Sadaring Satupena, Gerakan Literasi Bangkitkan Bahasa dan Budaya Lokal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sadaring Satupena, Gerakan Literasi Bangkitkan Bahasa dan Budaya Lokal

Minggu, 12 September 2021 | 20:29 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Gerakan literasi di berbagai daerah ternyata sangat bermanfaat bukan saja untuk membangkitkan kembali kebanggaan akan bahasa dan budaya lokal, tetapi juga berimplikasi positif bagi masyarakat di luar persoalan literasi seperti pangan, turisme, dan pendidikan.

Pokok pikiran itu menjadi fokus dikusi dalam Sarasehan Daring (Sadararing) Satupena ke-3 bertema “Cerita dari Molo dan Palu". Sarasehan menghadirkan pegiat lterasi Dicky Senda dari Molo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Neni Muhidin dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Acara yang dipandu Ita Siregar ini menggugah para peserta sarasehan untuk menghargai potensi-potensi lokal untuk kemajuan masyarakat.

Sarasasehan diawali dengan cerita bagaimana kedua pegiata literasi pulang ke kampung halamannya setelah menempuh pendidikan dan mencari pengalaman di kota.

Neni Muhidin yang studi di Bandung, Jawa Barat dan sempat bekerja di Jakarta, kembali ke kampung halaman di Palu pada 2007. Ia pulang atas permintaan ibunya yang single parent. Sang ibu meminta Neni agar menjadi pegawai negeri sipil (PNS), meski itu sulit untuk dipenuhi.

“Keputusan balik ke Palu, 2007, karena ibu. Saya merasa kehilangan banyak teman-teman di gerakan literasi di Bandung,” katanya.

Tetapi tidak lama kemudian, Neni mulai melakukan kegiatan literasi di kalangan teman dekat, diskusi film dan sebagainya di Palu. Kini, buah dari kegiatan itu dirasakan masyarakat khususnya generasi muda.

Beda lagi dengan Dicky Senda yang lama merantau di Yogya akhirnya pulang kampung 2016 dan mendirikan komunitas Lakoat Kujawas .

“Sebenarnya pulang kampung untuk riset bahan penulisan lokal. Tetapi saat itu, 2016, NTT menjadi puncak human trafficking. Sebaliknya ada jurang pemisah dan merasa terpisah dari lingkungan, seperti asing sendiri. Akhirnya saya temukan sesuatu yang amat mengganggu diri,” ungkapnya.

Menurut Dicky, pada masa sekolah di tahun 1990-an, anak-anak tidak boleh berbahasa daerah di sekolah, dan jika itu dilakukan akan mendapat hukuman berat. Jadi kita tidak mengenal bahasa dan budaya lokal, karena ada kewajiban dari pemerintah untuk menggunakan bahasa Indonesia.

“Tantangan kami adalah lingkungan daerah. Juga pergumulan dalam diri kita,” kata Dicky yang mendirikan komunitas Lakoat Kujawas sebagai ruang untuk berkumpul dan bercerita.

Target jangka pendek adalah membuat taman baca dan raung berkumpul. Setelah 5 tahun, sudah terpenuhi target jangka pendek dan menengah.

“Kami sekarang sudah punya sekolah budaya dan adat. Kita ingin melakukan revitalisasi budaya Molo.” kata Dicky.

Semangat Membangun Daerah

Sementara Neni mengatakan, di Kota Palu yang terjadi hari ini, sulit menemukan komunitas masyarakat yang mampu mempraktikkan budaya dan bahasa lokal. Mungkin sama dengan ibu kota di sejumah daerah.

Hal yang paling menyenangkan ungkap Neni, bertemu dengan kawan-kaan yang punya gairah yang sama untuk memajukan literasi. Semula balik kampung semasa kuliah misal Lebaran, merasa terasing tetapi belakangan tidak lagi.

“Yang saya alami sama dengan yang dialami Soekarno meninggalkan Jatim untuk kuliah di Bandung, juga para pendiri bangsa lain. Setelah itu, kembali ke kampung halaman lalu membuat sesuatu seperti gerakan. Saya merasakan ada gairah seperti itu.
Komunitas di Palu namanya 'Nemu Buku' ini karena secara personal, saya menemukan buku yang kemudian saya baca. Ini spiritual sekali dan itulah kemudian muncul nama Nemu Buku," katanya.

“Jadi buku itu memang penting seperti ilustrasi dengan kalimat ’buku jendela dunia’, tetapi yang terpenting adalah bagaimana seseorang tercerahkan secara spiritual karena buku yang dibacanya,” tambah Neni.

Kekayaan pengetahuan lokal dengan suku asli Kaili di Palu, lanjut Neni, ditambah kekayaan alamnya juga manusia yang hidup di dalamnya, memberi inspirasi untuk berkarya. Apalagi penduduk Sulawesi Tengah yang relatif tidak sepadat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara Dicky mengungkapkan apa yang dihadapi sekarang bagaimana rumah tradisional Molo, seperti rumah bulat di Papua yang atapnya menjuntai hingga ke tanah yang dinilai tidak sehat oleh pemerintah dan WHO. Tetapi sebenanya banyak yang hilang dengan nilai dan budaya orang Molo, misalnya kaitannya dengan batu, hutan, dan sungai. Semua itu diwariskan di rumah tradisional.

Komunitas Lakoad Kujawas, katanya, tengah berusaha melakukan riset dan pengarsipan dan menerbitkan dalam bentuk buku atau jurnal. Kemudian membuat podcast dan rekaman lainnya. Dari sana akhirnya berkembang ke bidang yang sebelumnya tidak terpikir yaitu pangan.

“Akhirnya gerakan literasi juga ikut memberdayakan masyarakat melalui kegiatan UMK lewat beragam pangan lokal,” ujar Dicky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Gelar OTT di Riau

KPK sedang lakukan OTT di wilayah Riau.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Kemenag: Geser Hari Libur Tak Kurangi Kekhidmatan Maulid Nabi

Kemenag menyatakan, menggeser hari libur tidak akan mengurangi makna dan kekhidmatan perayaan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Pemilihan Panglima Diharapkan Tak Ganggu Soliditas TNI

Pergantian Panglima TNI diharapkan tidak menganggu bahkan mengancam soliditas internal TNI.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Kunjungi Kaltara, Presiden Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Surabaya dan 4 Wilayah di Jatim Masuk PPKM Level 1

Selain Surabaya, empat wilayah di Jatim yang juga ditetapkan masuk PPKM level 1, yakni Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Mendagri Terbitkan 2 Instruksi Mengenai Lanjutan PPKM

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan dua instruksi mendagri (inmendagri) tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Cuaca Ekstrem, 26 Wilayah di Indonesia Perlu Waspada

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Dokumentasikan Inovasi Daerah, Kemendagri Apresiasi Konsep Pembangunan Jabar

Kemendagri melakukan dokumentasi terhadap inovasi yang dilakukan setiap daerah ke dalam sebuah buku dan konsep pembangunan Jabar masuk di dalamnya.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

Rita Widyasari menganggap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju seperti malaikat yang membantunya mengurus perkara, meski diminta fee Rp 10 miliar.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Peparnas XVI Papua Siap Digelar untuk Menjaring Bibit Unggul

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa Peparnas XVI akan menjadi ajang meningkatkan prestasi para atlet.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Tetap Waspada meski PPKM Dilonggarkan

Tetap Waspada meski PPKM Dilonggarkan

BERITA GRAFIK | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings