Gusdurian: Wawasan Kebangsaan Daya Tangkal Ideologi Transnasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gusdurian: Wawasan Kebangsaan Daya Tangkal Ideologi Transnasional

Selasa, 24 Agustus 2021 | 21:21 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Jaringan Nasional Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, mengatakan, memperkaya wawasan kebangsaan dapat menjadi daya tangkal dari ideologi transnasional.

Alissa Wahid mengatakan, wawasan kebangsaan penting agar masyarakat dan generasi muda tidak mudah tergoda dengan ideologi lain yang berasal dari luar.

"Apa yang terjadi di Afghanistan itu tidak serta merta bisa diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu anak muda Indonesia perlu belajar sejarah Indonesia, perlu punya wawasan kebangsaan yang kuat, pemahaman ke-Indonesiaan yang kuat, dan bagaimana merawat bangsa ini ke depannya," ujar Alissa Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

Alissa mengakui di Indonesia ada kelompok yang mendukung Taliban, sehingga dia mengingatkan pemerintah harus waspada terkait masalah ini. Pasalnya, Taliban tidak bisa dilepaskan dari sejarah terorisme di Indonesia.

"Terkait dengan orang-orang yang mendukung Taliban di Indonesia, kita harus memastikan mereka ini tidak berkembang jumlahnya dan pergerakannya. Karena hanya dukungan kepada Taliban saja tidak apa-apa, tetapi jangan sampai ikut-ikutan ingin menerapkan ideologi transnasional dari Taliban ke Indonesia. Itu jelas tidak boleh terjadi di Indonesia," tegas Alissa.

Menurut dia, kemerdekaan yang sudah diraih oleh bangsa Indonesia sudah seharusnya dirawat, jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mempromosikan ideologi dan paham yang berbeda, serta bertentangan dengan ideologi bangsa.

"Maka dari itu untuk memperkuat daya tangkal seluruh warga bangsa terhadap paham-paham transnasional, kita harus memperkuat sense ke-Indonesiaan dengan memahami bahwa menjadi Indonesia itu ya menjadi Bhinneka Tunggal Ika, kita tidak mengacu kepada cara-cara atau ideologi lain," ucap putri sulung dari Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid ini.

Alissa yang juga menjabat Sekjen Gerakan Suluh Kebangsaan ini menyampaikan, terkait dengan Taliban, sejatinya bangsa ini tidak bisa apa-apa karena itu adalah kedaulatan mereka.

Berperan
Namun, sebagai dunia internasional, Indonesia bisa berperan sesuai yang tercantum di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa Indonesia turut serta dalam menjaga perdamaian dunia.

"Maka jika nantinya Taliban ini tidak menjaga HAM di sana (Afghanistan), maka Indonesia sudah selayaknya harus bersuara. Sebagaimana seperti juga Indonesia bersuara mengenai yang terjadi Palestina dan lain-lain," katanya.

Tidak hanya itu, Alissa juga sangat mengkhawatirkan apakah orang-orang yang mendukung Taliban dengan hukum syariahnya mengharapkan hal yang sama terjadi di Indonesia.

Menurut dia, hal tersebut bisa menjadi masalah besar bila mereka itu ingin menerapkan hukum syariah seperti yang dianut Taliban di Indonesia.

"Karena ini harus betul-betul dipastikan orang kalau orang di Indonesia tidak menganut terhadap paham transnasional seperti yang dianut oleh Taliban yang ingin mendirikan negara Islam atau Emirate. Jangan sampai itu terjadi dan kita sebagai warga bangsa harus bisa membentengi dengan Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa ini," terangnya.

Untuk itu Alissa juga mengingatkan, dalam sejarahnya kelompok Taliban ini juga sering melakukan kekerasan, maka sudah sewajarnya jika saat ini dunia skeptis terhadap kelompok tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lewat Kurikulum Aqil Baligh, Flexi School Ciptakan Lulusan Berkarakter

Flexi School menggunakan metode Agile Education yaitu pembelajaran adaptif dengan cara tangkas dan cekatan dalam proses belajar anak.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Gempa Sulut Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu terjadi akibat deformasi lempeng laut Maluku.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Pengamat: Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad karena Mampu, Bukan karena Luhut

Pengamat militer Susaningtyas NH Kertopati menegaskan penunjukan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak karena memiliki kemampuan intelijen yang baik.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Kecelakaan Maut Balikpapan, Anggota DPR: Tingkatkan Pengawasan Truk ODOL

Terklait Kecelakaan maut Balikpapan, anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti mengaku kecewa dengan pengawasan lemah terhadap truk-truk yang bermuatan besar.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Ini Daftar 18 OTT KPK Era Firli Bahuri Cs

KPK di bawah Firli Bahuri Cs sudah melakukan 18 kali operasi tangkap tangan (OTT) hingga pekan ketiga Januari 2022.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Era Firli Cs KPK Sudah 18 Kali OTT, 2 di Antaranya Menteri

KPK yang dipimpin Firli Bahuri Cs sudah melakukan 18 operasi tangkap tangan (OTT), dua di antaranya menteri.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Profil Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Kini Jadi Pangkostrad

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah resmi menunjuk Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjadi Pangkostrad.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Ditunjuk Jenderal Andika Jadi Pangkostrad, Mayjen Maruli Punya Harta Rp 51,6 M

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menunjuk Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Mayjen TNI Agus Subiyanto Jadi Wakasad Dampingi Jenderal Dudung

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto diangkat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

NASIONAL | 22 Januari 2022

Kendalikan Perubahan Iklim, Menteri LHK Surati Semua Gubernur

Guna mengendalikan perubahan iklim dan nilai ekonomi karbon, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyurati para gubernur se-Indonesia.

NASIONAL | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Tabrakan Beruntun Balikpapan


# Update Covid-19


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI
Bangunan 20 Lantai Terbakar di Mumbai, 2 Tewas dan 15 Terluka

Bangunan 20 Lantai Terbakar di Mumbai, 2 Tewas dan 15 Terluka

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings