Berbahaya

Senin, 26 Juli 2021 | 21:18 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan mengingatkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika masih menempatkan ganja sebagai jenis narkoba golongan I atau paling berbahaya. Dengan aturan tersebut, pengguna ganja, meski dengan alasan medis bakal tetap ditindak.

"UU Narkotika kita saat ini, ganja ini masuk golongan I, berarti sangat terlarang. Tidak boleh jenis apa pun sekarang ini dengan UU Nomor 35 Tahun 2009," kata Ahwil dalam Lunch Talk Beritasatu TV, Senin (26/7/2021).

Diketahui, pada akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghapus tanaman itu dari kategori obat paling berbahaya.

Sebanyak 27 dari 53 negara anggota Komisi Obat Narkotika (CND) menyatakan dukungan dengan mengizinkan penggunaan ganja untuk tujuan medis.

Ganja memiliki dua zat yang sangat menentukan, yakni THC atau tetrahydrocannabinol dan CBD atau cannabidiol.

Dikatakan, zat CBD memang memiliki manfaat dari sisi medis, sementara zat THC justru berbahaya karena dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan seperti disorientasi waktu dan tempat.

Ahwil mengungkapkan, ganja di Indonesia memiliki kandungan THC sangat tinggi mencapai sekitar 18 persen, sementara kandungan CBD mendekati nol persen.

Hal ini yang membuat Indonesia masih melarang ganja dan memasukannya sebagai golongan I. Namun, kata Ahwil, tak menutup kemungkinan, Indonesia mengubah aturan tersebut dengan syarat mampu merekayasa agar kandungan zat THC yang terkandung dalam ganja di Indonesia menurun dan zat CBD meningkat.

Hal tersebut terjadi pada morfin yang sebelumnya merupakan narkoba berbahaya menjadi dapat digunakan untuk kepentingan medis.

"Kalau nanti mungkin ada perubahan UU atau bagaimana mungkin bisa saja terjadi suatu saat ada hal-hal yang bisa dipakai untuk medis dan lain-lain mungkin ini berubah dari Golongan menjadi Golongan IV. Bisa untuk penelitian atau obat. Yang namanya morfin itu asalnya dari opium. Opium sebetulnya narkotika paling berbahaya karena opium nisa jadi morfin, heroin dan segala macam, tapi dengan keputusan PBB ini memang adalah yang paling berguna untuk dunia pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit saat ini. Untuk orang sakit kanker atau orang mau operasi itu morfin. Ini mungkin suatu saat mungkin kalau misalnya ini terbukti, kenapa tidak. Tapi kalau saat ini ada orang bawa ganja dari Belanda tertangkap di Bandara berlaku UU Nomor 35 Tahun 2009," katanya.

Ahwil mengatakan, sejumlah lembaga pernah melakukan penelitian untuk merekayasa genetik ganja di Indonesia. Namun, sejauh ini belum menemui titik terang.

Hal ini mengingat tingginya biaya untuk melakukan penelitian. Atas kondisi tersebut, Ahwil mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan ganja, meski dengan alasan medis.

"Jadi kalau imbauan kita, mari kita sama-sama menunggu keputusan pemerintah yang pasti. Karena sekarang dasar kita yang kita pakai tetap UU Nomor 35 Tahun 2009, dimana saat ini ganja ini masih masuk golongan I. Nanti apabila sudah ada penelitian-penelitian yang bisa menghasilkan atau mungkin kita sudah bisa melakukan rekayasa genetik tadi di mana THC yang dihasilkan oleh pohon ganja ini bisa menurun dan kadar CBD-nya bisa naik, ini mungkin suatu saat, kenapa tidak," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

Dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani menunggu jadwal sidang perdana perkara suap pemeriksaan pajak.

NASIONAL | 17 September 2021

Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Ekspor perdana ubi jalar asal Jabar tersebut dilakukan oleh PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

NASIONAL | 17 September 2021

Pakar: Vonis Gugatan Polusi Udara Jakarta, Bukan Solusi Perbaiki Lingkungan

Vonis lima pejabat negara bersalah atas polusi udara di Ibu Kota Jakarta, bukan suatu solusi untuk memperbaiki lingkungan agar menjadi lebih baik lagi

NASIONAL | 17 September 2021

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dan perbedaan ini harus dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga

NASIONAL | 17 September 2021

BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

Delegasi yang mewakili pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut, antara lain dari BNN RI yaitu Deputi idang Hukum dan Kerja Sama beserta Direktur Kerja Sama

NASIONAL | 17 September 2021

Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

Menteri Nadiem mengajak BEM untuk berkolaborasi mensukseskan program Merdeka Belajar.

NASIONAL | 17 September 2021

Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

Kapal Pengayoman IV milik Kemkumham yang tenggelam di perairan Nusakambangan mengangkut dua truk proyek untuk membangun proyek jalan Kempupera

NASIONAL | 17 September 2021

Presiden Jokowi Diminta Tidak Intervensi Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Aliansi Masyarakat Pecinta KPK meminta kepada Presiden Jokowi agar tidak melakukan intervensi terhadap segelintir pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

NASIONAL | 17 September 2021

Kemtan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Indonesia sejak lama dikenal sebagai pemasok buah segar ke pasar mancanegara.

NASIONAL | 17 September 2021

MSIG‌ ‌Indonesia‌ ‌Dukung‌ ‌Pendidikan‌ ‌Anak‌ ‌SD di‌ ‌Paliyan ‌Yogyakarta‌

MSIG memberikan donasi 6.000 buku edukasi‌ ‌protokol‌ ‌kesehatan‌ ‌Covid-19‌ ‌pada‌ ‌anak‌ ‌kepada‌ ‌12‌ ‌sekolah‌ ‌di‌ ‌Paliyan,‌ ‌Yogyakarta.

NASIONAL | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

Sidang Perdana Perkara Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Tunggu Jadwal Pengadilan

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings