Sasar Anak Muda, Radikalisme dan Ekstermisme Semakin Kekinian
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sasar Anak Muda, Radikalisme dan Ekstermisme Semakin Kekinian

Senin, 30 Agustus 2021 | 19:52 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kelompok radikalisme dan ekstremisme saat ini semakin kekinian, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial (medsos). Cara seperti itu digunakan karena mereka ingin menyasar anak-anak muda untuk bergabung.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Ruang Baca Cerdas (RBC) Institute A Malik Fadjar, Subhan Setowara, dalam acara focus group discussion (FGD) bertema “Pemuda dan Ekstremisme Beragama” yang digelar secara daring di Yogyakarta, Senin (30/8/2021). Acara digelar Cangkir Opini bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yogyakarta dan DPD IMM Jawa Timur.

Selain Subhan, hadir pila dalam diskusi ini mantan narapidana teroris Nasir Abbas, sejarawan dari Muhammadiyah, Mu'arif, dan Zulfikar sebagai moderator. “Gerakan ekstremisme pada hari ini makin kekinian. Gerakan terorisme menyasar kaum muda lantaran rasa ingin tahu mereka yang tinggi,” ujar Subhan.

Dalam kaitan itu, dia mengatakan, kelompok Taliban di Afghanistan yang berhasil merebut kekuasaan lebih pandai mempromosikan diri. Bisa dikatakan mereka saat ini adalah Taliban versi 2.0, karena berbeda dengan Taliban sebelumnya.

“Taliban 2.0 melakukan rebranding lewat Twitter dan konten media sosial lainnya dengan menunjukkan ciri kekinian. Setelah memasuki Kabul, misalnya, para militan Taliban lantas memosting video dan foto yang menampilkan para pejuang mereka sebagai sosok orang biasa yang mudah didekati,” tutur Subhan.

Sementara, Nasir Abbas menceritakan tentang awal mula serta perjalanannya menjadi teroris di berbagai negara, termasuk belajar di Afghanistan.

“Pada umur 15 tahun saya sudah ke Afghanistan dengan niat untuk melanjutkan pendidikan. Namun, karena tidak memiliki ijazah, akhirnya saya masuk NII. Dari situ awal mula saya mengenal dengan gerakan terorisme dan ekstremisme," ujar Nasir.

Sejarawan Muhammadiyah, Mu'arif menjelaskan tentang konsep dasar moderasi dalam beragama dalam perspektif sejarah. “Fakta-fakta historis menunjukkan bahwa kekerasan dengan mengatasnamakan agama sudah terjadi sejak zaman Sahabat Nabi dan biasanya dilatarbelakangi oleh persoalan atau kepentingan politik," jelasnya.

Direktur Eksekutif Cangkir Opini, Zaki Ma'ruf menjelaskan, diskusi ini dikonsep lebih aktif dan interaktif agar peserta dapat ikut serta dalam berdiskusi dan tidak satu arah.

“Agenda ini diawali dengan dialog tentang ekstremisme dalam beragama dan akan dilanjutkan dengan diskusi per kelompok yang nantinya akan melahirkan sebuah narasi dan gerakan dalam menyuarakan moderasi beragama," jelasnya.

Zaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk merespon berbagai isu terorisme yang akhir-akhir ini masih meresahkan masyarakat Indonesia.

Ketua Umum DPD IMM DIY, M Akmal Ahsan mengatakan, selain berperan serta dalam diskusi ini, pihaknya saat ini juga melakukan gerakan kemanusiaan bernama #JogjaBangkit.

"Gerakan untuk merespon pandemi Covid-19. Gerakan ini setidaknya menyasar warga yang sedang isolasi mandiri, pedagang terdampak, dan masyarakat marginal. Hingga hari ini ratusan sembako dan nasi bungkus telah didistribusikan kepada masyarakat dan masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu mendatang," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KH Anwar Mansyur: Kiai Harus Bersama Rais Aam

Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Mansyur minta seluruh kiai harus bersama dengan Rais Aam KH Miftachul Ahyar.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Menko PMK Koordinasikan Penanganan Erupsi Semeru

Menko PMK  Muhadjir Effendy menegaskan mengoordinasikan dengan  kementerian dan lembaga untuk penanganan bencana erupsi Gunung Semeru. 

NASIONAL | 5 Desember 2021

Kereta Api Tabrak Angkot di Medan, 4 Meninggal

Kereta api menabrak angkutan kota di Medan, Sumut menyebabkan 4 orang meninggal dunia.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Kepala BNPB Pimpin Rakor Penanganan Bencana Semeru

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanganan bencana gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Minggu (55/12/2021).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Baznas Bangun Pos Kesehatan untuk Korban Erupsi Semeru

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menurunkan 14 personel yang terdiri dari Baznas Tanggap Bencana (BTB), dokter, perawat, farmasis, dan relawan untuk membangun pos kesehatan dan pengobatan mobile bagi warga korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

NASIONAL | 5 Desember 2021

Kasus Mahasiwi Bunuh Diri Mendapat Perhatian Kapolri

Kasus  mahasiswi bunuh diri menjadi trending topic di dunia maya serta mendapat perhatian Kapolri.

NASIONAL | 5 Desember 2021

SMAN 1 Oksibil Dibakar Orang Tak Dikenal

Bangunan SMA Negeri 1 Oksibil, Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (5/12/2021), sekitar pukul 03.45 WIT, dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Presiden Jokowi Sebut "Hati-hati" 25 Kali, Ada Apa?

Presiden memberikan penekanan pada beberapa aspek terkait dampak pandemi dengan menyebut kata “hati-hati” sebanyak 25 kali.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Ini Penyakit Akibat Letusan Gunung Berapi dan Pencegahannya

Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi seperti Semeru bisa berisiko memunculkan penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). 

NASIONAL | 5 Desember 2021

Erupsi Semeru, 13 Meninggal dan 41 Orang Alami Luka Bakar

Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan 41 mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Semeru Sabtu (4/12/2021) kemarin.

NASIONAL | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# Omicron


# Mahasiswi Bunuh Diri


# Pasien Covid-19


# Monumen Pahlawan Covid-19



TERKINI
KH Anwar Mansyur: Kiai Harus Bersama Rais Aam

KH Anwar Mansyur: Kiai Harus Bersama Rais Aam

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings