Kasus Pembunuhan Amel di Subang, Ini Pandangan Ricky Vinando
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Pembunuhan Amel di Subang, Ini Pandangan Ricky Vinando

Selasa, 7 September 2021 | 20:17 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Subang, Beritasatu.com - Penyidik Polres Subang, hingga kini masih belum mengungkap pelaku pembunuhan terhadap ibu Tuti (55) dan anak gadisnya Amelia Mustika Ratu (23) yang menggemparkan publik. Kasus pembunuhan tersebut telah terjadi lebih dari dua pekan, dan hingga kini masih menyisakan misteri.

Polisi masih terus melakukan pendalaman, bahkan polisi kembali memeriksa beberapa saksi pada Senin (6/9/2021), hingga malam hari. Saksi yang diperiksa salah satunya yaitu suami korban, Yosef. Adapun total saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini berjumlah 25 saksi.

Yosep suami korban melalui pengacaranya membuat alibi, bahwa pada Selasa (17/8/2021) malam, sebelum pamit ke rumah istri mudanya Mimin, Yosep sempat minta uang Rp 20.000 untuk membeli bensin. Yosep lalu keesokan harinya, Rabu (18/8/2021) pulang pagi-pagi ke rumah yang jadi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Yosep keadaan rumah sudah acak-acakan, lalu melapor ke polisi dan sepulang dari kantor polisi ditemukan terdapat 2 mayat di bagasi mobil yang terparkir di depan rumah.

Yosep pulang pagi-pagi pada ke rumah yang jadi TKP karena mau mengambil stik golf karena sebelumnya sekitar jam 6:30 WIB lewat ada janji mau main golf. Selain itu terdapat chat dengan caddy golf. Ricky pun menduga alibi itu sengaja diciptakan serta diskenariokan.

"Alibi ambil stik golf di rumah yang juga jadi TKP, diduga, sekali lagi ya diduga, sengaja diciptakan Yosep dengan tujuan untuk menjauhkan atau membuat dia jauh dari locus delicti penemuan mayat anak dan istrinya. Jadi, dengan adanya alibi pulang ke TKP karena mau ambil stik golf, tapi sebelum pulang ke TKP setelah semalaman tidur di rumah istri muda, pagi sebelum pulang ke rumahnya sendiri yang jadi TKP itu, sudah janjian sama caddy golf mau main golf," kata Ricky.

"Ini diduga kuat hanya alibi agar tidak terjerat kasus ini agar seolah-olah dia tidak ada kaitannya sama sekali dengan penemuan mayat di rumahnya sendiri. Dia berusaha menjauhkan dirinya dari locus delicti. Tapi secara logika hukum pidana, untuk kasus ini, yang paling mengetahui bagaimana situasi dan kondisi TKP hanya dia, tidak ada orang lain," ujar Ricky melalui keterangan pers, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, yang paling mengetahui situasi rumah yang jadi TKP aman atau tidak aman hanya diduga Yosep. Karena pada tanggal 17 Agustus malam, Yosep memutuskan pergi dari rumah yang kemudian menjadi TKP tersebut dan tidur di rumah istri mudanya. Menurut Ricky, Yosep sadar dan mengerti kapan dia harus kembali sehingga seolah-olah Yosep tidak mengetahui apapun yang terjadi di rumahnya.

"Jadi tanda tanya besar kok bisa peristiwa pembunuhan terjadi di dalam rentang waktu dia meninggalkan rumah dan mayat ditemukan pada saat dia pulang ke rumah ketika peristiwa perampasan nyawa telah selesai dengan sangat rapi dan sempurna? Apakah itu hanya kebetulan? Apa harus tanya pada rumput yang bergoyang atau mbah dukun? Pulang pagi-pagi diduga, saya tidak menuduh ya, tetapi diduga untuk berdrama seolah-olah tidak tahu apa pun. Diduga juga ada eksekutor," paparnya.

"Jadi diduga ambil stik alibi yang sengaja diciptakan. Karena eksekutor bebas melakukan apapun di dalam rentang waktu dia meninggalkan rumah, besar potensi itu, saya tidak menuduh ya, karena saya pakai kalimat diduga, karena hanya dia yang paling berpotensi tahu semuanya yang terjadi di TKP, baik diduga bersama eksekutor atau tanpa eksekutor, karena hanya dia yang paling tahu bagaimana kondisi rumahnya," tambah Ricky.

Menurut Ricky, Yosep merupakan orang yang paling mengetahui bagaimana situasi rumah. Bagaimana di dalam rumah hanya dihuni oleh dua orang wanita yang kemudian menjadi korban pembunuhan.

"Pertanyaannya, siapa yang tahu dia ada rencana main golf pada 18 Agustus pagi? Kan hanya dia sendiri. Dua mayat korban sempat dibersihkan dulu di kamar mandi. Logikanya jika yang melakukannya adalah orang lain selain diduga dia dan atau Mimin atau bersama atau tanpa eksekutornya, maka tak akan sempat membersihkan darah pada mayat lalu membawanya ke mobil karena orang lain itu sama sekali tidak mengetahui dan menguasai penuh situasi rumah yang jadi TKP, karena takut ketahuan orang lain atau dia pulang. Bisa membersihkan dua mayat kan artinya ini dilakukan dengan sangat nyaman, santai dan tenang serta tidak ada rasa takut. Siapa yang bisa sesantai itu di rumah sendiri, siapa yang paling berpotensi? Tadi sudah saya jawab," tegasnya.

Ditambahkan Ricky, yang bisa dan berpotensi melakukan itu hanya ada pada diri orang yang telah mengetahui situasi dan kondisi di TKP serta telah menguasai TKP karena hanya dia yang paling tahu waktu paling aman, sehingga jarak matinya korban 1 dan ke 2 selisih 5 jam.

Apabila pelakunya tidak menguasai waktu dan tidak menguasai kondisi di TKP, rencananya tidak akan mulus, tapi yang terjadi justru rencana yang sangat matang berjalan dengan mulus karena korban sempat dibersihkan dulu darahnya. Ricky menyimpulkan pelaku sangat tenang dan santai karena tidak takut ketahuan siapapun karena dia sudah menguasai dan mengetahui situasi rumah pasti aman.

"Jadi, jangan menyalah-nyalahkan orang lain, jadi alibi soal mau main golf ini diduga sengaja diciptakan, diduga itu drama agar penyidik makin bingung betapa rumitnya kasus ini dan supaya dia dan atau bersama istri mudanya makin jauh dari locus delicti," tandasnya.

Ricky menegaskan dia tak menuduh Yosep yang sudah diperiksa hingga 7 kali, karena dirinya menggunakan kalimat diduga. Sehingga tidak dapat diartikan menuduh.

"Diduga dia dan atau istri mudanya ada keterkaitan dalam kasus ini atau termasuk pakai tangan orang ketiga alias ada eksekutor, makanya bagian rumah tidak ada yang rusak, karena sudah dikontrol penuh agar tidak merusak rumah apabila pakai eksekutor. Ini diduga ada kaitan dengan pengelolaan yayasan, diduga sekali lagi diduga ya dipicu masalah emosional dan kecemburuan, karena 2 korban sebagai ada jabatan di yayasan, sedangkan istri muda tak ada jabatan apapun di yayasan, otomatis ada kecemburuan sama 2 korban, terlebih lagi ada saksi bilang hubungan istri muda dan korban tak baik bahkan korban sering diteror oleh istri muda. Ini harusnya dijadikan sebagai petunjuk utama. Untuk motif biarlah pihak kepolisian aja yang mendalaminya," ujarnya.

"Saya prihatin lihat kasus ini lama belum terungkap. Saya kepada Kapolres Subang, Yosep agar diperiksa saja pakai lie detector agar kasus ini cepat terungkap. Lakukan saja teknik seperti yang dulu pernah dilakukan Polda Bali terhadap Margareth Megawe dalam kasus Engeline di Bali," paparnya.

Terlebih lagi Yosep dan dan istri mudanya merasa tertekan, depresi dan merasa difitnah seperti yang diungkapkan pengacaranya.

"Kalau tidak salah kenapa harus depresi, tertekan, ya ketakutan itu apalagi sekarang setelah depresi, merasa difitnah, tapi sekarang malah bilang ada orang lain yang juga punya akses masuk ke dalam rumah yang jadi TKP. Kenapa fitnah orang lain? Orang lain siapapun itu tidak logis bisa menguasai penuh dan mengetahui situasi rumah sampai dua korban telah menjadi mayat lalu baru kemudian dia sampai setelah semuanya selesai, kok bisa semuanya sudah selesai baru sampai rumah," tandas Ricky.

Menurut Ricky, dari banyak kejadian perkara yang telah terungkap, apabila korban ditemukan tewas di dalam rumah apalagi tidak ada barang berharga yang hilang dan bagian rumah tidak ada yang rusak, maka sebagian besar pelakunya adalah masih dari anggota keluarga. Apabila tewas di kamar kos sebagian besar dari banyak kasus yang terungkap, dihabisi pacar dan apabila tewas di kamar hotel sebagian besar dihabisi pria hidung belang atau kekasihnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kapolri Diminta Atensinya atas Penanganan Kasus di Polres Bantul

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta untuk memberikan atensi terhadap penanganan kasus yang sedang ditangani Polres Bantul

NASIONAL | 28 Oktober 2021

ISODEL Kembali Digelar, Kemendikbudristek Targetkan 1.000 Partisipan

Pusdatin Kemendikbudristek akan menyelenggarakan kembali ISODEL dengan target 1.000 partisipan

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Putra Nababan Ungkap Alasan Citra DPR Tak Bisa Dibandingkan dengan Lembaga Lain

Anggota DPR RI, Putra Nababan menilai citra DPR tidak bisa serta merta dibandingkan dengan lembaga lain.

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Kapolri Beri Penghargaan kepada 2.850 Personel Polri

Penghargaan diberikan atas pengabdian dan dedikasi anggota selama bertugas.

NASIONAL | 28 Oktober 2021


Perguruan Tinggi NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa

PT NU jangan sampai melupakan pengembangan sisi rohani bagi para mahasiswanya.

NASIONAL | 28 Oktober 2021



Kemkominfo dan Papua Muda Inspiratif Gelar Papua Techfest 2021

Papua Techfest 2021 merupakan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama gerakan Papua Muda Inspiratif.

NASIONAL | 28 Oktober 2021

Ahmad Sahroni Apresiasi Ketegasan Kapolri Respons Oknum Polisi Indispliner

Ahmad Sahroni mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam merespons oknum polisi indispliner.

NASIONAL | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings