Kenal Rudy Hartono, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik Diduga Tahu Jual Beli Tanah Munjul
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kenal Rudy Hartono, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik Diduga Tahu Jual Beli Tanah Munjul

Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:28 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik mengetahui proses jual beli tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur antara Perumda Pembangunan Sarana Jaya dengan PT Adonara Propertindo.

Dugaan tersebut didalami penyidik saat memeriksa politikus Gerindra tersebut sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur tahun 2019, Selasa (10/8/2021) kemarin.

Pemeriksaan Taufik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles dan kawan-kawan.

Tak hanya soal proses jual beli tanah di Munjul, tim penyidik juga mencecar Taufik mengenai perkenalannya dengan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur sekaligus pemilik showroom mobil Rhys Auto Gallery, Rudy Hartono Iskandar yang menjadi salah satu tersangka kasus ini.

"Saksi dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait proses jual beli tanah tersebut dan perkenalan saksi dengan tersangka RHI (Rudy Hartono Iskandar)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).

Tak hanya itu, tim penyidik juga mencecar Taufik mengenai pembahasan dan pengesahan anggaran untuk Sarana Jaya yang salah satunya dipergunakan dalam pengadaan tanah di Munjul.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK menemukan dua dokumen anggaran untuk Sarana Jaya. Total angka yang tertera dalam dua dokumen itu berjumlah Rp 2,6 triliun, yakni SK Nomor 405 sebesar Rp 1,8 triliun dan SK 1684 senilai Rp 800 miliar.

"Tim Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dengan pengusulan dan pembahasan anggaran untuk BUMD di Pemprov DKI Jakarta yang salah satunya pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur," kata Ali.

Selain Taufik, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga memeriksa Plh Badan Pembinaan BUMD Periode 2019, Riyadi. Dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mencecar Riyadi mengenai mekanisme program DP O rupiah.

"Riyadi didalami mengenai pengetahuan saksi terkait bagaimana proses regulasi terkait program DP 0 rupiah," kata Ali.
Usai diperiksa penyidik pada Selasa (10/8/2021), Taufik mengaku mengenal Rudy Hartono Iskandar.
"Saya kenal Rudy," kata Taufik.

Namun, Taufik mengeklaim tidak mengetahui perkara korupsi tanah di Munjul. Taufik mengaku baru mengetahui dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 152,5 miliar tersebut saat ditangani KPK. “Saya enggak tahu Munjul. Tahu Munjul kan waktu ditangani KPK,” ucapnya.

Terkait dengan anggaran untuk Sarana Jaya, Taufik mengatakan, anggaran tersebut diusulkan kepada badan anggaran (banggar) DPRD DKI Jakarta dalam bentuk gelondongan bukan per mata anggaran. Sementara, teknis penggunaannya merupakan tanggung jawab BUMD masing-masing.

Untuk itu, Banggar DPRD DKI, katanya tidak menaruh curiga atas nominal yang diajukan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
“Iya ada, anggarannya ada. Kan Banggar itu menetapkan bonggolan anggaran, pelaksanaannya diserahkan ke BUMD masing-masing,” kata Taufik.

Taufik pun membantah bertemu dengan Rudy Hartono dan Yoory untuk membahas anggaran penyertaan modal daerah dari Pemprov DKI kepada Sarana Jaya. "Nggak ada (pembahasan dengan Rudy Hartono). Mana ada dengan pihak swasta. Nggak boleh kan bahas anggaran dengan swasta," katanya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima pihak sebagai tersangka, yaitu mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles; Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene; Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian; dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar; serta PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

Kasus ini bermula pada 4 Maret 2019. Saat itu, Anja bersama-sama Tommy Adrian dan Rudy Hartono Iskandar menawarkan tanah yang berlokasi di Munjul seluas lebih kurang 4,2 Hektar kepada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ). Padahal, saat itu, tanah tersebut sepenuhnya masih milik Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Sebagai tindak lanjutnya, diadakan pertemuan antara Anja dan Tommy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Yogyakarta, yang dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan pembelian tanah oleh Anja, Tommy, dan Rudy yang berlokasi di daerah Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta dengan nilai Rp 2,5 juta permeter atau total Rp 104,8 miliar.

Pembelian tanah yang dilakukan oleh Anja bersama dengan Tommy dan atas sepengetahuan Rudy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilaksanakan pada 25 Maret 2019, dan seketika langsung dilakukan perikatan jual beli sekaligus pembayaran uang muka oleh Anja dan Tommy dengan jumlah sekira Rp 5 miliar melalui rekening bank atas nama Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Pelaksanaan serah terima Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan tanah girik dari pihak Kogregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilakukan melalui notaris yang ditunjuk oleh Anja.

Kemudian, Anja, Tommy dan Rudy menawarkan tanah tersebut kepada Sarana Jaya dengan harga permeternya R p7,5 juta atau total Rp 315 miliar.


Selanjutnya, diduga terjadi proses negosiasi fiktif dengan kesepakatan harga Rp5,2 juta permeter dengan total Rp217 miliar. Kemudian pada 8 April 2019, dilakukan penandatanganan pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perumda Sarana Jaya antara pihak pembeli yaitu Yoory Corneles Pinontoan selaku Direktur Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja.

Masih pada waktu yang sama, juga dilakukan pembayaran sebesar 50% atau sekira sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran oleh Sarana Jaya kepada Anja sekitar sejumlah Rp43,5 miliar.

Terkait pelaksanaan pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta tersebut, KPK menduga Perumda Sarana Jaya melakukan empat perbuatan melawan hukum, yakni tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah.

Selain itu tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate dan adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja dan Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan.

KPK menyatakan, atas perbuatan para tersangka, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp 152,5 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu Padu Kerahkan Daya Berantas Korupsi

Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) setiap 9 Desember sepatutnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kerja pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Terapkan Sistem Merit, LAN Pertahankan Predikat Sangat Baik

LAN kembali memperoleh predikat Sangat Baik dalam Anugerah Meritokrasi Penyerahan Hasil Penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN kepada Instansi Pemerintah

NASIONAL | 8 Desember 2021

Pilar KA Cepat Timpa Ekskavator, KCIC: Tak Ada Korban

KCIC menyatakan bahwa tidak ada korban dari insiden tersebut.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Jelang Nataru, DPRD Maluku Minta Jaminan Pertamina dan PLN

DPRD Maluku ingin memastikan ketersediaan minyak tanah (mitan) dan juga mengantisipasi adanya pemadaman listrik saat perayaan dua momen keagamaan dimaksud.

NASIONAL | 8 Desember 2021

BNPB: Kerugian Erupsi Semeru Masih Didata

BNPB menyatakan, masih melakukan pendataan terkait jumlah kerugian materil akibat dari keluarnya awan panas dari Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Buruh Minta Penjelasan MK soal Putusan UU Cipta Kerja

Buruh meminta seluruh gubernur di Indonesia merevisi  keputusan soal UMP dan meminta pemerintah PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Besok, Jokowi Hadiri Puncak Hari Antikorupsi Sedunia 2021

Tema peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang akan dihadiri Presiden Jokowi adalah “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Mentan Dorong Provinsi Lampung Hasilkan 300.000 Bibit Sapi

Lampung sendiri dipilih Kementan karena dinilai mampu menerapkan pola reguler maksimum.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Bupati Bogor Akan Naikkan Insentif Guru Honorer Tahun Depan

Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan akan menaikan insentif atau kesejahteraan pegawai (Kespeg) para guru dan tenaga kependidikan honorer di tahun 2022 mendatang.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Delegasi G-20 Mulai Tiba di Bali

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyambut kedatangan 25 orang delegasi G-20 tahap pertama.

NASIONAL | 8 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Satu Padu Kerahkan Daya Berantas Korupsi

Satu Padu Kerahkan Daya Berantas Korupsi

NASIONAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings