PAM Dituntut Buka Isi Kontrak Kerjasama dengan Palyja-Aerta
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PAM Dituntut Buka Isi Kontrak Kerjasama dengan Palyja-Aerta

Minggu, 11 November 2012 | 15:40 WIB
Oleh : B1

PAM Jaya mengalami kerugian Rp1,3 triliun pada Desember 2011.

Kontrak kerja sama antara PAM Jaya dengan dua konsorsium swasta, yaitu PT Palyja dan PT Aetra, dinilai telah merugikan negara dan masyarakat. Untuk itu, PAM Jaya didesak harus membuka kepada publik, isi kontrak kedua perusahaan tersebuttersebut.

Muhammad Reza dari Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRUHA) mengatakan, sejak kontrak diteken pada 1997, tidak ada perbaikan berarti dalam hal layanan air di Jakarta. Justru menurutnya, tarif air semakin naik dan PAM Jaya pun terus merugi.

"Semua ini berawal dari kontrak dan pengelolaan yang penuh rekayasa dan juga penuh dengan kerahasiaan," kata Reza, dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini.

Selain itu, Reza meminta laporan hasil audit BPKP terkait pelaksanaan kerja sama dengan dua perusahaan asal Inggris dan Prancis tersebut juga dibuka.

"Juga terkait proyeksi keuangan yang digunakan dalam menetapkan besaran imbalan air (biaya yang harus dikeluarkan PAM Jaya untuk setiap pekerjaan yang dilakukan swasta)," kata Reza.

Reza menuturkan, pada 3 Oktober lalu, koalisi sudah mengajukan permohonan dibukanya informasi tersebut. Akan tetapi PAM Jaya menolak mempublikasikannya, dengan alasan adanya larangan membuka informasi tersebut di dalam kontrak kerja sama PAM Jaya dengan Palyja-Aetra.

Namun, pada September 2012, Komisi Informasi Pusat (KIP) memerintahkan PAM Jaya membuka dokumen-dokumen tersebut. PAM Jaya lantas mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) meminta agar keputusan KIP dibatalkan. PAM Jaya berdalih tidak bisa mempublikasikan karena tengah melakukan renegoisasi kontrak dengan Palyja-Aerta.

Atas tindakan PAM Jaya tersebut, koalisi pun akan memberikan jawaban ke PUTN. Koalisi juga akan mengajukan gugatan warga negara soal adanya pembiaran swastanisasi layanan air yang sejatinya menjadi domain publik.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Sumber Daya Air No.7/2004, pengaturan soal air harus dilakukan oleh pemerintah dan tidak bsa dikuasakan kepada pihak swasta. Selain itu, biaya pengelolaan sumber daya air juga harus transparan dan melibatkan unsur masyarakat dalam penghitungannya.

Kenyataannya, kata Reza, sejak 1997, tanpa persetujuan publik dan lelang umum, pengelolaan air dilakukan oleh dua perusahaan swasta, yaitu PT Palyja dan PT Aetra. Pengelolaan air dipercayakan ke pihak swasta lantaran PAM Jaya dinilai mempunyai kinerja yang buruk, baik secara teknis maupun keuangan.

Nyatanya pula, setelah di bawah penanganan swasta, PAM Jaya tak kunjung mendapatkan untung. Dengan kata lain, kontrak dengan dua perusahaan swasta tersebut justru merugikan PAM Jaya. Padahal dalam kontrak tersebut, Palyja-Aetra dijamin potensi keuntungan, risiko dan pengembalian modal sebesar 22 persen setiap tahunnya, (juga) jaminan kenaikan tarif setiap bulan.

Masih menurut Reza, sementara itu, PAM Jaya juga harus mengongkosi management fee berupa biaya hidup para pekerja asing yang pada tahun 2007 mencapai Rp7 miliar. Alhasil, akibat kontrak kerja sama tersebut, PAM Jaya mengalami kerugian Rp1,3 triliun pada Desember 2011.

Sementara dari sisi masyarakat, menurut Reza lagi, mereka terbebani dengan tingginya harga untuk memperoleh air senilai Rp6.800 per meter kubik. Padahal berdasarkan hasil perhitungan BPK, harga idealnya adalah Rp4.800.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demokrat Panggil Kader "Pemeras" BUMN Habis Reses

Dari 8 inisial yang ada dalam laporan Dahlan Iskan, 4 nama diduga adalah politisi Partai Demokrat.

NASIONAL | 11 November 2012

Kilang LNG Tangguh Berhenti Beroperasi Beberapa Pekan

Berhenti operasi selama beberapa pekan ke depan akibat kebakaran kecil di unit pendingin kilang.

NASIONAL | 11 November 2012

Granat: Indonesia Masuki Kondisi Bencana Narkoba

"BNN sendiri bekerja sudah bagus dan perlu adanya komitmen moral bersama-sama untuk mendukungnya."

NASIONAL | 11 November 2012

Interpol Akan Suplai Informasi ke PIKMI

Upaya penanggulangan kejahatan maritim di kawasan Asia.

NASIONAL | 11 November 2012

Tubagus: Aher-Dede Tak Bisa Atasi "Jabar Terkorup"

Jabar butuh figur baru yang berpengalaman soal antikorupsi.

NASIONAL | 11 November 2012

Bengkulu Diminta Masukkan Perakitan Robot ke Dalam Kurikulum Pendidikan

Agar siswa sejak dini mengenal hal yang berkaitan dengan teknologi.

NASIONAL | 11 November 2012

Soekarno Institute: Soekarno Tidak Lahir di Blitar

Surabaya dijadikan Kota Soekarno.

NASIONAL | 11 November 2012

ICW Desak KPK Umumkan Tersangka Kasus Century

"Seharusnya Oktober lalu sudah bisa diumumkan tersangka, paling tidak November ini lah KPK harus sudah umumkan."

NASIONAL | 11 November 2012

Didit Petet dan Eep Saeful Fatah Kawal Calon Pilgub ke KPU Jawa Barat

Saya memilih Deddy Mizwar bukan semata-mata karena namanya terkenal sebagai tokoh seniman film.

NASIONAL | 11 November 2012

Yance: Artis Terkenal jadi Lawan Berat Pilgub Jawa Barat

Saya mendaftar 2 jam jelang penutupan untuk mengetahui sejauhmana kekuatan lawan.

NASIONAL | 11 November 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS