Pengamat: Pemberian Remisi Djoko Tjandra Harus Transparan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Pemberian Remisi Djoko Tjandra Harus Transparan

Rabu, 25 Agustus 2021 | 06:40 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemberian remisi terhadap narapidana tindak korupsi Djoko Tjandra yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) mendapat sorotan tajam dari publik. Pasalnya, perbuatan Djoko Tjandra yang menyuap polisi dan kejaksaan dinilai sudah mencoreng wajah hukum Indonesia.

Pengamat Kebijakan Lembaga, Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon Runturambi mengatakan, pemberian remisi terhadap Djoko Tjandra mendapat banyak sorotan masyarakat lantaran rekam jejaknya sebagai terpidana kasus cessie Bank Bali dan sekaligus menjadi buronan selama 11 tahun.

"Dalam pemberian remisi itu apakah prosedurnya dijalani atau enggak, karena yang bersangkutan pernah memiliki rekam jejak seperti itu. Nah itu yang dipertanyakan di situ, cara mendapat remisinya benar atau enggak," ujarnya melalui keterangan, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, Dirjen Pas Kemkumhan sebagai pemegang otoritas dalam pemberian remisi tersebut harus bertindak sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Jangan hanya sekedar mengumumkan remisi, tapi harus dijelaskan bagaimana prosedurnya untuk mengurangi dugaan praktik suap saat pemberian remisi.

"Jadi itu yang perlu disampikan, jadi tidak sekedar siapa mendapat remisi harus ada uraian lebih mendalam sehingga terhindar dari tadi keraguan masyarakat, praktek praktek itu berjahan di Lapas," ungkapnya.

Oleh karena itu dia mendorong Dirjen Pas agar lebih transparan dalam pemberian remisi terhadap narapidana koruptor. Terlebih kasus Djoko Tjandra sudah menyedot perhatian mendalam.

"Jadi untuk kasus kasus antensi yang mendapat perhatian itu seharusnya Dirjenpas tidak hanya sekedar memberikan remisi, tetapi juga harus mengumumkan persyaratan remisi yang telah dipenuhi," imbuhnya.

Pemberian remisi itu, lanjut dia, merujuk pasal 34 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2006 tidak hanya mensyaratkan telah menjalani masa hukuman 1/3 kepada terpidana yang dapat diberikan remisi namun juga mencantumkan syarat berkelakukan baik.

"Nah itu tadi jangan kebiasaan itu yang terjadi di luar juga dilakukan di Lapas dan akhirnya itu kan merusak SOP yang ada di Lapas. Jangan sampai kebiasaan di luar itu menjadi pertanyaan publik," katanya.

Untuk membuktikan dugaan prkatek suap dalam pemberian remisi terhadap Djoko Tjandra sepatutnya KPK, Kejaksaan dan Ombursdman segera mengusut pemberian remisi tersebut.

"Antara aturan yang berlaku, pihak pelaksana Lapas harus transparan untuk menjawab keraguan publik terkait keringanan yang diberikan,"

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan alasan Direktorat Jenderal Pemasyarakat Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemenkumham) yang memberikan remisi terhadap Djoko Tjandra pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Pemberian remisi itu dianggap janggal mengingat Djoko Tjandra baru mulai menjalani hukuman pidana penjara pada 7 Agustus 2020 atas perkara cessie Bank Bali berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2009. Sebelum eksekusi berjalan Djoko Tjandra pun sempat melarikan diri ke luar negeri dan menjadi buron selama 11 tahun.

"Tentu hal ini janggal, sebab, bagaimana mungkin seorang buronan yang telah melarikan diri selama 11 tahun dapat diberikan akses pengurangan masa pemidanaan," ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan, Jumat (20/8/2021).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kunjungi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Nadiem Ucapkan Selamat Hari Santri

Nadiem Anwar Makarim bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur pada hari ini, Jumat (22/10/2021)

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Soal 12 Tuntutan Mahasiswa ke Jokowi, Jubir: Jawaban Sedang Diolah

Jubir Presiden Fadjroel Rachman mengatakan pihak Istana Kepresidenan sedang mengolah jawaban dari 12 tuntutan mahasiswa yang diberikan kepada KSP, Moedoko.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BNN Wakili Asia Pasifik Jadi Panelis di Pertemuan Internasional

Badan Narkotika Nasional (BNN) mewakili kawasan Asia Pasifik menjadi panelis dalam pertemuan internasional yang digelar Commission on Narcotic Drugs (CND).

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Belajar Pendidikan Karakter, Nadiem Berkunjung ke Pesantren NU di Jawa Timur

Nadiem mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Pondok Pesantren Lirboyo, dan Pondok Pesantren Al Falah di Kediri

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Menteri LHK: Indonesia Berhasil Cegah Bebas Asap Karhutla 2 Tahun Berturut-turut

Selama dua tahun berturut-turut Indonesia berhasil mencegah bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Umrah untuk RI Dibuka Lagi, DPR Minta Pemerintah Jamin Prokes Calon Jemaah

Komisi VIII DPR RI menyambut baik rencana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang siap membuka pintu bagi jemaah Indonesia yang hendak menjalani ibadah umrah.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Museum Sumpah Pemuda Gelar Pameran Tokoh Pers Indonesia

Museum Sumpah Pemuda menggelar pameran tentang Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda dengan tema “Lawan!” di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BMKG Ungkap Gempa Bali yang Timbulkan Kerusakan Parah

Gempa yang mengguncang Bali tergolong bukanlah gempa yang besar namun menimbulkan kerusakan yang cukup banyak.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

PON Papua Lancar, Kapolri Apresiasi Kinerja Personel TNI-Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kinerja para personel TNI dan Polri yang telah mengamankan PON XX Papua yang berjalan sukses.

NASIONAL | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Jokpro: Selamat Tinggal Jurang Resesi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Jokpro: Selamat Tinggal Jurang Resesi

POLITIK | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings