P2G: Asesmen Nasional Hanya Akan Mengulang Tragedi Ujian Nasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

P2G: Asesmen Nasional Hanya Akan Mengulang Tragedi Ujian Nasional

Kamis, 29 Juli 2021 | 22:41 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai pelaksanaan asesmen nasional (AN) hanya akan mengulang tragedi ujian nasional (UN), sekalipun pemerintah berulang kali menyampaikan bahwa kedua penilaian itu berbeda.

Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mempertanyakan pernyataan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bahwa AN tidak memerlukan persiapan khusus baik oleh siswa, guru, dan orang tua. Namun faktanya, laporan terbaru dari jaringan guru dan kepala sekolah P2G, Kemdikbudristek baru saja merilis daftar 45-50 nama siswa kelas VIII dan XI yang dipilih untuk mengikuti AN pada Oktober 2021.

“Bagi P2G, ini strategi yang sangat berbahaya bagi sekolah lebih khusus siswa. Tragedi UN akan kembali terulang jika pola ini tetap dilakukan,” kata Iman lewat siaran pers P2G yang diterima Beritasatu.com, Kamis (29/7/2021).

Iman menyebut 50 siswa yang dipilih tersebut akan benar-benar terbebani secara psikologis, sosial, bahkan ekonomi. Menurutnya, kondisi psikologis para siswa tersebut akan tertekan karena mereka mewakili sekolahnya untuk mengikuti AN, serta menjawab serangkaian soal Asesmen Kompetensi Minimum dan literasi untuk mengisi survei karakter.

Jawaban mereka akan mempengaruhi potret atau data profiling sekolah.

"Orang tua yang mampu pasti akan mengirim anaknya belajar tambahan ke bimbel luar sekolah demi hasil AN yang tinggi dan memuaskan semua pihak. Sedangkan siswa miskin, apalagi nilai akademik rendah tidak mampu berbuat apa-apa, malah bisa jadi dianggap beban sekolah dalam AN," ujar Iman.

Menurut Iman, jika hasil AN rendah maka nama baik sekolah bahkan sampai dinas pendidikan akan tercoreng, termasuk guru bisa berpotensi disalahkan oleh birokrat pendidikan daerah. Sekolah juga bisa dianggap tidak serius menyiapkan siswa terpilih untuk mengikuti AN.

“Praktik pembelajaran sekolah akan seperti era UN. Guru akan selalu memacu 45-50 anak untuk belajar menjawab kisi-kisi soal AN. Energi sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas, sampai kepala dinas terfokus demi hasil AN sekolah yang terbaik,” kata Iman.

Iman berpendapat kastanisasi sekolah unggulan bisa muncul kembali, sebaliknya Kemdikbudristek lewat penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi ingin mengikis hal tersebut untuk prinsip pemerataan yang berkeadilan.

“Jika demikian, wajar saja AN dan UN dipersepsikan sama. Nyatanya hanya beda nama, sedangkan esensi dan daya rusaknya terhadap anak dan sistem pendidikan ternyata masih sama saja,” ujar Iman.

Di sisi lain, Iman berpendapat dana AN sekitar Rp 1,48 triliun sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan dasar pendidikan terutama di masa pandemi Covid-19.

"Lebih baik anggaran sebesar ini direalokasikan untuk membantu pembelajaran jarak jauh agar berkualitas dan mengurangi ketimpangan digital di banyak daerah," katanya.

Kemdikbudristek berencana melaksanakan AN pada September-Oktober 2021 yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. AN semula dijadwalkan pada Maret 2021, tapi kemudian diundur pelaksanaannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

MIX-Marcomm Gelar Indonesia Brand Communication Championship 2021

Untuk pertama kalinya Majalah MIX-MarComm menggelar program Indonesia Brand Communication Championship 2021.

NASIONAL | 18 September 2021

KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyatakan keluarga sebagai garda terdepan berperan penting dalam mempersiapkan proses PTM

NASIONAL | 18 September 2021

Oxone Polisikan Sejumlah Akun Medsos Penipuan Online

Oxone melaporkan sejumlah akun medsos yang kerap menggunakan produksny sebagai modus penipuan online ke Polres Jakarta Utara.

NASIONAL | 18 September 2021

Kemdikbudristek: PTM Terbatas Utamakan Keselamatan Siswa dan Guru

pelaksanaan PTM terbatas selama pandemi telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, intinya keselamatan siswa dan tenaga pendidik jadi prioritas

NASIONAL | 18 September 2021

Pimpinan Teroris Ali Kalora Diduga Tewas dalam Kontak Tembak

Kontak tembak tersebut menewaskan dua orang terduga teroris Poso, salah satunya adalah pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora.

NASIONAL | 18 September 2021

Keberadaan Nakes Gerald Sokoy di Kiwirok Belum Diketahui

Dandrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, hingga kini keberadaan tenaga kesehatan atas nama Gerald Sokoy belum diketahui

NASIONAL | 18 September 2021

3 Strata Penangkal Ancaman Keamanan

Purnomo Yusgiantoro mengatakan, ada tiga strata yang harus diterapkan untuk menangkal berkembangnya ancaman keamanan di Indonesia

NASIONAL | 18 September 2021

Purnomo: Ancaman Keamanan Berdampak pada Tata Kehidupan Bangsa

Purnomo Yusgiantoro mengingatkan seluruh elemen bangsa terkait berkembangnya model konsep dasar ancaman keamanan di berbagai negara di dunia

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Polisi belum menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, tersangka penistaan agama di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 18 September 2021

BPBD Ingatkan Wisatawan Waspadai Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

BPBD Banten sudah menyampaikan peringatan dini kepada pengelola wisata di pesisir selatan Lebak agar meningkatkan kewaspadaan cuaca buruk.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

NASIONAL | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings